Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2025

Orang Bergaji Rp15 Juta Cenderung Lebih Sehat dan Pintar

 Menkes Budi: Orang Bergaji Rp15 Juta Cenderung Lebih Sehat dan Pintar Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa individu dengan penghasilan sebesar Rp15 juta per bulan cenderung lebih sehat dan pintar dibandingkan mereka yang berpenghasilan lebih rendah. Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam diskusi publik bertajuk "Double Check" yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025). Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya kesehatan dan kecerdasan sebagai fondasi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Orang yang gajinya Rp15 juta pasti lebih sehat dan pintar dibandingkan yang gajinya Rp5 juta. Karena kalau nggak sehat dan nggak pintar, dia nggak akan bisa dapat Rp15 juta," ujar Budi di hadapan peserta diskusi. Menurut Menkes, perbedaan penghasilan berkorelasi erat dengan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, ia menilai bahwa investasi di bidang kesehatan dan pendidikan menjadi langkah krusial untuk...

Perlukah Kepala Sekolah menggunakan manajemen Konflik ?

  Manajemen konflik memegang peranan krusial dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin timbul di lingkungan sekolah. Konflik, meskipun terkadang dianggap negatif, sebenarnya bisa menjadi peluang untuk pertumbuhan dan perbaikan jika dikelola dengan baik. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam manajemen konflik di sekolah: 1. Identifikasi Sumber dan Jenis Konflik: Langkah pertama yang penting adalah mengidentifikasi akar permasalahan dan jenis konflik yang terjadi. Konflik di sekolah bisa bersumber dari berbagai hal, seperti: Perbedaan Pendapat: Antara guru, siswa, orang tua, staf, atau kepala sekolah mengenai kebijakan, metode pengajaran, atau isu lainnya. Perebutan Sumber Daya: Persaingan atas anggaran, fasilitas, atau perhatian. Perbedaan Nilai dan Keyakinan: Konflik yang timbul akibat perbedaan pandangan moral, agama, atau budaya. Kesalahpahaman Komunikasi: Informasi yang tidak jelas atau interpretasi yang berbeda dapat memicu konflik. Konflik Antar Individu...

Mengapa Kepala Sekolah Takut Mengambil Kebijakan Yang Beresiko?

               Seorang Kepala Sekolah merasa pusing ketika bertemu pada situasi, perbedaan pendapat personal sekolah yang berkepanjangan akibat dari pembiaran atau tindakan pengambilan keputusan yang kurang berkualitas. Dilema Kepala sekolah antara momong  dan melakukan perubahan sering menjadi awal titik konflik di Sekolah. Perubahan- perubahan di Sekolah memang sering mengandung resiko dalam sekala nol sampai skala tinggi. Kepala Sekolah biasa akan mengambil keputusan yang tak beresiko, Mencari jalan aman dan menentramkan yang penting sekolah adem ayem.                 Mari kita telaah mengapa seorang Kepala Sekolah mungkin merasa enggan mengambil kebijakan yang berisiko. Ada beberapa faktor yang saling terkait yang bisa menjadi penyebabnya: Akuntabilitas dan Tanggung Jawab yang Besar: Kepala Sekolah memegang tanggung jawab yang besar atas seluruh operasional dan hasil sekolah. Kebijak...

Mengapa Seorang Muslim Gelisah dan Resah di Pagi Hari?

  BANYAK orang—termasuk Muslim—mengalami gelisah atau resah di pagi hari tanpa tahu sebab pastinya. Berikut beberapa alasan mengapa seorang Muslim bisa merasa seperti itu: 1. Tidak Memulai Hari dengan Mengingat Allah Pagi yang tidak diawali dengan shalat Subuh, dzikir, atau membaca Al-Qur’an bisa membuat hati terasa kosong. Allah berfirman:Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar-Ra’d: 28) Jika pagi diisi dengan lalai, hati pun gelisah karena tidak mendapat “asupan ruhani”. 2. Terbebani Urusan Dunia Banyak orang bangun dengan pikiran penuh tekanan: kerja, tagihan, masalah rumah tangga. Tanpa tawakkal (pasrah kepada Allah), beban ini terasa sangat berat. 3. Kurang Tidur dan Pola Hidup Tidak Sehat Tidur larut, begadang, atau pola makan buruk juga berpengaruh ke psikis. Islam menekankan keseimbangan antara ruhani dan jasmani. Nabi ﷺ pun tidur awal dan bangun sebelum fajar. 4. Ada Dosa yang Dilakukan Kadang kegelisahan adalah “alarm” dari jiwa yang belum ber...

Good Governance

GOOD GOVERNANCE “Berbuat salah itu manusiawi, menutupinya itu tak termaafkan, enggan belajar darinya itu fatal.” (Liam Donaldson) Kutipan terkait K3 ini bila dalam konteks umum merupakan bentuk pengkhianatan terhadap integritas dan good governance. Banyak institusi terjebak pada budaya menutup-nutupi demi menjaga reputasi, alih-alih mengambil lesson learned untuk memperbaiki sistem dan membangun transparansi & akuntabilitas.   Allah menekankan transparansi, “Dan janganlah kamu menyembunyikan kesaksian, karena siapa yang menyembunyikannya, sungguh hatinya kotor.” (Al-Baqarah: 283). "Barangsiapa melihat kemungkaran hendaklah ia mencegah kemungkaran itu dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan,..." (Muslim: 70). Nabi ﷺ menggunakan kata ‘minkum’, yang berarti amar ma’ruf nahi munkar lebih baik ditegakkan secara kolektif.  ____

Ternyata Indonesia Negara Makmur

 SIAPA BILANG WARGA INDONESIA MENDERITA.... Studi ungkap Indonesia negara sejahtera. Hasil ini cukup mengejutkan sebab Indonesia mengungguli negara yang selama ini dianggap sejahtera seperti Jepang, AS dan sejumlah negara di Eropa. Survei bertajuk Global Flourishing Study (Studi Kemakmuran Global) melihat kesejahteraan sejumlah negara. Peneliti menanyakan faktor-faktor yang dianggap membentuk ukuran holistik dari kemakmuran yakni, kesehatan fisik dan mental, kebahagiaan dan kepuasan hidup, keamanan finansial, hubungan sosial, karakter, makna dan tujuan hidup. Survei dilakukan selama lima tahun dengan melibatkan lebih dari 200 ribu partisipan dari 23 negara dan wilayah. Dari faktor-faktor pembentuk ukuran holistik kemakmuran, kemudian peneliti menurunkannya menjadi sejumlah pertanyaan. Partisipan diminta menjawab pertanyaan dari skala 0-10. Hasilnya, Indonesia unggul dengan skor 8,47 dari 10. Kemudian disusul Meksiko (8,19), dan Filipina (8,11). Bahkan sejumlah negara yang dianggap ...