Postingan

12 Tips Peningkatan Mutu Sekolah*

 ðŸ‡®ðŸ‡© *12 Tips Peningkatan Mutu Sekolah* Sekolah yang berkualitas adalah sekolah yang mampu menciptakan suasana belajar yang *berkesadaran* (sadar akan tujuan dan nilai pembelajaran), *bermakna* (relevan dengan kehidupan dan kebutuhan peserta didik), dan *menggembirakan* (menumbuhkan semangat dan rasa nyaman).  Ketika proses belajar dirancang untuk mendorong peserta didik dan guru agar *memahami*, *mengaplikasikan*, dan *merefleksikan* pengalaman mereka, maka pembelajaran menjadi transformatif dan berdampak jangka panjang. *1. Lakukan kunjungan kelas rutin* Kehadiran pemimpin sekolah di ruang kelas menunjukkan kepedulian dan komitmen terhadap proses belajar. Ini memperkuat kesadaran akan pentingnya pembelajaran dan memberi ruang refleksi bagi guru. *2. Apresiasi pencapaian kecil* Menghargai usaha dan kemajuan sekecil apapun menumbuhkan rasa percaya diri dan motivasi belajar. *3. Sapa & kenali setiap guru* Interaksi personal membangun hubungan yang hangat dan saling menghar...

5 Perilaku Bermasalah Murid dan Cara Mengatasi

 5 Perilaku Bermasalah Murid dan Cara Mengatasi Dalam proses pembelajaran, guru sering menghadapi berbagai perilaku murid yang menantang. Perilaku ini bukan sekadar gangguan, tetapi sinyal bahwa murid membutuhkan pendekatan yang lebih mendalam. Dengan memahami akar masalah dan memberikan penanganan yang tepat, guru dapat menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung perkembangan setiap anak. *1️⃣ Pasif* *Ciri-ciri:* Murid tampak diam, tidak terlibat dalam diskusi, enggan menjawab pertanyaan, atau hanya mengikuti tanpa inisiatif. *Kemungkinan penyebab:* Rasa tidak percaya diri, takut salah, atau tidak merasa aman secara emosional. *Rekomendasi penanganan:* - Bangun hubungan yang hangat dan aman secara emosional. - Beri tugas yang sederhana dan bertahap untuk membangun kepercayaan diri. - Gunakan teknik scaffolding dan dorongan positif. - Libatkan murid dalam aktivitas kelompok kecil agar lebih nyaman berpartisipasi. *2️⃣ Agresif* *Ciri-ciri:* Murid menunjukkan perilaku ...

KBM jossss!

 * 15 Strategi Jitu Agar Pengajaran Melekat di Ingatan* *Mendukung Pembelajaran Mendalam dan Pengalaman Belajar yang Holistik* Dalam era pembelajaran seumur hidup, pengajaran tidak lagi cukup hanya menyampaikan informasi. Ia harus mampu menyentuh kesadaran peserta didik, memberi makna yang relevan, dan menciptakan suasana yang menggembirakan. Ketika pengajaran dirancang dengan prinsip *berkesadaran*, *bermakna*, dan *menggembirakan*, maka proses belajar menjadi lebih dalam dan transformatif. Ditambah dengan pengalaman belajar yang menyeluruh mulai dari *memahami*, *mengaplikasikan*, hingga *merefleksikan* pengajaran akan benar-benar melekat dalam ingatan dan kehidupan peserta didik. 💙 *15 Strategi Pengajaran yang Efektif* 1. *Ajarkan cukup tiga hal penting* – Membantu peserta didik fokus dan sadar akan inti pembelajaran ( _berkesadaran_, _memahami_). 2. *Hubungkan dengan apa yang murid sudah tahu* – Menjadikan pembelajaran relevan dan bermakna bagi mereka ( _bermakna_, _memahami_)...

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25

Gambar
  Notulen Rapart KKKS Pacitan, 05 Agustus 2025 1.      1.    Evaluasi SPMB a.        Pemberian nilai yang terlalu tinggi untuk mengejar jalur raport b.        Titik Kordinat domisili tidak jujur cenderung meng-klik yang lebih dekat dengan SMP yang dipilih c.          SMP Meragukan KBM Sekolah Dasar dengan kompetensi rendah tetap naik dan lulus. d.        Usulan KKKS Pacitan mohon Sekolah Dasar untuk mengurangi peran SD dalam proses SPMB , supaya orang tua lebih inten mengambil peran pendaftaran. 2.        2.  Dalam rangka hari santri : Lomba MTQ, Tahfid masing masing kecamatan mengirimkan 5            perwakilan. 3.       3.   Diklat sehari SNP, Bagaimana Raport Pendidikan di turunkan menjadi RKS dan RKAS menunju 8 s       ...

Kita Hidup Serumah, Tapi Kapan Terakhir Kali Saling Memeluk?"

 "Kita Hidup Serumah, Tapi Kapan Terakhir Kali Saling Memeluk" Parents, kita tidur di atap yang sama. Makan di meja yang sama. Bertemu setiap hari. Tapi coba tanya pada diri sendiri, kapan terakhir kali kita saling memeluk, tanpa alasan khusus? Bukan karena anak jatuh dan menangis. Bukan karena pasangan ulang tahun. Tapi pelukan yang muncul karena hati kita tergerak ingin menyampaikan bahwa aku ada di sini. Aku sayang kamu. Aku tak mau kehilanganmu. Sering kali, yang membuat kita menjauh bukan jarak—melainkan kebiasaan. Kita terbiasa diam meski rindu. Kita terbiasa saling lihat tanpa benar-benar melihat. Kita terbiasa sibuk, lalu menganggap kehangatan bisa ditunda. Padahal, pelukan yang tulus bisa jadi penawar dari luka yang tak kita lihat. Dalam pelukan, hati saling bicara. Dalam pelukan, anak merasa cukup. Pasangan merasa dilihat. Orang tua merasa dihargai. Dan kita pun kembali merasa hidup. Seperti yang ditulis oleh Pak Cah di Kompasiana, pelukan bukan cuma aktivitas fisik...

Orang Bergaji Rp15 Juta Cenderung Lebih Sehat dan Pintar

 Menkes Budi: Orang Bergaji Rp15 Juta Cenderung Lebih Sehat dan Pintar Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa individu dengan penghasilan sebesar Rp15 juta per bulan cenderung lebih sehat dan pintar dibandingkan mereka yang berpenghasilan lebih rendah. Pernyataan tersebut disampaikan Budi dalam diskusi publik bertajuk "Double Check" yang digelar di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (17/5/2025). Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya kesehatan dan kecerdasan sebagai fondasi utama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Orang yang gajinya Rp15 juta pasti lebih sehat dan pintar dibandingkan yang gajinya Rp5 juta. Karena kalau nggak sehat dan nggak pintar, dia nggak akan bisa dapat Rp15 juta," ujar Budi di hadapan peserta diskusi. Menurut Menkes, perbedaan penghasilan berkorelasi erat dengan kualitas sumber daya manusia. Oleh sebab itu, ia menilai bahwa investasi di bidang kesehatan dan pendidikan menjadi langkah krusial untuk...

Perlukah Kepala Sekolah menggunakan manajemen Konflik ?

  Manajemen konflik memegang peranan krusial dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang mungkin timbul di lingkungan sekolah. Konflik, meskipun terkadang dianggap negatif, sebenarnya bisa menjadi peluang untuk pertumbuhan dan perbaikan jika dikelola dengan baik. Berikut adalah beberapa aspek penting dalam manajemen konflik di sekolah: 1. Identifikasi Sumber dan Jenis Konflik: Langkah pertama yang penting adalah mengidentifikasi akar permasalahan dan jenis konflik yang terjadi. Konflik di sekolah bisa bersumber dari berbagai hal, seperti: Perbedaan Pendapat: Antara guru, siswa, orang tua, staf, atau kepala sekolah mengenai kebijakan, metode pengajaran, atau isu lainnya. Perebutan Sumber Daya: Persaingan atas anggaran, fasilitas, atau perhatian. Perbedaan Nilai dan Keyakinan: Konflik yang timbul akibat perbedaan pandangan moral, agama, atau budaya. Kesalahpahaman Komunikasi: Informasi yang tidak jelas atau interpretasi yang berbeda dapat memicu konflik. Konflik Antar Individu...