Kado Hari Guru Nasional tahun 2022 ( Guru gumregah, jenggirat Mlayu)

 Begitu runtut dan indah makar Allah SWT, Pandemi menerpa kehidupan kita pada saat manusia berada dalam masa revolusi industri. Revolusi industri telah melahirkan tatanan baru dalam berinteraksi dengan orang lain. Interaksi dan komunikasi  tidak  harus dilaksanakan bertemu secara langsung. Kecanggihan alat teknologi produk revolusi industri memudahkan semua pihak menggunakan berbagai fitur, platform dan aplikasi yang jumlahnya sangat banyak . semua memanjakan kita berkominikasi lebih cepat, lebih irit biaya lebih irit waktu dan sangat fleksible di segala  kondisi dan posisi kita berada di mana.


Dampak pandemi serius menerpa dunia Pendidikan, Aktifitas pembelajaran yang rutin digelar secara reguler tatap muka, Agenda-agenda pembelajaran non kelas,, pemberdayaan dan peningkatan kualitas yang jauh direncanakan menjadi  terhenti.  Sekolah tutup beralih ke dunia maya dalam jaringan.Teknologi manusia telah menjamah pada apa yang dinamakan revolusi industri 5.0 maka akan memaksa manusia meningkatkan kemampuan dan memberdayakan dirinya melakukan invention dan discovery bidang teknologi dengan menghasilkan produk teknologi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.


Selama pandemi berlangsung pembelajaran menggunakan tekhnologi daring dengan segala situasi, kendala dan persoalan yang menumpuk.  Kurikulum darurat demikian digagas dan dilaksanakan dalam rangka membentuk ketahanan pendidikan. Pembelajaran Daring digunakan dalam upaya menangkal serangan pandemi yang merajalela. Karena Pendidikan adalah kebutuhan dasar Manusia yang yang tidak boleh ditinggalakan dalam situasi dan kondisi apapun. Kurikulum darurat mengurangi setiap mata pelajaran dengan berfokus pada kompetensi dasar dan persyaratan pembelajaran tingkat berikutnya. 


Dalam kondisi khusus, Satuan Pendidikan PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah dapat mengembangkan kurikulum dengan prinsip diversifikasi sesuai dengan kondisi Satuan Pendidikan, potensi daerah, dan Peserta Didik yang mengacu kepada Kurikulum 2013 dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang disederhanakan (kurikulum darurat). Hal ini bertujuan untuk memberikan fleksibilitas bagi Satuan Pendidikan untuk menentukan Kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran Peserta Didik. Pelaksanaan Kurikulum harus memperhatikan usia dan tahap perkembangan Peserta Didik pada PAUD dan capaian kompetensi pada Kurikulum, kebermaknaan, dan kebermanfaatan pembelajaran untuk Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah termasuk pada pendidikan khusus dan program pendidikan kesetaraan.



Budaya pembelajaran daring masih demikian kuat meninggalkan bekas-bekas perubahan pola, sikap dan budaya baru. Kebiasaan mandi pagi, sarapan pagi dan sudah rapi setiap pagi boleh jadi tidak dilakukan lagi. Sama halnya kebiasaan tidur tidak terlalu larut akibat besok berangkat pagi menuju madrasah sudah tidak terjaga lagi. Berani begadang, menikmati relaksasi secara berlebihan membuat  mereka   lebih   tertarik pada dunia hiburan dibanding belajar secara mandiri. Jika atensi mereka masuk pada kelas daring sering terlambat atau bahkan tidak aktif sama sekali maka tidak ada alat paksa bagi pendidik untuk mereka disiplin masuk dalam kelas daring. Pemberlakuan sanksi sebagaimana aturan sebelum pandemi demikian mandul dan tidak berlaku lagi. Budaya disiplin melalui sarana, seragam sekolah, jam pembelajaran, menghargai waktu, sampai pada pembiasaan -pembiasaan yang mandul seperti upacara, baris berbaris, kegiatan outing kelas semua hilang. Semuanya ini dimaklumi semua pihak karena berada pada masa kedaruratan yang diluar perkiraan kita semua.


Situasi berubah setelah semua pihak mematuhi protokol pandemi yang akhinya kondisi ini tidak berlngasung lebih lama berangsur-angsur kita kembali pada kehidupan normal. Namun panen learning lost yang menurut definisinya adalah kemunduran secara akademis dari para peserta didik terkait dengan kesenjangan yang berkepanjangan atau proses pendidikan yang berlangsung secara tidak baik. Penurunan dan berkurangknya kompetensi siswa selama masa pandemi masih membekas dan terasa sampai sekarang. 


Apa yang harus dilakukan guru menghadapi situasi ini ?


  1. Guru sebaiknya segera njenggelek gumegah bangkit lebih inovatif dan krteatif sebagai buah pelajaran daring dalam masa pandemi. Bukan mengeluh terhadap perubahan perilkau learning lost siswanya. tapi segera mencari melakukan tambal sulam kompetensi yang hilang pada siswanya.

  2. Adpatasi budaya baru. Budaya baru pada masa daring dan dipadukan pasca daring adalah sebuah pilihan untuk segera menemukan pola pembelajaran yang lebih tepat kepada siswa . Tampaknya sangat berat kalo masih menggunakan setrategi lama dalam situasi yang serba baru sekarang ini tatkala siswa sudah banyak berubah sementara kita masih mengajar dengan gaya kita saat kita diajar oleh guru kita dulu.

  3. Berubah terus mengikuti alur perubahan yang tiada henti. Ojo kagetan ojo sambat dengan budaya baru yang memungkinkan banyak menggunakan petangkat tehnologi.

  4. Belajar lagi dan belajar lagi baik mandiri maupun yang difasilitasi Pemerintah semua tersedia cukup banyak dengan piloihan waktu yang fleksible.


Guru kembali ditagih peran dan darmabhaktinya sebagai sosok pembaharu dalam upaya Indonesia bangkit melalui pemulihan pendidikan. Dengan desain kurikulum baru, pendidikan semakin memberikan kebebasan bagi peserta didik mengembangkan bakat dan minatnya melalui pemilihan mata pelajaran yang akan direncanakan. Kurikulum baru memberi harapan baru terbentuknya      karakter unggulan generasi bangsa melalui kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar) . Proyek penguatan karakter ini dialokasi khusus dalam kalender pendidikan tidak include dalam proses pembelajaran. Sehingga capaian kegiatan diharapkan bisa lebih maksimal.


Pendidikan selalu menjadi tolak ukur majunya peradaban suatu bangsa. Pendidikan maju ditandai dengan salah satunya output pendidikan yang berkualitas. Manusia yang beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, terampil, sehat jasmani rohani, berwawasan luas, beretika dan berakhlakul karimah, cerdas serta bertanggung jawab. Sosok manusia seperti inilah yang senantiasa dibutuhkan oleh bangsa dan negara menuju Indonesia kuat Indonesia maju. Sosok kepribadian yang tangguh, ulet dan survival dalam setiap keadaan dan tantangan.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25