Pengembangan Kurikulum kelas D
Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum
Landasan Filosofis
Secara bahasa, Filosofis (Filsafat) dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat juga sering disebut dengan berpikir secara radikal, berpikir sampai ke akar. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Pengetahuan akan didapatkan dari berpikir secara mendalam. Selanjutnya, berpikir secara mendalam ini disebut sebagai pemikiran radikal.
Sebagai induk dari semua pengetahuan (the mother of knowledge), filsafat dapat dirumuskan sebagai kajian tentang:
a. Metafisika, yakni studi tentang hakikat kenyataan atau realitas
b. Epistemologi, yakni studi tentang hakikat pengetahuan
c. Aksiologi, yakni studi tentang nilai
d. Etika, yakni studi tentang hakikat kebaikan
e. Estetika, yakni studi tentang hakikat keindahan
Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk masalah pendidikan. Kemudian muncul Filsafat Pendidikan. Donald Butler mengungkapkan, filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktis pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberiakan bahan bagi pertimbangan filosofis.
John Dewey mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Donald Butler. Bagi Dewey filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. Dalam Filsafat Pendidikan juga dikenal banyak pandangan dan aliran. Setiap landasan memiliki landasan metafisika, epistemilogi, dan aksiologi tentang maslah pendidikan yang berbeda.
1. Dasar Filsafat Dewey
Cirri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah, mengalir, atau on going-ness. Filsafat Dewey lebih berkenan dengan epistemologidan tekanannya terhadap proses berpikir. Proses berpikir merupakan salah satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif, antara ide dan fakta, antara hipotesis dan hasil.
Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Yaitu, suatu yang kongkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Hanya saja dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.
2. Teori Pendidikan Dewey
Pendidikan menurut John Dewey adalah perkembangan dari sejak lahir sampai menjelang kematiannya. Sehingga, pendidikan juga dikatakan kehidupan. Proses pendidikan bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, rekontruksi, dan pengubahan pengalaman hidup.
Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekontruksi yang konstan dari pengalaman. Setiap fase perkembangan kehidupan merupakan fase pendidikan. Mulai dari masa kanak-kanak, masa muda, dan dewasa, semuanya adalah fase pendidikan. Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang itu telah mati.
Syarat menyusun bahan ajaran menurut Dewey adalah:
a. Bahan ajaran hendaknya kongkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sitematis dan mendetai.
b. Pengetahuan yang diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkandalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan kegiatan yang lebih menyeluruh.
Bahan pelajaran harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Kita mengharapkan anak-anak yang aktif, yang bekerja, dan bereksperimen. Guru haru menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.
Al ‘Ainain (1980) menyatakan bahwa Filsafat Pendidikan merupakan aktivitas yang teratur (sistematis) yang menggunakan filsafat sebagai alat untuk mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan, dan menjelaskan nilai-nilai serta tujuan-tujuan yang mengarahkan berlangsungnya pelaksanaan pendidikan secara tepat.[3]
Kemudian, sekolah memiliki fungsi khusus sebagai bagian dari lingkungan manusia. Antara lain:
a. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks ke sekolah. Begitu pula sebaliknya.
b. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Siswa tidak belajar dari masa lalu, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.
c. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolang memberi kesempatan kepada setiap individu/ siswa untuk memperoleh lingkungan hidupnya.
C. Landasan Psikologis
Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Harus diingat bahwa walaupun pendidikan dan pembelajaran adalah upaya untuk mengubah perilaku manusia, akan tetapi tidak semua perubahan perilaku manusia/peserta didik mutlak sebagai akibat dari intervensi program pendidikan.
Perubahan perilaku peserta didik dipengaruhi oleh faktor kematangan dan faktor dari luar program pendidikan atau lingkungan. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan/program pendidikan, sudah pasti berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Kurikulum diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik serta kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama.
Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Kondisi Psikologis adalah kondisi karakteristik psikofisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksinya dengan lingkungan. Prilakunya merupakan cirri dari kehidupannya yang tampak maupun yang tidak tampak, yakni prilaku kognitif, afektif maupun psikomotorik.[4]
Minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Keduanya sangat diperlukan, baik didalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian.[5] Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu pribadi anak didik berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan yang dalam term tertentu disamakan dengan ilmu Jiwa Perkembangan, di dalamnya dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan anak, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum.
Untuk dijadikan landasan dalam mempertimbangkan bobot belajar pada masing-masing tingkatan dan jenjang serta beban belajar yang mesti diselaraskan dengan tingkat perkembangan psikologi dan kejiwaan peserta didik.[6]
a. Psikologi perkembangan
Psikologi perkembangan membahas perkembanga individu yang dimulai sejak masa konsepsi hingga dewasa. Individu ialah anak ataupun orang dewasa yang merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu adalah manusia adalah sesuatu yang sangat kompleks tetapi unik.ia memiliki banyak aspek seperti jasmani, intelektual, social, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas.[7]
Dikenal terdapat tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan invidu berjalan melalui tahap-tahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikatagorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status social-ekonomi, dan sebagainya. Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Namun dalam kenyataannya seringkali ditemukan adanya sifat-sifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif.[8]
b. Psikologi belajar
Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Secara sederhana, belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Segala perubahan tingkah laku baik yang berbentuk kognitif, afektif, maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikatagorikan sebagai perilaku belajar. Menurut Morris L. Bigge dan Maurice P. Hunt ada tiga rumpun teori belajar, yaitu teori disiplin mental, behaviorisme, dan Cognitive Gestalt Field.[9]
Menurut teori disiplin mental dari kelahirannya anak telah memiliki potensi-potensi tertentu seperti daya untuk mengamati, menanggap, mengingat, berpikir, memecah masalah, dan sebagainya. Belajar merupakan upaya mengembangkan potensi-potensi tersebut. Pada teori behaviorisme berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Perkembangan anak ditentukan oleh factor-faktor dari lingkungan. Rumpun ketiga ialah Cognitive Gestalt Field, menurut teori ini belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Pemahaman terjadi apabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur yang ada dalam lingkungan, termasuk struktur tubuhnya sendiri. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan, eksploratif, imajinatif, dan kreatif.
Tugas: Tuliskan pendapat anda di kolom komentar tentang pentingnya landasan Filosofis dan
Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum. Komentar minimal 100 karakter
( tulis nama dan kelas di akhir komentar)
Dengan belajar filsafat, kita bisa menjadi manusia yang utuh, yakni yang mampu berpikir mendalam, rasional, komunikatif.Orang yang belajar berfilsafat ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat juga sering disebut dengan berpikir secara radikal, berpikir sampai ke akar.
BalasHapusDan sebagai manusia yang sedang ada di dalam proses pendidikan wajib untuk mengetahui dari mana ilmu itu berasal dari mana sumber itu ada dan dari mana sumber utama bagi semua ilmu. Hal itu terumuskan dalam kata filsafat sebuah dasar keilmuan yang melahirkan berbagai macam pengetahuan, karena filsafat manusia bisa belajar hikmah karena filsafat pengetahuan bisa tertata , karena filsafat manusia bisa mencari kebenaran dan karena filsafat manusia bisa mencari dasar dari permasalahan yang ada.
Psikologi berarti ilmu tentang jiwa atau ilmu yang mempelajari tentang
karakteristik dan gejala yang dialami jiwa manusia.Jadi dalam hal ini psikologi
sangat berperan penting dalam pendidikan karena psikologi sebagai ilmu
pengetahuan adalah berupaya memahami keadaan peserta didik yang berbeda satu
dengan yang lainnya. Di mana pengetahuan tentang psikologi amat penting bagi guru agar dapat memahami proses dan tahapan-tahapan belajar bagi para peserta
didiknya. Manfaat dan kegunaan psikologi pendidikan juga membantu untuk memahami karakteristik peserta didik apakah termasuk anak yang lambat belajar atau yang cepat belajar, dengan mengetahui karakteristikini guru dapat mendesain pendekatan belajar untuk anak didik yang berbeda-beda tersebut, sehingga pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal sesuai karakteristik peserta didik.
NAMA : NUROTUS SOLIHAH
NIM : 2186206141
KELAS : PGSD 1D
BalasHapusLandasan filosifis dan psikologis sangat penting dipelajari untuk perbaikan pengembangan kurikulum karena adanya kedua landasan tersebut kita dapat mengetahui secara jelas teknik aktual dan efektifitas metode.
Landasan filosofis dalam perkembangan kurikulum juga akan sangat membantu para guru ketika penerapan kurikulum berlangsung, mengembangkan kemampuan rasional dan intelektual peserta didik, mendidik peserta didik agar menjadi kompeten, meningkatkan kehidupan sosial yang demokratis, dan sebagainya.
Untuk landasan psikologis
, yang mana psikologi sendiri dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia dalam berhubungan dengan lingkungan. Proses pendidikan psikologi terjadi ketika adanya interaksi antar individu, yaitu guru dan siswa, dengan penerapan landasan psikologis dalam proses pengembangan kurikulum dapat diharapkan upaya pendidikan yang dilaksanakan dapat berjalan secara relevan dengan hakikat peserta didik, baik penyesuaiannya dari segi materi/bahan yang harus dipelajari maupun segi penyampaian dalam proses belajar.
Nama: Dewinta Pandini
Nim: 2186206118
Kelas: PGSD 1D
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLandasan Filosofis dan Landasan Psikologis sangat penting dalam pengembangan kurikulum.
BalasHapusSebab, filosofis dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar filsafat akan menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak dan berpikir secara lebih mendalam. Dan ini sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum harus diputuskan secara bijak, dipikirkan secara mendalam, dan dilakukan pengujian terlebih dahulu supaya tidak terjadi kegagalan ketika kurikulum tersebut telah diterapkan. Karena tujuan kurikulum adalah perubahan perilaku peserta didik. Landasan Filosofis berperan sebagai pelaksanaan pemecahan masalah pendidikan.
Landasan Psikologis dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Walaupun pendidikan dan pembelajaran adalah upaya untuk mengubah perilaku manusia, akan tetapi tidak semua perubahan perilaku manusia atau peserta didik sebagai akibat dari intervensi program pendidikan. Dari sini lah Psikologi mengambil peran sebagai suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang tingkah laku manusia. Jika suatu kurikulum tidak menggunakan landasan psikologis, kurikulum tersebut tidak akan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik dan cara mereka dalam belajar.
Nama: Rhefika Fitriani
NIM: 2186206146
Kelas: PGSD 1D
Belajar tentang landasan filosofis dan landasan psikologis untuk mengembangkan suatu kurikulum adalah hal yang sangat tepat karena dalam perumusan pengembangan kurikulum harus mengetahui filosofi dari sebuah ilmu pengetahuan yang akan diadopsi pada kurikulum yang akan dikembangkan dan landasan psikologis berguna untuk menyesuaikan kebutuhan yang diharapkan sesuai dengan Porsi untuk dijadikan patokan bahan ajar ajar bagi pendidik maupun anak didik, dengan adanya filosofi akan diketahui permasalahan yang dihadapi setiap manusia dan apa sebenarnya yang harus dilakukan, dan psikologis berguna untuk mengetahui perkembangan suatu individu saat menghadapi suatu masalah tersebut dan berguna untuk belajar dari menyikapi permasalahan yang ada dengan sebaik mungkin, Disinilah filosofi pendidikan agar berperan penting karena pendidikan tidak lepas dari suatu pembelajaran dan perkembangan yang dilaluinya nya saat belajar tentang filosofi hakikat kenyataan hakikat keindahan hakikat sebuah nilai hakikat ilmu pengetahuan dan penalaran pikiran yang ditangkap saat menghadapi masalah-masalah tersebut, di dalam menghadapi kehidupan ini tidak lepas dari suatu pembelajaran entah itu belajar dari masalah yang ada atau belajar dari pengalaman yang dilalui hakikat dari semua ini yaitu untuk bertujuan bagaimana sikap kita sebaiknya mungkin menghadapinya, apabila psikologis seseorang itu baik dan pemahaman atas filosofi juga baik maka akan baik pula mengambil suatu keputusan
BalasHapusNama :miftahatul aulia
Nim : 2186206133
Kelas: PGSD 1 D
Dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan-landasan sebagai asas dalam melakukan kerja pengembangan kurikulum pendidikan. Hal ini harus dijadikan acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka hasil kerja pengembangan tidak akan memiliki nilai efektivitas terhadap terwujudnya tujuan-tujuan pendidikan.
BalasHapusMenurut Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013, Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya. Filsafat merupakan induk dari segala ilmu. Masing masing negara memiliki pandangan filosofis yang berbeda-beda. Di Indonesia, filsafat bangsa berlandaskan kepada Pancasila. Semua tujuan negara harus bardasarkan sila-sila yang terkandung dalam Pancasila.
Dalam proses pendidikan yang tejadi adalah proses interaksi antar individu. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena kondisi psikologisnya. Kondisi psikologis sebenarnya merupakan karakter psikofisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku interaksi dengan lingkungannya. Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antarmanusia , yaitu antara siswa dengan pendidik,dan juga antara siswa dengan manusia lainnya. Artinya, landasan piskologi harus melandasi penyusunan kurikulum karna psikologi berkaitan dengan perilaku manusia.
Nama : Maharani Dewi S
NIM : 2186206132
Kelas : 1D PGSD
filsafat dapat membentuk karakter manusia. pada hakikatnya realitas adalah fisik dan ruh yang bersifat dualistis. Tujuan pendidikan filsafat adalah untuk membentuk individu yang dapat menyesuaikan diri dengan masyarakat dan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap masyarakat.filsafat dapat membentuk pemikiran yang kritis pada seseorang. Hal tersebut tentunya sangat berguna untuk diterapkan dalam kehidupan beragama maupun bermasyarakat. Sehingga ketika menghadapi masalah apapun diharapkan manusia dapat berpikir dengan rasional supaya tidak terjebak oleh segala sifat fanatisme.
BalasHapusPeranan Psikologi dalam dunia pendidikan sangatlah penting dalam rangka mewujudkan tindakan psikologis yang tepat dalam interaksi antara setiap faktor pendidikan. Pengetahuan psikologis tentang peserta didik menjadi hal yang sangat penting dalam pendidikan. Karena itu, pengetahuan tentang psikologi pendidikan seharusnya menjadi kebutuhan bagi para guru, bahkan bagi tiap orang yang menyadari dirinya sebagai pendidikSeorang pendidik harus berhadapan dengan sekelompok siswa di dalam kelas dengan hati-hati karena karakteristik masing-masing siswa berbeda-beda. Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami perbedaan karakteristik siswa tersebut pada berbagai tingkat pertumbuhan dan perkembangan guna menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Psikologi pendidikan dapat membantu pendidik dan calon pendidik dalam memahami perbedaan karakteristik siswa tersebut.
Nama : fadli danu ismatulloh
Kls : 1D pgsd
Nim : 2186206123
belajar filsafat dapat membantu kita dalam memahami apa itu arti bijak,dan ilmu filsafat juga sangat bermanfaat pada kehidupan sehari - hari kita. dengan cara kita belajar filsafat dapat menjadikan kita menjadi manusia yang utuh,bertanggung jawab ,dan berilmu. saat kita sudah memahami ilmu filsafat kita akan berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak,orang yang bijak harus memiliki pengetahuan .pengetahuan akan di dapatkan dari berfikir berfikir secara mendalam.
BalasHapussebagai pelajar kita jangan hanya mempelajari ilmu tersebut tapi harus tau ilmu tersebut darimana dan siapa yang menemukan nya,jadi selain kita mempelajari ilmu filsafat kita juga tau penemu ilmu tersebut, jadi pengetahuan kita tentang ilmu tersebut bukan hanya mempelajari tapi juga tau asal usulnya.. seperti yang di jelaskan oleh john dewey mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Donald Butler,bagi Dewey filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama.Dalam filsafat pendidikan juga di kenal banyak pandangan dan aliran.
sebagai calon seorang guru kita sangat wajib mempelajari ilmu psikologis,ilmu psikologis sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia ,kenapa kita sebagai calon seorang guru wajib mempelajarinya ? karena mempelajari ilmu psikologis bertujuan untuk memahami tentang berbagai aspek perilaku peserta didik sehingga dapat menjalankan tugas dan peranannya . belajar psikologis pendidikan berarti belajar tentang aspek psikologis siswa ,sehingga kita calon guru memiiki bekal dasar dalam melaksanakan teknik pembelajaran yang efektif di terapkan dalam keadaan karakteristik siswa tertentu.
Dan juga kita sebagai calon seorang guru di tuntut untuk mengembangkan potensi siswa kita dalam segi akademiknya maupun dalam segi non akademik nya,ketika kita sudah mulai paham tentang karakter anak didik kita di situlah saatnya kita menggalih lebih dalam potensi yang siswa miliki ketika kita sudah mengetahui potensi yang siswa miliki tugas kita mengembangkan dan membimbing siswa dalam mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.
Seorang pendidik juga harus paham karakter semua siswa ketika seorang pendidik memahami karakter siswanya maka akan lebih mudah menyampaikan materi sesuai karakter siswa yang berbeda - beda itu,dari situlah kenapa guru sangat penting mempelajari ilmu psikologis.
NAMA : FITO PERMANA
NIM :2186206125
KELAS : PGSD 1D
landasan Filosofis dan landasan Psikologis ialah sangat penting untuk pengembangan kurikulum belajar karena landasan filosofi memegang penting dalam pengembangan kurikulum senantiasa berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap kosep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan landasan filosofis sebagai landasan fundamental filsafat mempunyai fungsi 1. menentukan arah dan tujuan pendidikan 2. menentukan isi dan materi pelajar. 3 menentukan strategi dan cara mencapai tujuan. Sedangkan landasan Psikologis merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu dalam konteks belajar Psikologi mengkaji tentang hakekat belajar teori-teori belajar, serta berbagai aspek perilaku individu lainnya dalam belajar, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan sekaligus mendasari perkembangan kurikulum .
BalasHapusNAMA : M IRFAN RAMDHAN
NIM : 2186206135
KELAS : 1D PGSD
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusLandasan filosofis sangat penting dalam pengembangan kurikulum, karena filsafat merupakan induk dari segala ilmu. Filsafat membahas segala permasalahan manusia, termasuk pendidikan, yang disebut filsafat pendidikan. Menurut Permendikbud Nomor 68 Tahun 2013, Landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
BalasHapusKurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan sebagai arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya kegiatan pengajaran di sekolah, dapat diukur dari seberapa jauh dan seberapa banyak pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kurikulum adalah landasan psikologis. Landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Sehingga pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara optimal. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan. Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan pendidikan yang dilaksanakan relevan dengan hakikat peserta didik.
Nama: Khansa Aura Shabrina
NIM: 2186206131
Prodi/Kelas: PGSD/D
Mengapa Landasan Filosofis dan Psikologis penting untuk dipelajari, sebab di dalam pengembangan Kurikulum perlu adanya aktivitas teratur (sistematis) yang menggunakan filsafat sebagai alat untuk mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan, dan menjelaskan nilai serta tujuan yang mengarahkan berlangsungnya pelaksanaan pendidikan secara tepat.
BalasHapusKemudian dengan adanya dua bidang psikologi, yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar akan mempermudah proses perumusan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian yang tepat yang mesti diselaraskan dengan tingkat perkembangan psikologi dan kejiwaan peserta didik.
Kurikulum pun diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial peserta didik menjadi kemampuan aktual serta kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama.
Nama : Puspita Ayuning Tyas
Nim. : 2186206143
Kelas. : PGSD 1D
Landasan Filosofis dan Psikologis sangat penting dalam proses pengembangan kurikulum. Hal ini karena pengembangan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, dan didasari dari pemikiran dan penelitian yang mendalam dan sesuai dengan perkembangan zaman.
BalasHapusLandasan filosofis atau filsafat berarti cinta akan kebijakan. Filsafat pendidikan merupakan pandangan hidup masyarakat. Filsafat berfungsi untuk menetukan arah dan tujuan pendidikan, isi materi pelajaran serta strategi untuk mencapai tujuan. Filsafat memberikan pedoman kepada peserta didik seperti individu yang bersikap demokratis atau bersikap otoriter dan sikap lainnya.
Landasan psikologis berasal dari asumsi-asumsi psikologi meliputi perkembangan peserta didik dan metode dalam belajar peserta didik. Dari asumsi tersebut menjadi dasar pemngembangan kurikulum. Terdapat dua bidang psikologis yaitu psikologis perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi pengembangan merupakan ilmu yang mempelajarai tentang perilaku anak didik berkenangan dengan perkembangan. Individu memiliki banyak aspek seperti jasmani, intelektual, social, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas. Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang tingkah laku individu saat belajar. Tingkah laku itu sendiri berbentuk kognitif, afektif, maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikatagorikan sebagai perilaku belajar.
Nama : Wenti Anggraini
NIM : 2186206154
Kelas : D / PGSD
Pelaksanaan pendidikan dalam hal pengembangan materi pendidikan harus disesuaikan dengan tahapan-tahapannya. Dalam pengembangan kurikulum terdapat landasan filosofis dan landasan psikologis yang sangat penting untuk dipelajari lebih mendalam. Orang yang mempelajarinya pasti akan lebih mengerti dan akan menjadi lebih bijak dalam melakukan sesuatu. Kedua landasan tersebut sangat mempengaruhi setiap perkembangan peserta didik. Kita sebagai peserta didik harus dapat memahami makna masing-masing dari kedua landasan tersebut.
BalasHapusLandasan Filosofis sudah pasti mempunyai peranan sangat penting dalam pengembangan kurikulum yang senantiasa berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu. Landasan ini dimaksudkan pentingnya aspek filsafat dalam pelaksanaan pembelajaran terpadu, bahkan landasan filsafat ini juga menjadi landasan utama yang melandasi aspek-aspek lainnya.
Sedangkan pada landasan psikologis termasuk salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia secara ilmiah. Setiap proses pendidikan pasti terjadi interaksi yang bermacam-macam antara peserta didik. Ada fakta menunjukkan bahwa karena potensi kejiwaan cenderung mengalami perubahan dan perkembangan secara bertahap, perilaku manusia pun cenderung mengalami perubahan dan perkembangan secara bertahap pula. Psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam hal menentukan isi atau materi pembelajaran terpadu yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Psikologi pendidikan sangat berguna bagi para pendidik, guru dan orang tua agar dapat memberikan pengajaran dan pelajaran terhadap peserta didik, sesuai dengan perkembangan jiwa mereka.
Nama : Tiara Lelly Vidhia
NIM : 2186206151
Kelas : PGSD 1 D
Menurut pendapat saya filosofis dan psikologis berperan penting dalam landasan landasan mengembangan kurikulum karena Filosofis berperan sebagai sudut pandang pemikiran-pemikiran yang diterapkan pada proses dan pelaksanaan pemecahan masalah pendidikan. Serta dijadikan salah satu dasar penentuan rencana dan konsep kurikulum agar tercapai segala cita-cita dan tujuan sebagai konten dari kurikulum yang dibuat. Pengembangan membutuhkan filsafat sebagai acuan kurikulum atau landasan berpikir.
BalasHapusNama:Evika yulia utami
Nim :2186206121
Kelas : PGSD 1D
Landasan Filosofis dan landasan Psikologis memiliki peran yang sangat penting. Landasan Filosofis adalah landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan, yang tujuannya untuk mencapai kebenaran atau kebijaksanaan. Psikologi pendidikan adalah sebuah cabang dari ilmu psikologi yang mengkhususkan diri pada cara memahami pengajaran dan pembelajaran dalam lingkungan pendidikan. Adapun bidang psikologi pendidikan ini banyak mengandalkan pengujian dan pengukuran dengan metode, untuk meningkatkan aktivitas pendidikan.
BalasHapusNAMA: DINAR YUSTIKA
NIM: 2186206119
KELAS:1D
Perlunya landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum, karena landasan filosofis digunakan sebagai titik tolak pengembangan kurikulum. Landasan beserta gagasan filosofis tertentu,meliputi konsep seperti metafisika, epistemologi, logika, dan aksiologi, berimplikasi pada konsep pendidikan seperti tujuan pendidikan, materi pendidikan, teknik pendidikan, peran pendidik, dan peserta didik. Dan landasan psikologis juga mencakup ilmu perkembangan, cabang psikologi yang mempelajari hakikat perkembangan, tahapan perkembangan anak, aspek perkembangan, tugas perkembangan individu, dan topik lain yang berkaitan dengan perkembangan individu, yang kesemuanya dapat dijadikan bahan. Pengembangan kurikulum didasarkan pada beberapa faktor. Untuk dijadikan landasan dalam menentukan bobot belajar pada setiap jenjang serta beban belajar yang harus dikaitkan dengan perkembangan psikologis dan psikologis siswa.
BalasHapusNama : Sintya Wahyu Saputri
Nim : 2186206149
Kelas : 1D (PGSD)
Landasan filosofis dan landasan psikologis sangat penting dalam pengembangan kurikulum karena, dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan yang kuat untuk menjadi tumpuan. Landasan dapat berarti alas atau bantalan, lapangan terbang, dan juga berarti dasar atau tumpuan. Filsafat berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu dari kata philoshopia. Philos, artinya cinta yang mendalam, dan shopia ialah kearifan atau kebijaksanaan. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia termasuk masalah-masalah pendidikan yang disebut filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan merupakan aplikasi dari pemikiran-pemikiran filosofis untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan, Donald Butler berpendapat bahwa filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktik pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan-bahan bagi pertimbangan–pertimbangan filosofis. Landasan filosofis pengembangan kurikulum adalah falsafah negara Pancasila. Dengan demikian para lulusan sekolah-sekolah di Indonesia diharapkan menjadi manusia-manusia yang memiliki sifat-sifat dan sikap yang sesuai dengan sila-sila dalam Pancasila. Seperti halnya nilai-nilai atau norma yang diakui sebagai pandangan hidup suatu bangsa, seperti Pancasila bagi bangsa Indonesia, bukan hanya harus menjiwai isi kurikulum yang berlaku, akan tetapi harus mewarnai filsafat dan tujuan lembaga sekolah serta merembes ke dalam praktik pendidikan oleh pendidik di dalam kelas.
BalasHapusSedangkan psikologis merupakan salah satu bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan tentang perilaku, fungsi mental, dan proses mental manusia secara ilmiah. Psikologi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ialah ilmu yang berkaitan dengan proses mental baik normal maupun abnormal dan pengaruhnya pada perilaku, atau dapat disebut juga ilmu pengetahuan tentang gejala dan kegitan jiwa. Sedangkan arti dari psikologis ialah berkenaan dengan psikologi atau bersifat kejiwaan. Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu berkenaan dengan perkembangannya. Psikologi perkembangan mengkaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum.
Nama : Reny Risqiatul Aisyah
NIM : 2186206145
Kelas : PGSD 1D
Landasan filosofi memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam pengembangan dan pemberdayaan kurikulum menerapkan berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu, sehingga akan mengungkapkan konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Sedangkan, kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku manusia. Pengetahuan tentang psikologi akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realitis dalam memilih tujuan pendidikan.
BalasHapusNama: Yuliana Dyah S.
Nim : 2186206156
Kelas: 1D (PGSD)
Menurut saya, kedua landasan tersebut sangat penting karena diperlukan sebagai asas dalam melakukan pengembangan kurikulum pendidikan. Kedua landasan harus dijadikan acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka hasil pengembangan tidak akan memiliki nilai efektifitas terhadap wujudnya tujuan-tujuan pendidikan.
BalasHapusLandasan filosofis berperan sebagai sudut pandang pemikiran-pemikiran yang diterapkan pada proses dan pelaksanaan pemecahan masalah pendidikan, serta dijadikan salah satu dasar penentuan rencana dan konsep kurikulum agar tercapai segala cita-cita dan tujuan sebagai konten dari kurikulum yang dibuat. Pengembangan kurikulum membutuhkan filsafat sebagai acuan atau landasan berpikir.
Sedangkan landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum perlu dipertimbangkan. Karena proses pelaksanaan kurikulum faktor psikologis sangat perlu diperhatikan. Psikologis dalam hal ini ada dua aspek yaitu psikologis perkembangan dan psikologis belajar : 1. Psikologis Perkembangan memandang aspek kesiapan peserta didik dalam proses pelaksanaan kurikulum 2. Psikologi Belajar mengkaji bagaimana peserta didik dalam melakukan kegiatan balajar.
Nama : Nurul Hidayati
NIM : 2186206142
Kelas : 1D PGSD
Menurut pendapat saya landasan filosofis dan landasan psikologis itu sangat penting dalam pengembangan kurikulum karena, dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan yang kuat untuk menjadi tumpuan.
BalasHapusFilosofis(Filsafat) dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat juga sering disebut dengan berpikir secara radikal, berpikir sampai ke akar. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Pengetahuan akan didapatkan dari berpikir secara mendalam. Selanjutnya, berpikir secara mendalam ini disebut sebagai pemikiran radikal.Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi olehmanusia, termasuk masalah pendidikan.Kemudian muncul Filsafat Pendidikan.
Dalam landasan psikologis Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral,intelektual, maupun sosial. Harus diingat bahwa walaupun pendidikan dan pembelajaran untuk mengubah perilaku manusia, akan tetapi tidak adalah semua upaya perubahan manusia/peserta didik perilaku mutlak sebagai akibat dari intervensi program pendidikan.
Aspek psikologi dalam pengembangan kurikulum perlu dipertimbangkan.Proses pelaksanaan kurikulum factor psikologi sangat perlu diperhatikan.Psikologi dalam hal ini ada dua aspek yakni psikologi perkembangan dan kesiapan peserta didik dalam proses psikologi belajar. Psikologi Perkembangan memandang aspek pelaksanaan kurikulum. Sedangkan Psikologi Belajar mengkaji bagaimana peserta didik dalammelakukan kegiatan balajar.Misalkan cara dia menerima suatu rangsangan atau informasi sehingga terjadi suatu proses belajar.
Mama : Intan Lismasari
NIM : 2186206128
Kelas : 1D (PGSD)
Landasan psikologi pembenahan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum.pengembangan kurikulum diharapkan pendidikan yang dilaksanakan releven dengan hakikat peserta didik .baik penyesuaian dari segi materi atau bahan yang diberikan atau dipelajari.landasan Filosofis dan landasan Psikologis ialah sangat penting untuk pengembangan kurikulum belajar karena landasan filosofi memegang penting dalam pengembangan kurikulum senantiasa berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu,
BalasHapusNama: Muhammad Alfan Zaenuri
NIM : 2186206134
Kelas: 1D (PGSD)
Landasan filosofi dan psikologi sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Landasan filosofi memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam pengembangan dan pemberdayaan kurikulum menerapkan berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu, sehingga akan mengungkapkan konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan.
BalasHapusDan landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Sehingga pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara optimal. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Sedangkan Kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku manusia. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan. Pengetahuan tentang psikologi akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realistis dalam memilih tujuan pendidikan. Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan pendidikan yang dilaksanakan relevan dengan hakikat peserta didik. Baik penyesuaian dari segi materi atau bahan yang harus diberikan dan dipelajari, maupun dari segi penyampaian dan proses belajar serta penyesuaian dari unsur-unsur pendidikan lainnya.
Landasan filosofi dan psikologi sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Landasan filosofi memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam pengembangan dan pemberdayaan kurikulum menerapkan berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu, sehingga akan mengungkapkan konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan.
Dan landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Sehingga pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara optimal. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Sedangkan Kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku manusia. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan. Pengetahuan tentang psikologi akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realistis dalam memilih tujuan pendidikan. Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan pendidikan yang dilaksanakan relevan dengan hakikat peserta didik. Baik penyesuaian dari segi materi atau bahan yang harus diberikan dan dipelajari, maupun dari segi penyampaian dan proses belajar serta penyesuaian dari unsur-unsur pendidikan lainnya.
Nama: Regita Nauri Putri
NIM : 2186206144
Kelas :
1 PGSD D
Pentingnya Landasan Psikologis dalam perkembangan kurikulum yaitu , Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum dapat mengupayakan pendidikan yang dilaksanakan relevan sesuai dengan hakikat peserta didik, baik penyesuaian dari segi materi yang harus dipelajari peserta didik,dari segi penyampaian dan proses belajar serta penyesuaian dari unsur–unsur upaya pendidikan lainnya. Psikologi merupakan salah satu landasan dalam pengembangan kurikulum yang harus dipertimbangkan oleh para pengembang. Hal ini dikarenakan posisi kurikulum dalam proses pendidikan memegang peranan yang sentral. Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar manusia, yaitu antara anak didik dengan pendidik, dan juga antara anak didik dengan manusia-manusia lainnya. Manusia berbeda dengan makhluk lainnya karena kondisi psikologisnya.
BalasHapusKarakteristik perilaku tiap individu pada tiap tingkat perkembangan merupakan kajian yang terdapat dalam cabang psikologi perkembangan. Oleh sebab itu, dalam pengembangan kurikulum yang senantiasa berhubungan dengan program pendidikan untuk kepentingan peserta didik, maka landasan psikologi mutlak harus dijadikan dasar dalam proses pengembangan kurikulum. Perkembangan yang dialami oleh peserta didik pada umumnya diperoleh melalui proses belajar. Guru sebagai pendidik harus mengupayakan cara/metode yang lebih baik untuk melaksanakan proses pembelajaran guna mendapatkan hasil yang optimal, dalam hal ini proses pembelajaran mutlak diperlukan pemikiran yang mendalam dengan memperhatikan psikologi belajar.
Sedangkan Landasan filosofi memegang peranan penting dalam pengembangan kurikulum. Dalam pengembangan dan pemberdayaan kurikulum selalu berpijak pada aliran-aliran filsafat , sehingga akan berpengaruh terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Karena landasan filosofis dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan, menentukan isi dan materi pelajaran serta menentukan strategi dan cara mencapai tujuan.
NAMA : TRI HANDAYANI
NIM : 2186206153
KELAS : 1 D
Kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan sebagai arah atau acuan segala kegiatan pendidikan yang dijalankan.Perubahan dan pengembangan kurikulum harus memiliki visi dan arah yang jelas, akan dibawa kemana sistem pendidikan nasional dengan kurikulum tersebut. Salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan kurikulum adalah landasan psikologis. Landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Sehingga pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara optimal. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia sedangkan kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku manusia. Oleh sebab itu pengembangan kurikulum harus di landasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan .
BalasHapusKesimpulannya bahwa dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan yang kokoh, terutama landasan yang berhubungan langsung dengan unsur pendidikan, yaitu peserta didik. Karena tujuan dari kurikulum sendiri adalah perubahan perilaku peserta didik. Dan disinilah psikologi mengambil peran sebagai suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang tingkah laku manusia.
NAMA : NIA SAFITRI
NIM : 2186206140
Kurikulum baik pada tahap kurikulum sebagai ide, rencana, pengalaman maupun kurikulum sebagai hasil dalam pengembangannya harus mengacu atau menggunakan landasan yang kuat dan kokoh, agar kurikulum tersebut dapat berfungsi serta berperan sesuai dengan tuntutan pendidikan yang ingin dihasilkan. Pada prinsipnya ada beberapa landasan pokok yang harus dijadikan dasar dalam setiap pengembangan kurikulum yaitu;
BalasHapusLandasan psikologis berperan sebagai suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang tingkah laku manusia. Jika suatu kurikulum tidak menggunakan landasan psikologis, kurikulum tersebut tidak akan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik dan cara mereka dalam belajar.
Landasan filosofis berperan dalam pengembangan dan pemberdayaan kurikulum senantiasa berpijak pada aliran-aliran filsafat tertentu, sehingga akan mewarnai terhadap konsep dan implementasi kurikulum yang dikembangkan. Landasan filosofis, sebagai landasan fundamental filsafat mempunyai fungsi menentukan arah dan tujuan pendidikan, menentukan isi dan materi pelajaran, dan menentukan strategi dan cara mencapai tujuan.
Nama : Selvita putri a
Nim : 2186206148
Kelas : 1D PGSD
Landasan filosofis dan landasan psikologis sangat perperan penting dalam pengembangangan kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum, diperlukan landasan-landasan sebagai asas dalam melakukan kerja pengembangan kurikulum pendidikan. Ini harus dijadikan acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka hasil kerja pengembangan tidak akan memiliki nilai efektifitas terhadap terwujudnya tujuan – tujuan pendidikan.
BalasHapusLandasan filosofis disini dimaksudkan bagaimana pentingnya keberadaaan filsafat dalam mengembangkan kurikulum lembaga pendidikan. Pendidikan berintikan interaksi antarmanusia, terutama antara pendidik dan peseta didik untuk mencapai tujuan pendidikan. Dalam interaksi tersebut banyak persoalan-persoalan yang bersifat mendasar, seperti apakah yang menjadi tujuan pendidikan, siapa pendidik dan peseta didik, apa isi pendidikan dan bagaimana proses interaksi pendidikan tersebut, yang pertanyaan-pertanyaan tersebut membutuhkan jawaban yang mendasar, yang esensial yaitu jawaban-jawaban filosofis.
Landasan psikologis ini dalam pengembangan kurikulum sangat diperlukan, terutama dalam:
1) seleksi dan organisasi bahan pelajaran
2) menentukan kegiatan belajar yang paling serasi, dan
3) merencanakan kondisi belajar yang optimal agar tujuan belajar tercapai.
Nama : Hesti Okta Fiya
NIM : 2186206127
BalasHapusKurikulum sebagai rancangan pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam semua kegiatan pendidikan. Mengingat hal tersebut, penyusunan kurikulum tidak dapat dilakukan dengan sesuka hati. Tentuya yang didasarkan pada pemikiran dan penelitian yang mendalam.
Sebagai suatu landasan fundamental, filsafat memegang peranan penting dalam proses pengembangan kurikulum. Ada empat fungsi filsafat dalam proses pengembangan kurikulum. Pertama, filsafat dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan. Dengan filsafat sebagai pandangan hidup atau value system, maka dapat ditentukan mau dibawa ke mana siswa yang kita didik itu. Kedua, filsafat dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Ketiga, filsafat dapat menentukan strategi atau cara pen capaian tujuan. Filsafat sebagai sistem nilai dapat dijadikan pedoman dalam merancang kegiatan pembelajaran. Keempat, melalui filsafat dapat ditentukan bagaimana menentukan tolok ukur keberhasilan proses pendidikan.
Landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Sehinggal pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara optimal. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia. Sedangkan Kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku manusia. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh psikologi sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan. Pengetahuan tentang psikologi akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realistis dalam memilih tujuan pendidikan. Dengan menerapkan landasan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan pendidikan yang dilaksanakan relevan dengan hakikat peserta didik. Baik penyesuaian dari segi materi atau bahan yang harus diberikan dan dipelajari, maupun dari segi penyampaian dan proses belajar serta penyesuaian dari unsur-unsur pendidikan lainnya.
Nama: Najwa Ayu C.M.
NIM: 2186206136
Kelas: 1 D PGSD
Pentingnya landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum titik menurut saya sangat penting dalam berfilosofis seseorang yang belajar agar menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Dan bisa juga disebut dengan berfikir secara radikal, berpikir sampai ke akar. Dalam perumusan tujuan atau kompetensi dan isi maupun materi pembelajaran terpadu dasarnya bergantung pada pertimbangan filosofis. Jika ada pandangan filosofis yang berbeda akan mempengaruhi dan mendorong pelaksanaan pembelajaran terpadu yang berbeda pula.
BalasHapusLandasan psikologis selalu menjerumus ke perilaku manusia terutama berkaitan dengan psikologi perkembangan peserta didik dan psikologi atau teori belajar. Proses pendidikan harus ada interaksi antara peserta didik dan lingkungan yang baik lingkungan yang baik bersifat fisik maupun lingkungan sosial politik melalui pendidikan sangat diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. adapun juga perubahan perilaku peserta didik bisa dipengaruhi oleh faktor kematangan dan faktor dari luar program pendidikan atau lingkungannya. Dalam psikologi perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi atau materi pembelajaran terpadu yang diberikan kepada siswa agar tingkat keluasan dan kedalamannya sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik.
Nama : Nesa Anas
Nim : 2186206139
Kelas : 1 PGSD D
Menurut saya landasan filosofis sangat penting dan berpengaruh terhadap pengembangan kurikulum karena dalam mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya diperlukan landasan-landasan sebagai asas dalam melakukan pengembangan kurikulum tersebut.
BalasHapusFilsafat sendiri membahas segala permasalahan yang dihadapi manusia utamanya dalam dunia pendidikan,dengan inilah agar kita sebagai manusia yang masih ingin menempuh pendidikan setinggi-tingginya bisa menelaah apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan.
Landasan psikologis pun tidak kalah pentingnya dengan landasan filosofis karena sebagai tenaga pendidik yang nantinya akan dihadapkan dengan lingkungan pendidikan yang ruang lingkupnya adalah anak anak hingga remaja, dengan adanya landasan psikologis ini kita bisa mempelajari tentang bagaimana harus memposisikan diri sebagai calon tenaga pendidik dalam menghadapi dunia pendidikan yang luas nantinya.
Nama : Excellona Ghita Prameswari
NIM : 2186206122
Salah satu tema sentral filsafat pendidikan adalah pembahasan masalah manusia, hal ini karena keterlibatan manusia dalam proses pendidikan sangat jelas. Dimana dalam pendidikan, manusia berperan baik sebagai subjek maupun objek pendidikan. Kemampuan manusia menggunakan akal dalam memahami lingkungannya merupakan potensi dasar yang memungkinkan manusia untuk berpikir. Berpikir juga memberikan kemungkinan bagi manusia untuk memperoleh pengetahuan, pada tahap selanjutnya pengetahuan dapat menjadi landasan penting bagi kegiatan berpikir yang lebih dalam. Manusia adalah makhluk sosial (Sosiologis), manusia adalah makhluk yang berbudaya (Antropologis), manusia adalah makhluk yang sadar diri, dan merasa malu (Psikologis). Implikasi filsafat murni dalam praktik pendidikan antara lain munculnya konsep-konsep filsafat ilmu seperti metafisika, epistemologi dan aksiologi yang menjadi landasan pendidikan (the filosofis foundation of education). Implikasi filsafat antropologi dalam praktik pendidikan meliputi konsep manusia seutuhnya sebagai dasar tujuan pendidikan, humanisasi dalam arti proses mewujudkan kemanusiaan, atau proses menuju pencapaian kemanusiaan sebagai tujuan utama dalam kehidupan mencapai realisasi diri. kooperatif, serta mendorong lahir dan berkembangnya ilmu pedagogik atau pendidikan yang memadukan aspek faktual dengan aspek normatif
BalasHapusNama :Naufal Ali Syamaidzar
Nim : 2186206137
Nama : Iqbal Fauzi
BalasHapusNim : 2186206129
Prodi: PGSD / 1D
Landasan Filosofis dan Psikologis sangat penting dipelajari untuk perbaikan pengembangan kurikulum.
Filosofis dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat juga sering disebut dengan berpikir secara radikal, berpikir sampai ke akar. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Pengetahuan akan didapatkan dari berpikir secara mendalam. Selanjutnya, berpikir secara mendalam ini disebut sebagai pemikiran radikal.
Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk masalah pendidikan. Kemudian muncul Filsafat Pendidikan. Donald Butler mengungkapkan, filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktis pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberiakan bahan bagi pertimbangan filosofis.
Dalam landasan Psikologis setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Kondisi Psikologis adalah kondisi karakteristik psikofisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksinya dengan lingkungan. Prilakunya merupakan cirri dari kehidupannya yang tampak maupun yang tidak tampak, yakni prilaku kognitif, afektif maupun psikomotorik.
Fahreza Mahardhika
BalasHapusNim = 2186206124
Kelas 1 D
Menurut saya perlunya pengembangan kurikulum berbasis landasan filosofi dan psikologis karena di dalam kurikulum tersebut harus paham kemampuan dan perkembangan perilaku siswa tersebut sehingga dapat memfilosofikan sebuah kurikulum yang berlandasan fisolofi dan psikologis.
BalasHapusNama : Kevin Helmy
NIM : 2186206130
Prodi : PGSD/1D
Filsafat memuat topik tentang permasalahan dalam kehidupan masyarakat, begitu pula dalam pendidikan yang disebut dengan filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan mengandung pandangan masyarakat tentang standar manusia ideal yang diharapkan. Dengan adanya filsafat ini memberikan pedoman kepada pendidik mengenai ciri – ciri atau kualitas individu yang ingin dicapai melalui proses pendidikan.
BalasHapusDalam dunia pendidikan juga tak luput dari psikologi yang mempelajari tingkah laku manusia melalui kejiwaan atau mental. Dengan mempelajari ilmu psikologi, pendidik dapat mengembangkan ilmu pendidikan yang sesuai dengan proses perkembangan mental peserta didik dan juga bekal dalam menangani perbedaan perkembangan mental tersebut.
Berdasarkan penjelasan yang dijabar kan dalam pembahasan diatas landasan filsafat dan landasan psikologi memang sangat diperlukan dalam membuat dan mengembangkan kurikulum.
Nama : Hanifah K
NIM :2186206126
Kelas : PGSD 1D
Dengan adanya pembelajaran filsafat dapat membantu kita dalam memahami apa itu arti bijak,dan ilmu filsafat juga sangat bermanfaat pada kehidupan sehari - hari kita. dengan cara kita belajar filsafat dapat menjadikan kita menjadi manusia yang utuh,bertanggung jawab ,dan berilmu. saat kita sudah memahami ilmu filsafat kita akan berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak,orang yang bijak harus memiliki pengetahuan .pengetahuan akan di dapatkan dari berfikir berfikir secara mendalam.
BalasHapussebagai calon seorang guru kita sangat wajib mempelajari ilmu psikologis,ilmu psikologis sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia ,kenapa kita sebagai calon seorang guru wajib mempelajarinya ? karena mempelajari ilmu psikologis bertujuan untuk memahami tentang berbagai aspek perilaku peserta didik sehingga dapat menjalankan tugas dan peranannya . belajar psikologis pendidikan berarti belajar tentang aspek psikologis siswa ,sehingga kita calon guru memiiki bekal dasar dalam melaksanakan teknik pembelajaran yang efektif di terapkan dalam keadaan karakteristik siswa tertentu.
Dan juga kita sebagai calon seorang guru di tuntut untuk mengembangkan potensi siswa kita dalam segi akademiknya maupun dalam segi non akademik nya,ketika kita sudah mulai paham tentang karakter anak didik kita di situlah saatnya kita menggalih lebih dalam potensi yang siswa miliki ketika kita sudah mengetahui potensi yang siswa miliki tugas kita mengembangkan dan membimbing siswa dalam mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya.
Nama : Trenggi Windra P. P
Nim. : 2186206152
Kelas : PGSD-D
BalasHapusMenurut saya sangat penting karena Landasan filosofis merupakan landasan yang berkaitan dengan makna atau hakikat pendidikan, yang segala sesuatu untuk mencapai kebenaran atau kebijaksanaan. Landasan filosofis adalah landasan yanng berdasarkan atau bersifat filsafat. Istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas suku kata philein/philos yang artinya cinta dan sophos/Sophia yang artinya kebijaksanaan, hikmah, ilmu, kebenaran. Masing-masing filosof memiliki karakteristik yang berbeda antara yang satu dengan lainnya. Demikian pula kajian yang dijadikan obyek telaahan akan berbeda selaras dengan cara pandang terhadap hakikat segala sesuatu. Pendidikan adalah upaya mengembangkan potensi-potensi manusiawi peserta didik baik bersifat fisik dan mental, agar potensi itu menjadi nyata dan dapat berfungsi dalam perjalanan hidupnya. Filsafat pendidikan adalah filsafat yang digunakan dalam studi mengenai masalah-masalah pendidikan. Filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai alirannya.
Nama:erick andi p
Nim:2186206120
Kelas:Pgsd_D
Landasan filsafat filosofi dan landasan pesikolgis penting untuk pengembangan kurikulum,
HapusSebab landasan filosofi dalam pengembangan pengembangan kurikulum adalah rumusan yang didapatkan dari pemikiran yang mendalam,logis, dan berbuat secara bijak dalam merencanakan ,membina dan melaksanakan pengembangan kurikulum.
Sedangkan landasan pesikolgis dalam pengembangan kurikulum adalah suatu upaya agar pendidikan yang dilakukan dapat menyesuaikan dari peserta didik, baik penyesuaian dari segi materi atau bahan yang harus di sampaikan penyesuaian dari segi proses penyampaian atau pembelajaran dan penyesuaian dari unsur unsur pendidikan lainnya.
Landasan pesikolgis berkaitan dengan perilaku manusia, bagaimana dan dimana peserta didik melalui proses pembelajaran.
Landasan filsafat dan pesikolgis dalam pengembangan kurikulum adalah seperangkat alat dalam dunia pendidikan dan pembelajaran yang penting keberadaannya.