Landasan Pengembangan Kurikulum kls A
Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum
Landasan Filosofis
Secara bahasa, Filosofis (Filsafat) dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat juga sering disebut dengan berpikir secara radikal, berpikir sampai ke akar. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Pengetahuan akan didapatkan dari berpikir secara mendalam. Selanjutnya, berpikir secara mendalam ini disebut sebagai pemikiran radikal.
Sebagai induk dari semua pengetahuan (the mother of knowledge), filsafat dapat dirumuskan sebagai kajian tentang:
a. Metafisika, yakni studi tentang hakikat kenyataan atau realitas
b. Epistemologi, yakni studi tentang hakikat pengetahuan
c. Aksiologi, yakni studi tentang nilai
d. Etika, yakni studi tentang hakikat kebaikan
e. Estetika, yakni studi tentang hakikat keindahan
Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk masalah pendidikan. Kemudian muncul Filsafat Pendidikan. Donald Butler mengungkapkan, filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktis pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberiakan bahan bagi pertimbangan filosofis.
John Dewey mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Donald Butler. Bagi Dewey filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. Dalam Filsafat Pendidikan juga dikenal banyak pandangan dan aliran. Setiap landasan memiliki landasan metafisika, epistemilogi, dan aksiologi tentang maslah pendidikan yang berbeda.
1. Dasar Filsafat Dewey
Cirri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah, mengalir, atau on going-ness. Filsafat Dewey lebih berkenan dengan epistemologidan tekanannya terhadap proses berpikir. Proses berpikir merupakan salah satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif, antara ide dan fakta, antara hipotesis dan hasil.
Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Yaitu, suatu yang kongkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Hanya saja dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.
2. Teori Pendidikan Dewey
Pendidikan menurut John Dewey adalah perkembangan dari sejak lahir sampai menjelang kematiannya. Sehingga, pendidikan juga dikatakan kehidupan. Proses pendidikan bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, rekontruksi, dan pengubahan pengalaman hidup.
Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekontruksi yang konstan dari pengalaman. Setiap fase perkembangan kehidupan merupakan fase pendidikan. Mulai dari masa kanak-kanak, masa muda, dan dewasa, semuanya adalah fase pendidikan. Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang itu telah mati.
Syarat menyusun bahan ajaran menurut Dewey adalah:
a. Bahan ajaran hendaknya kongkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sitematis dan mendetai.
b. Pengetahuan yang diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkandalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan kegiatan yang lebih menyeluruh.
Bahan pelajaran harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Kita mengharapkan anak-anak yang aktif, yang bekerja, dan bereksperimen. Guru haru menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.
Al ‘Ainain (1980) menyatakan bahwa Filsafat Pendidikan merupakan aktivitas yang teratur (sistematis) yang menggunakan filsafat sebagai alat untuk mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan, dan menjelaskan nilai-nilai serta tujuan-tujuan yang mengarahkan berlangsungnya pelaksanaan pendidikan secara tepat.[3]
Kemudian, sekolah memiliki fungsi khusus sebagai bagian dari lingkungan manusia. Antara lain:
a. Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks ke sekolah. Begitu pula sebaliknya.
b. Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Siswa tidak belajar dari masa lalu, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.
c. Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan. Sekolang memberi kesempatan kepada setiap individu/ siswa untuk memperoleh lingkungan hidupnya.
C. Landasan Psikologis
Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Harus diingat bahwa walaupun pendidikan dan pembelajaran adalah upaya untuk mengubah perilaku manusia, akan tetapi tidak semua perubahan perilaku manusia/peserta didik mutlak sebagai akibat dari intervensi program pendidikan.
Perubahan perilaku peserta didik dipengaruhi oleh faktor kematangan dan faktor dari luar program pendidikan atau lingkungan. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan/program pendidikan, sudah pasti berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Kurikulum diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik serta kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama.
Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Kondisi Psikologis adalah kondisi karakteristik psikofisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksinya dengan lingkungan. Prilakunya merupakan cirri dari kehidupannya yang tampak maupun yang tidak tampak, yakni prilaku kognitif, afektif maupun psikomotorik.[4]
Minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Keduanya sangat diperlukan, baik didalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian.[5] Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu pribadi anak didik berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan yang dalam term tertentu disamakan dengan ilmu Jiwa Perkembangan, di dalamnya dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan anak, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum.
Untuk dijadikan landasan dalam mempertimbangkan bobot belajar pada masing-masing tingkatan dan jenjang serta beban belajar yang mesti diselaraskan dengan tingkat perkembangan psikologi dan kejiwaan peserta didik.[6]
a. Psikologi perkembangan
Psikologi perkembangan membahas perkembanga individu yang dimulai sejak masa konsepsi hingga dewasa. Individu ialah anak ataupun orang dewasa yang merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu adalah manusia adalah sesuatu yang sangat kompleks tetapi unik.ia memiliki banyak aspek seperti jasmani, intelektual, social, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas.[7]
Dikenal terdapat tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan invidu berjalan melalui tahap-tahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikatagorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status social-ekonomi, dan sebagainya. Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Namun dalam kenyataannya seringkali ditemukan adanya sifat-sifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif.[8]
b. Psikologi belajar
Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Secara sederhana, belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Segala perubahan tingkah laku baik yang berbentuk kognitif, afektif, maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikatagorikan sebagai perilaku belajar. Menurut Morris L. Bigge dan Maurice P. Hunt ada tiga rumpun teori belajar, yaitu teori disiplin mental, behaviorisme, dan Cognitive Gestalt Field.[9]
Menurut teori disiplin mental dari kelahirannya anak telah memiliki potensi-potensi tertentu seperti daya untuk mengamati, menanggap, mengingat, berpikir, memecah masalah, dan sebagainya. Belajar merupakan upaya mengembangkan potensi-potensi tersebut. Pada teori behaviorisme berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Perkembangan anak ditentukan oleh factor-faktor dari lingkungan. Rumpun ketiga ialah Cognitive Gestalt Field, menurut teori ini belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Pemahaman terjadi apabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur yang ada dalam lingkungan, termasuk struktur tubuhnya sendiri. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan, eksploratif, imajinatif, dan kreatif.
Tugas: Tuliskan pendapat anda di kolom komentar tentang pentingnya landasan Filosofis dan
Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum. Komentar minimal 100 karakter
( tulis nama dan kelas di akhir komentar)
Landasan landasan filosofis dan psikologis sangat penting karena dengan adanya landasan filosofis kita dapat belajar berfikir dengan bijak serta berfikir sampai akar apa yang sedang kita pelajari, sampai kita memiliki pengetahuan yang sangat mendalam atau disebut juga dengan berpikir secara radikal. Landasan psikologis juga sangat penting, kita dapat belajar berpikir secara dewasa, dewasa tersebut dari segi fisik, mental, emosional, moral, maupun sosial. Jadi kedua landasan tersebut sangat penting dan kurikulum juga sangat bermanfaat sebagai alat untuk mencapai tujuan atau program pendidikan yang berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik juga dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik.
BalasHapusNama :ANNISA RISKY
Kelas : I/A
No : 25 (2186206025)
Pendapat saya tentang pentingnya Landasan Filosofis dan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum adalah :
BalasHapus1. Landasan Filosofis sangat penting dalam pengembangan Kurikulum karena, Filsafat itu sendiri berarti cinta akan kebijakan, maksudnya berbuat secara bijak dalam berpengetahuan. Landasan filosofis sangat penting untuk membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk permasalahan Pendidikan. Filsafat atau filosofis akan menentukan arah kemana peserta didik akan dibawa karena, Filsafat merupakan perangkat nilai-nilai yang melandasi dan membimbing ke arah pencapaian tujuan Pendidikan.
2. Landasan Psikologis juga sangat penting dalam mengembangkan kurikulum karena, setiap proses Pendidikan akan terjadi interaksi antar-individu, peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang-orang lainnya. Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh landasan psikologis yang meliputi kajian tentang dan bagaimana perkembangan peserta didik serta bagaimana peserta didik belajar.
Nama : Ayu Erlindawati
Nim : 2186206026
Kelas : 1A PGSD
Pendapat saya mengenai pentingnya landasan filosofis dan psikologi dalam pengembangan kurikulum adalah menurut saya penting adanya karena dengan landasan kurikulum berupa landasan filosifis dan psikologi ini bisa menjadi acuan bagi seorang perumus kurikulum, selain itu landasan filosofis ini juga untuk menentukan apa yang akan dicapai di sekolah. Tujuan sekolah dan struktuk sekolah. Filosofis ini dapat di artikan sebagai cara berfikir yang radikal maksutnya berfikir sampai akar ,sehingga menghasilkan pandangan yang berbeda beda ,maka dari itu dapat dikatakan bahwa landasan filosofis ini mampu memberikan pandangan yang berbeda dan untuk membantu dalam memberikan Pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sedangkan landasan psikologi ini adalah upaya Pendidikan guna memberikan pengajaran dan pelajaran tehadap peserta didik sesuai dengan perkembangan jiwa mereka. Dan hal ini sangat berguna bagi para pendidik, guru dan orang tua agar dapat mengenal dan memahami keberadaan setiap peserta didik secara utuh baik secara individual maupun kelompok.
BalasHapusNama: Annisa Herawati
NIM: 2186206024
Kelas: 1A PGSD
Pentingnya landasan filosofi dan psikologis dalam pengembangan kurikulum
BalasHapusMenurut pendapat saya, mengapa keduanya sangat penting karena dalam seluruh aspek permasalahan pendidikan landasan filosofi memberikan output akan tindakan yang bijak, di dasari dengan cinta kasih. Yang dimana ketika kita berfilsafat kita di harapkan bisa berpikir secara mendalam (radikal) yang tentunya berguna untuk mencapai tujuan pendidikan. Kemudian ke landasan psikologis yang juga sangat di butuhkan dan penting sekali seiring dengan pertumbuhan peserta didik baik itu dalam lingkungan keluarga, sosial, dan sekolah. Psikologi anak berbeda-beda namun melalui pendidikan di harapkan nantinya dapat merubah perilaku dari mental, emosional, moral, maupun intelektual. Yang menjadi acuan dalam perkembangan kurikulum adalah psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
Nama : Selvi Anjeliana Marda Saputri
Nim : 2186206015
Kelas : 1/PGSD/A
Menurut saya, landasan filosofis dan landasan psikologis penting dalam pengembangan kurikulum. Sebab, filosofis sendiri diartikan sebagai cinta akan kebijakan. Orang-orang yang belajar filsafat akan menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak dan berpikir mendalam sampai ke akar-akarnya. Dan ini sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum harus diputuskan secara bijak, dipikirkan secara mendalam, dan dilakukan pengujian terlebih dahulu agar tidak terjadi kegagalan ketika kurikulum tersebut telah diterapkan. Sedangkan landasan psikologis juga tidak kalah penting dengan landasan filosofis karena pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar.
BalasHapusNama : Dita Nurdianti
NIM : 2186206008
Kelas : 1A PGSD
Pendapat saya mengenai pentingnya landasan Filosofis dan Psikologis dalam pengembangan kurikulum adalah
BalasHapusLandasan Filosofis sangat penting karena dengan adanya Landasan Filosofis ini kita akan belajar berfilsafat agar nantinya kita bisa mengerti dan juga bisa berfikir secara mendalam (radikal) bagaimana cara kita untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi oleh manusia khusus nya permasalahan yang ada didalam pendidikan, selain itu landasan filosofis pendidikan dijadikan sebagai rambu-rambu untuk mengatur dan menyusun bagaimana seharusnya pendidikan itu dijalankan. Didalam Landasan Filosofis juga terdapat beberapa landasan yang nantinya akan menjadi titik tolak dalam rangka studi dan praktek pendidikan.
Landasan Psikologis juga memiliki peran penting dalam pengembangan kurikulum karena untuk terjadinya interaksi antara peserta didik dan lingkungannya dan juga untuk mengetahui bagaimana karakter dalam masing-masing peserta didik. Didalam landasan psikologis ini terdapat beberapa asumsi yang meliputi kajian mengenai apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar, dan terdapat pula dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar yang nantinya digunakan sebagai merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran, serta teknik-teknik penilaian.
Nama : Diah Ayu Yulianingrum
NIM : 2186206007
Kelas : 1/PGSD A
Landasan filosofis mempunyai peran yang penting dalam pendidikan berfilsafat agar seseorang dapat menjadi orang yang mengerti akan berbagai hal, dan memiliki pengetahuan serta dapat berbuat secara bijak. Landasan filosofis dalam berfilsafat juga mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan dan menjelaskan nilai-nilai serta tujuan yang mengarahkan ke pendidikan. Selain itu landasan filosofis mempunyai manfaat seperti mengetahui berbagai hal, prinsip, teori dalam melaksanakan praktik dan mendapatkan pandangan pandangan yang baik dimasa mendatang.
BalasHapusLandasan psikologis juga mempunyai peran yang penting dalam pendidikan , karakteristik perilaku atau pola-pola perkembangan untuk menyesuaikan apa yang dididik dan bagaimana cara mendidik.
Landasan psikologis ini memberikan perhatian terhadap proses pendidikan dapat berjalan dengan tidak mengabaikan aspek perilaku dan kepribadian seseorang. Dengan adanya landasan psikologis kita dapat memahami perkembangan perilaku apa saja yang diperoleh mengikuti kegiatan pendidikan atau pembelajaran tertentu.
Nama : Fadilla Cindy Agustina
Nim : 2186206036
Kelas : 1A PGSD
Landasan filosofis dan psikologis sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Dengan adanya landasan filosofis kita akan mampu berfikir secara radikal atau berpikir secara mendalam. Orang yang mempelajari filsafat akan menjadi orang yang bijak dalam mengerjakan sesuatu. Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk masalah pendidikan. Filsafat dapat membantu kita untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. Landasan psikologis juga sangat penting dalam pengembangan pendidikan. Landasan psikologis diperlukan dalam pengembangan belajar peserta didik. Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan.Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, pasti berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Peserta didik diharapkan dapat kreatif dan imajinatif dalam pembelajaran. Belajar dapat membantu peserta didik untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, pasti berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar.
BalasHapusNama : Diah Ayu Pujawati
NIM. : 2186206006
Kelas. : 1A/PGSD
Dalam pengembangan kurikulum, diperlukan landasan- landasan Sebagai asas dalam kegiatan pengembangan kurikulum. Landasan-landasan ini nantinya akan digunakan sebagai acuan Seseorang dalam mengembangkan sebuah kurikulum. Apa jadinya jika dalam pengembangan sebuah kurikulum tidak dilatarbelakangi oleh landasan-landasan tersebut? Tentunya yang terjadi adalah hasil dari pengembangan sebuah kurikulum tersebut tidak akan memiliki nilai efektivitas terhadap terwujudnya tujuan pendidikan.
BalasHapusContohnya
Pentingnya landasan filosofis dalam pengembangan sebuah kurikulum adalah kita akan mendapatkan asumsi-asumsi atau rumusan dari hasil berpikir secara mendalam , analitis, logis dan sistematis sehingga rumusan tersebut dapat digunakan untuk merencanakan, melaksanakan, membina, dan mengembangkan kurikulum.
Kemudian pentingnya landasan psikologis dalam pengembangan sebuah kurikulum adalah bisa terciptanya sebuah kurikulum yang dapat menjawab tantangan dan tuntutan masyarakat.
Oleh sebab itu menurut saya dalam pengembangan sebuah kurikulum landasan-landasan tersebut sangat diperlukan guna terciptanya sebuah kurikulum yang relevan.
Nama : Bella Aulina
NIM : 2186206028
Prodi : PGSD
Semester/kelas : 1A
Pentingnya Landasan filosofis dan psikologis memiliki peran mereka masing- masing , di mana 2 aspek tersebut merupakan asumsi dan rumusan yang menjadikan prinsip dari landasan kurikulum itu sendiri.
BalasHapusDalam pengembangan kurikulum, tidak lain agar upaya pendidikan yang dilakukan dapat menyesuaikan dengan keadaan peserta didik. Dari penyesuaian segi materi atau penyesuaian unsur lainnya. Sedangkan kurikulum tersebut mengandung arti dari sebagian gagasan dan kepercayaan.
Landasan psikologis menuntut kurikulum untuk dapat memperhatikan, mengembangkan dan mempertimbangkan dari peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum, oleh karena itu pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh psikologis sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku mengubah perilaku manusia dapat dikembangkan.
NAMA : ILMA NUR KHASANAH
NIM :2186206011
KELAS: A/PGSD/1
Menurut pendapat saya, landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum sangat mempunyai dampak yang penting. Hal ini dikukung dengan beberapa aspek yaitu Filosofis yang artinya cinta akan kebijakan. Artinya landasan filosofis ini dijadikan induk dari semua pengetahuan, dengan diarahkan untuk berfikir secara radikal ( berfikir sampai ke akar ). Pendidikan yang berlandassan filosofis diharapkan dalam mengatur dan Menyusun pelaksanaan Pendidikan dilakukan secara sistematis dan tepat. Sedangkan landasan psikologis diharapkan pada saat pengembangan kurikulum harus dilandasi dengan asumsi-asumsi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana peserta didik. Dalam hal ini Pendidikan memberikan pengajaran menyesuiakan dengan hakekat perkembangan, asepek, dan hal-hal yang berkaitan. Kedua landasan ini sangat penting dalam pengembangan kurikulum karena sesuai dengan perkembangan peserta didik.
BalasHapusNama : Ananda Zeliana Putri
Nim : 2186206022
Kelas : PGSD 1 A
FAUZI ROFAKHO/1A/2186206009
BalasHapusMenurut saya pada proses dan pelaksanaan pemecahan masalah pendidikan filosofis memiliki peranan enting sebagai pokok pemikiran-pemikiran atau sebagai landasan pendidikan,juga penentuan rencana dan konsep kurikulum agar tercapainya segala cita-cita dan tujuan sebagai konten dari kurikulum yang dibuat filosofis ini menjadi salah satu dasarnya.Pentingnya filsafat sebagai acuan atau landasan berpikir untuk perkembangan kurikulum.Aspek psikologi juga dalam kurikulum perlu dikebangkan dan dipertimbangkan.
Perhatian faktor psikologi selalu diperlukan dalam pengembangan kurikulum. Psikologi memandang aspek kesiapan peserta didik dalam proses pelaksanaan kurikulum. Sedangkan Misalkan cara bagaimana peserta didik menerima suatu rangsangan atau informasi sehingga terjadi suatu proses belajar.Psikologi Belajar mengkaji bagaimana peserta didik dalam melakukan kegiatan balajar yang mana psikologi ini sangat perlu dalam pendidikan untuk tujuan kurikulum itu sendiri.
kurikulum adalah salah satu kegiatan atau program untuk mencapai suatu tujuan dalam pendidikan. Dan untuk mencapai suatu tujuan tersebut pasti ada faktor pengembangan atau landasan. Seperti landasan filosofis (filsafat) dan landasan psikologis. Yang dimana kedua tersebut sangat berpengaruh penting pada perkembangan. Seperti landasan filosofis, landasan filosofis sangat penting karena dari situlah kita bisa belajar lebih dalam tentang perbuatan yang baik dan bertingkah laku secara bijak. Dan kita mampu menggali kemampuan kemampuan kita. Karena orang yang bijak pasti memiliki ilmu-ilmu atau pengetahuan yang luas dan tinggi. Landasan Psikologis juga sangat penting karena pada lingkungan kita akan berinteraksi oleh banyak orang, lingkungan yang baik akan menghasilkan anak anak yang baik dan cerdas begitupun sebaliknya. Pada proses pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku kedewasaan atau mental, karena pada proses pendidikan pasti kita dilatih mental dengan cara publik speaking dan kedewasaan dalam berfikir secara matang-matang. Kondisi psikologis pada kondisi karakteristik seorang anak atau individu dapat dikatakan pada berbagai bentuk perilaku pada saat individu berinteraksi pada lingkungan sekitarnya. Atau hal-hal yang lainnya yang berhubungan dengan perkembangan individu, dan dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan yang mendasari pengembangan kurikulum ini. Serta dapat dijadikan pada landasan dalam mempertimbangkan bobot belajar pada masing - masing tingkatan maupun jenjang pendidikan.
BalasHapusNAMA : DEVI RIZKI FEBRIANA
NIM : 2186206030
KELAS : 1A/PGSD
1. Landasan filosofis atau filsafat bagi pengembangan kurikulum, bawa sebuah landasan filosofis atau filsafat adalah sebagai induk dari semua pengetahuan (the mother of knowledge)
BalasHapuspengetahuan filosofis adalah mendasar, dalam konteks pendidikan
ia tidak hanya digunakan untuk memahami pendidikan secara keseluruhan, namun juga untuk mengetahui secara jelas teknik aktual pembelajaran dan efektivitas metode. Pemahaman akan
filosofis pendidikan atau khususnya pengembangan kurikulum bukan hanya menjadi ranah pada
pengembang kurikulum, melainkan juga guru sebagai pihak pelaksana. Guru hendaknya mengajar
disertai dengan akar dan prinsip yang kuat dan bersifat universal. Filsafat mengarah pada sikap dan persepsi yang berbeda tentang tindakan manusia, termasuk
kasus dalam menangani bidang pendidikan pada umumnya dan kurikulum pada daerah khusus. dapat ditarik sebagai kesimpulan bahwa landasan filosofis (filsafat) bisa juga berperan dalam keberhasilan pengembangan kurikulum serta implementasi kurikulum baru.
2. Landasan Psikologis dalam proses pendidikan sebuah interaksi antar unsur pendidikan mulai dari siswa, guru dan lain lain. Landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Psikologis mengarah pada sebuah perkembangan sebuah individu, dapat disimpulkan bahwa sebuah landasan psikologis mendasari perkembangan kurikulum melalui perkembangan sebuah individu yang bisa menopang sebuah pengembangan kurikulum.
Nama ; ARIL MAHENDRA
NIM ; 2186206004
Prodi ; PGSD 1/A
Menurut saya Landasan filosofis sangat penting untuk proses pengembangan kurikulum karena filosofis sendiri memiliki arti cinta akan kebijakan. Orang yang belajar berfilsafat akan lebih mengerti dan berbuat secara bijak. Sebab filsafat juga bisa diartikan sebagai berfikir secara radikal dan menyeluruh hingga ke akar pengetahuan. Jadi ketika mengembangkan kurikulum berlandaskan filosofis maka akan terjadi pengembangan kurikulum yang mendalam dan menyeluruh serta menghasilkan pengembangan kurikulum yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
BalasHapusLandasan psikologis juga tidak kalah penting, sebab pendidikan berkaitan langsung dengan perilaku manusia. Dalam hal ini dibutuhkan kematangan fisik, mental, dan emosional untuk berfikir secara dewasa. Untuk melakukan perubahan perilaku manusia harus melalui pendidikan. Sebagai acuan pendidikan pengembangan kurikulum berlandaskan psikologi yang mengkaji tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Psikologi perkembangan dan psikologi belajar merupakan acuan dalam pengembangan kurikulum untuk mencapai tujuan pendidikan.
NAMA : FARISKA AMELIA PUTRI
NIM : 2186206037
KELAS : PGSD A
1.landasan filosofis
BalasHapusLandasan filosofis (filsafat) sangat penting karena landasan ini membahas tentang segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia,termasuk pendidikan.Berfilsafat disebut juga dengan berfikir secara radikal,berfikir sampai ke akar.Filsafat merupakan aktifitas yang teratur(sistematis)sebagai alat untuk mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan,dan menjelaskan nilai-nilai serta tujuan-tujuan yang mengarahkan yang berlangsungnya pelaksanaan pendidikan secara tepat.
2.Landasan pisikologis
Landasan psikologis sama pentingnya . Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia.Dalam setiap proses pendidikan sering terjadi interaksi peserta didik dengan lingkungannya,baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial.Walaupun pendidikan dan pembelajaran upaya untuk mengubah perilaku manusia,akan tetapi tidak semua perubahan perilaku manusia/peserta didik mutlak sebagai akibat dari intervensi program pendidikan.Perubahan peserta didik dipengaruhi faktor kematangan dan faktor dari program pendidikan atau lingkungan.
Jadi kedua filosofis ini sangat penting karena filosofis berperan sebagai sudut pandang pemikiran-pemikiran yang diterangkan pada proses dan pelaksanaan pemecahannya masalah pendidikan.serta dijadikan salah satu dasar penentuan rencana dan konsep kurikulum agar tercapai cita-cita dan tujuan dari kurikulum.
Nama: Aisyiatul Fadhilah
Kelas:1/1/A PGSD
Nim:2186206018
Pentingnya landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum.
BalasHapusA. Landasan Filosofis
Filosofis/filsafat memiliki arti cinta akan kebijakan. Sedangkan berfilsafat dapat diartikan dengan berfikir secara radikal/mendalam. Dalam segi pendidikan, filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi manusia dalam hal pendidikan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa pentingnya landasan filosofis antara lain :
1. Dapat menentukan kualitas peserta didik. Salah satu contohnya adalah kualitas dalam berfikir secara radikal.
2. Sebagai penentu arah dan tujuan yang ingin dicapai dalam kurikulum, karena di dalamnya terdapat pembahasan berbagai permasalahan dalam pendidikan, sehingga dapat membantu tercapainya tujuan dari kurikulum.
B. Landasan Psikologis
Pentingnya landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum antara lain sebagai dasar pengembangan kurikulum, karena di dalamnya meliputi kajian perkembangan peserta didik yang mengacu pada proses perubahan menuju kedewasaan, baik dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, dan sosial.
Nama : Bunga Melati Senja
NIM : 2186206029
Kelas : PGSD/1A
Dalam pengembangan kurikulum Landasan Filosofis dan Landasan Psikologis sangat berperan penting,yang mempunyai peran - peran tersendiri untuk meningkatkan pengembangan kurikulum.Dalam pengembangan kurikulum sangat diperlukan landasan tersebut sebagai asas dalam meningkatkan pengembangan kurikulum,dan harus digunakan sebagai rujukan untuk membuat kurikulum.Landasan Filosofis mengajarkan kita untuk menjadi orang yang mengerti , berpengetahuan,berbuat bijak,dan berfikir secara radikal. Filsafat atau filosofis menelaah segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia ,salah satunya adalah pendidikan.Landasan Psikologis landasan ini berkesinambungan dengan perilaku manusia,sama halnya pendidikan pasti akan terjadi sebuah interaksi .Faktor Psikologi juga harus sangat diperhatikan , psikologi dalam hal ini dibagi menjadi dua aspek yaitu psikologi perkembangan menganalisis perkembangan individu dari masa konsepsi sampai dewasa , selanjutnya Psikologi belajar membahas tentang bagaimana pelajar dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran.
BalasHapusNama : Putri Arum Nur Atika
Nim : 2186206013
Prodi : PGSD
Kelas : 1 A
Mengingat pentingnya peranan kurikulum di dalam pendidikan dan di dalam perkembangan kehidupan manusia, penyusunan kurikulum tidak dapat dikerjakan sembarangan. Penyusunan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat contohnya landasan filosofis dan landasan psikologis.
BalasHapus• Landasan Filosofis dalam Pengembangan Kurikulum
Filosofis pendidikan menjadi landasan untuk merancang tujuan pendidikan, prinsip-prinsip belajar serta perangkat pengalaman belajar yang bersifat mendidik. Filsafat sangat penting dalam Pengembangan Kurikulum. Filsafat sebagai suatu pandangan hidup bukan menjadi hiasan lidah belaka, melainkan harus meresapi tingkah laku semua anggota masyarakat. Nilai-nilai filosofis pendidikan pendidikan harus dilaksanakan dalam perilaku sehari-hari. Hal ini menunjukkan pentingnya filosofis sebagai landasan dalam Pengembangan Kurikulum. Filosofis pendidikan sebagai sumber tujuan. Secara sederhana dapat ditafsirkan bahwa filsafat pendidikan adalah hal yang diyakini dan diharapkan oleh seseorang yang didalamnya terdapat cita-cita tentang model manusia yang diharapkan sesuai nilai-nilai yang disetujui oleh individu dan masyarakat.
• Landasan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum
Landasan Psikologis juga sangat penting dalam Pengembangan Kurikulum. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar. Psikologi sangat diperlukan baik dalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan model pembelajaran serta teknik penilaian.
Nama : Renal Nuryan Pangestu
NIM : 2186206014
Prodi : PGSD / 1 A
Melalui landasan filosofis dengan pemikiran filsafat yang radikal dan sampai ke akar.dan pemikiran ini sangat berguna bagi pengembangan kurikulum yaitu dengan perencanaan yang kritis dan mendalam akan mampu menghasilkan kurikulum yang sesuai dwngan harapan
BalasHapusKemudian landasan psikologis yang di dalamnya meliputi kajian tentang pelaku kurikulum tersebut di sini ada interaksi antar siswa,bagaimana siswa belajar atau istilahnya kesiapan peserta didik dalam melaksanakan kurikulum yang berlaku dengan demikian dari dua hal tersebut dapat di simpulkan bahwa dalam merancanh sebuah kurikulum tidak bisa terpisahkan dari 2 hal tersebut agar kurikulum dapat berjalan lancar sesuai ketentuanya
ANAM MUCKHLISIN
PGSD 1A
2186206021
Menurut pendapat saya landasan psikologis dan filosofis dalam pengembangan kurikulum sangatlah penting.Pasalnya dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan-landasan sebagai penunjang kinerja pengembangan kurikulum pendidikan yang notabene berperan sebagai acuan bagi perumus kurikulum.Jika tidak ada landasan yang jelas maka dapat dipastikan bahwa tujuan-tujuan pendidikan tidak dapat tercapai dengan efektif.
BalasHapusSebagai landasan filosofis, kurikulum berperan sebagai pendorong semangat belajar anak,menjadikan anak-anak berperan aktif,berkreasi dan bereksperimen sesuai usia dan kebutuhan anak/siswa tersebut.
Sebagai landasan psikologis, kurikulum berperan untuk menjembatani interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Seperti memperbaiki perilaku,sopan santun,serta Budi pekerti yang baik untuk menciptakan suasana harmonis di masyarakat karena lingkungan sekitar merupakan tempat yang diharapkan dapat mewadahi dan mengembangkan kreativitas anak.
Jadi secara keseluruhan peran kurikulum sangat penting bagi siswa sebagai alat untuk mencapai pengembangan potensi dalam hal keterampilan dan pendidikan yang lebih baik.
NAMA:ANGGUN NAWASARI
NIM:2186206023
KELAS:1A/PGSD
Sudah pasti landasan filosofis dan psikologis berperan penting di dalam pengembangan kurikulum. Sebab filsafat diartikan sebagai cinta akan kebijakan. Tujuan orang berfilsafat guna menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Filsafat juga berarti pengetahuan dan penyelidikan dengan akal budi. Dan psikologis merupakan ilmu yang berkaitan dengan proses mental, baik Normal atau abnormal dan pengaruhnya pada perilaku jiwa, atau psikologis berkaitan dengan perilaku manusia. oleh karena itu, di dalam pengembangan kurikulum landasan filosofis dan psikologis sangat penting khususnya dalam konteks pendidikan. Filosofis dan psikologis bekerja secara berkesinambungan di dalam pengembangan kurikulum. Adanya peran filosofis yang mengarah pada sebuah kebijakan dan pemikiran yang radikal, dapat didukung dengan psikologis manusia itu sendiri. Apabila filosofis dan psikologis tidak bersatu, maka perkembangan di dalam dunia pendidikan juga tidak berhasil secara maksimal dan menyeluruh.
BalasHapusNama : Fatima Nur Warisma
NIM : 2186206039
Prodi : PGSD
Kelas : 1/A
Menurut saya landasan filosofis dan psikologis sangat penting bagi pengembangan kurikulum, karena 2 landasan tersebut memiliki faham yang saling mendukung. Landasan filosofis merupakan pertimbangan dan landasan psikologis merupakan pemahaman. Jadi pengembangan kurikulum harus mempertimbangkan dengan tepat bagaimana kurikulum tersebut bisa berjalan dan diterima oleh semua peserta didik maupun pendidik, begitu juga pengembangan kurikulum harus memahami bagaimana karakteristik, aspek kejiwaan peserta didik agar dapat mengembangkan kurikulum tersebut dengan tepat dan sistematis.
BalasHapusNama : Erma Ristiana
NIM : 2186206035
Prodi : PGSD 1A
1. Landasan filosofis..
BalasHapusOrang yang paham akan landasan filosofis akan akan menjadi orang yang mengetahui banyak ilmu pengetahuan dan bijak dalam berperilaku atau berperilaku semestinya. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Pengetahuan akan di dapat dari berpikir secara mendalam, yang biasa di sebut dengan berpikir Radikal. Berpikir secara Radikal termasuk orang yang berfilsafat. Jika dirumuskan, filsafat adalah kajian tentang metafisika, epistemologi, aksiologi, etika, estetika, dan logika.
2. Landasan psikologis
Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju dewasa, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Tapi meski begitu, tidak semua perubahan perilaku manusia mutlak akibat dari pendidikan. Perubahan perilaku manusia bisa juga dari pengaruh faktor kematangan dan faktor dari luar program pendidikan atau lingkungan. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan/program pendidikan, sudah pasti berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik. Kurikulum diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik.
Nama : Fathinaturrazan Nasywa
Kelas : 1A PGSD
NIM : 2186206038
Menurut pendapat saya tentang pentingnya landasan filosofis dan psikologis pada pengembangan kurikulum adalah :
BalasHapus1.Landasan Filosofis adalah membahas tentang segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk dalam pendidikan dan untuk memberikan arah dan metodologi terhadap praktis pendidikan ,sedangkan praktik pendidikan memberikan bahan pertimbangan filosofis.dengan adanya ilmu filsafat menjadikan kita menjadi orang yang lebih kritis dalam segala hak akan sebuah kebijakan. Yang berfungsi sebagai salah satu perspektif pemikiran yang diterapkan pada proses dan sebagai dasar untuk menentukan perencanaan dan isi kurikulum. Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekontruksi yang konstan dari pengalaman ,setiap fase perkembangan merupakan fase kehidupan. Pendidikan merupakan aktivitas yang sistematis dengan menggunakan filsafat sebagai alat ukur untuk menyusun pendidikan.
2.Landasan Psikologis adalah proses pendidikan yang terjadi antara interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya baik lingkungan yang bersifat fisik maupun bersifat sosial. Kurikulum diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik serta kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama. Untuk dijadikan landasan dalam mempertimbangkan bobot belajar pada masing-masing tingkatan dan jenjang serta beban belajar yang mesti diselaraskan dengan tingkat perkembangan psikologis dan kejiwaan peserta didik.
Nama:Khusnul Arifa
Nim:2186206012
Kelas:PGSD 1/1A
Pendapat Saya tentang pentingnya landasan filosofis (filsafat) dan landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum yaitu :
BalasHapus1. Landasan filosofis(filsafat)
Didalam pengembangan kurikulum , landasan filosofis sangat penting yaitu karena Orang yang belajar filsafat akan menjadi orang yang mengerti , berbuat secara bijak, dan berpikir secara mendalam. Dengan adanya landasan filosofis kita(pendidik) bisa menyusun bahan ajar yang konkret, dipilih betul-betul yang berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sistematis dan mendetail, serta adanya kegiatan-kegiatan yang lebih menyeluruh.
2. Landasan Psikologis
Didalam pengembangan kurikulum, landasan psikologis ini juga sangat penting. Karena landasan ini berkaitan dengan perilaku manusia. Dan pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, dan bagaimana peserta didik belajar. Terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Keduanya sangat diperlukan baik dalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian.
Oleh karena itu kedua landasan diatas sangat penting dalam pengembangan kurikulum, karena dijadikan landasan untuk menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran peserta didik nantinya yang bersifat menyeluruh.
NAMA : AFIFAH KHOIRINNISSA
NIM : 2186206017
KELAS : PGSD 1A
Landasan Filosofis dan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum berperan penting dalam pengembangan kurikulum karena,
BalasHapus-Landasan Filosofis
Filosofis( love of wisdom) yang artinya cinta akan kebijakan, maksudnya orang yang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat bijak. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Pengetahuan didapatkan dari berfikir secara radikal/mendalam. Landasan filosofis sangat penting untuk membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk permasalahan Pendidikan. Filsafat memberikan arah dan metodelogi praktis pendidikan. Sedangkan pendidikan memberikan bahan bagi pertimbangan bagi filosofis.
-Landasan Psikologis
Landasan psikologis juga sangat penting dalam pengembangan kurikulum karena pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia, setiap proses Pendidikan akan terjadi interaksi antar- individu, peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan lingkungannya. Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh landasan psikologis yang meliputi kajian tentang dan bagaimana perkembangan peserta didik serta bagaimana peserta didik belajar. Sehingga kurikulum yang sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan, diharapkan mampu merubah perilaku peserta didik menjadi lebih baik, dan mampu mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual.
Jadi bisa dipastikan bahwa landasan filosofis dan landasan psikologis penting dalam pengembangan kurikulum, beberapa diantaranya untuk mengembangkan kemampuan potensial, kemampuan berfikir secara mendalam, kemampuan memcahkan masalah, kemampuan berinteraksi dengan sekitar, dan lain sebagainya.
Nama : Dwi Dita Dyah Purbaningrum
NIM : 2186206032
Kelas : PGSD 1A
Menurut pendapat saya,
BalasHapuslandasan filosofis atau disebut dengan fisafat yang artinya cinta akan kebijakan,landasan filosofis sangat penting bagi pendidikan di indonesia salah satunya dalam pengembangan kurikulum .
landasan filosofis ini dijadikan sebagai induk dari semua pengetahuan seperti Metafisika, Epistemologi, Aksiologi, Etika, Estetika, Logika. Dan pada landasan filosofis ini diharapkan dapat mengatur dan Menyusun pelaksanaan Pendidikan dilakukan secara sistematis dan tepat. Berfilsafat juga sering disebut dengan berpikir secara radikal. Sedangkan landasan psikologis yaitu kondisi karakteristik psikofisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku dalam interaksinya dengan lingkungan. Pada landasan psikologis meliputi perubahan perilaku yang dipengaruhi oleh faktor kematangan maupun faktor dari luar program pendidikan atau lingkungan. Perilaku Manusia senantiasa berkaitan dengan pendidikan, terutama pada pengembangan Kurikulum. Yang diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik serta kemampuan-kemampuan baru yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama.
Nama : Endah Dwi Rawanti
Nim : 2186206033
Kelas. :PGSD 1/A
Menurut pendapat saya landasan filosofis sangat penting dalam pendidikan berfilsafat supaya orang paham dalam berbagai hal. Berfilsafat membuat seseorang menjadi bijak dan berpikir sampai ke akarnya. Orang bijak pasti memiliki pengetahuan dan pengetahuan itu dia dapatkan dari berfikir secara radikal.
BalasHapusLandasan psikologis mempunyai peran penting dalam berpendidikan yang membuat interaksi peserta didik dengan lingkungannya bersifat sosial. Karena ini diharapkan peserta didik dapat merubah sifat dari kanak-kanak menjadi dewasa. Perubahan ini senantiasa akan membuat lingkungan menjadi tentram karena perubahan sifat tersebut.
Nama : Bryan Difa Prayoga
NIM : 2186206005
Kelas : 1 PGSD A
Proses dalam mengembangkan kurikulum tidak semata-mata hanya mengembangkan tanpa dasar, sebab jika itu terjadi maka pengembangan kurikulum tidak akan terlaksana. Pengembang wajib memperhatikan bentul landasan-landasan pengembangan kurikulum. Sebab, ini berguna dalam mengawal proses dari pengembangan kurikulum agar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Menelaah lebih lanjut berkaitan tentang pentingnya kurikulum maka, dalam pengembangnnya diperlukan sebuah landasan yang kuat, melalui pemikiran dan perenungan yang mendalam. Beberapa landasan inti dalam mengembangkan kurikulum, yaitu landasan filosofis dan landasan psikologis.
BalasHapusNama : Azi' Prastya
Kelas : 1A PGSD
NIM : 2186206027
1. Landasan filosofis sangatlah penting dengan landasan ini kita bisa bisa menjadi lebih bijak dalam berpengetahuan. Landasan ini sangat penting dalam kehidupan karena kita akan menghadapi berbagai masalah khusus nya masalah pendidikan landasan Ini sangatlah membantu.landasan ini juga akan membawa kita ke pemikiran radikal yang dimaksud lebih mendalam.jadi bila kita berpikiran secara mendalam kita bisa membuat kurikulum untuk kemajuan pendidikan guna perubahan siswa.
BalasHapus2. Landasan psikologis juga sangatlah penting guna perubahan peserta didik,karena disini peserta didik lebih di didik tentang kepribadiannya ,siswa bisa terpengaruh dari luar tidak hanya dari sekolah saja jadi Landasan Ini sangat penting.disini kita bisa lebih dewasa mengandalkan pemikiran.landasan ini juga penting untuk kurikulum guna bagaimana perkembangan dan belajarnya peserta didik. Dan psikologis setiap peserta didik itu berbeda beda jadi kita harus bisa memahami karekteristik peserta didik kita.
Nama : Erlian medikawati
NIM : 2186206034
Kelas : PGSD 1/A
Filsafat dalam pendidikan ada untuk menjadi landasan dalam merancang tujuan pendidikan, prinsip-prinsip pembelajaran, serta perangkat pengalaman belajar yang bersifat mendidik. Filsafat juga dapat menentukan isi atau materi pelajaran yang harus diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Sedangkan adanya psikologi dalam pendidikan adalah sebagai acuan untuk menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan. Pengetahuan tentang psikologi akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realistis dalam memilih tujuan pendidikan. Dengan menerapkan landasan filosofis dan psikologi dalam proses pengembangan kurikulum diharapkan pendidikan yang dilaksanakan dapat relevan dengan hakikat peserta didik. Jadi itulah mengapa kedua landasan tersebut penting bagi pendidikan dan proses pengembangan kurikulum.
BalasHapusNama : Alifa Hanun Nabila
Nim : 2186206019
Kelas : PGSD 1/A
Landasan filosofis sangat penting karena dengan adanya landasan filosofis kita bisa berbuat secara bijak. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan yang diperoleh melalui proses berpikir, yaitu berpikir secara radikal, menyeluruh dan mendalam (Socrates). Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi manusia, termasuk masalah pendidikan.Tujuan filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktis pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberiakan bahan bagi pertimbangan filosofis.
BalasHapusLandasan psikologis juga penting berhubungan dengan perkembangan peserta didik.Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antar-individu, yaitu antara peserta didik dengan pendidik dan juga antara peserta didik dengan orang-orang yang lainnya.Kondisi psikologis merupakan “karakteristik psiko-fisik seseorang sebagai individu, yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku dalam interaksi dengan lingkungan”. Perilaku-perilakunya merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupannya, baik yang tampak maupun yang tidak tampak, perilaku kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta bagaimana peserta didik belajar.
Jadi kedua landasan tersebut sangat penting dan kurikulum juga sangat bermanfaat sebagai alat untuk mencapai tujuan atau program pendidikan yang berhubungan dengan proses perubahan perilaku peserta didik juga dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual peserta didik.
NAMA : AFIFAH INTAN
MARTA DINITASARI
NIM : 2186206003
KELAS : PGSD 1/A
Pendapat saya tentang pentingnya landasan filosofis dan psikologis didalam pengembangan kurikulum adalah: sangat penting, mengapa dikatakan sangat penting? dikarenakan pada hakikatnya untuk pengembangan kurikulum sendiri harus ada landasan-landasannya terlebih dahulu.untuk pencangkupan landasan tersebut terdapat landasan filosofis dimana filosofis itu diartikan sebagai kecintaan nya terhadap kebijakan yang dapat diuraikan bahwa seseorang yang sudah ditanamkan kebijakan didalam dirinya akan membawa seseorang itu dapat menyelesaikan suatu permasalahannya sendiri atau permasalahan yang ada disekitar nya.dan untuk landasan psikologis sendiri itu dapat diartikan sebagai karakter psikofisik yang berada didalam diri seseorang dalam interaksi nya dengan lingkungan sekitar nya, yang mana dilingkungan pendidikan sendiri harus ada keaktifan secara terus menerus untuk interaksi yang terjadi antara seorang pendidik dengan muridnya dan seluruh warga yang ada dilingkungan tersebut supaya landasan psikologis dapat membangun, merubah, dan mengarah keproses yang dituju sehingga akan terjadi pencapaian hasil yang maksimal.
BalasHapusJadi untuk kesimpulan nya adalah adanya kesinambungan antara landasan filosofis dengan landasan psikologis yang tujuannya untuk pencapaian hasil yang maksimal dan sudah ditentukan.
NAMA : DEVITA EKA YULIA SAPUTRI
KELAS : PGSD 1A
NIM : 2186206031