landasan Pengembangan Kurikulum kelas B

 Landasan Filosofis dan Psikologis Pengembangan Kurikulum

 Landasan Filosofis 

Secara bahasa, Filosofis (Filsafat) dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar berfilsafat agar ia menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat juga sering disebut dengan berpikir secara radikal, berpikir sampai ke akar. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Pengetahuan akan didapatkan dari berpikir secara mendalam. Selanjutnya, berpikir secara mendalam ini disebut sebagai pemikiran radikal.
Sebagai induk dari semua pengetahuan (the mother of knowledge), filsafat dapat dirumuskan sebagai kajian tentang:
a.       Metafisika, yakni studi tentang hakikat kenyataan atau realitas
b.      Epistemologi, yakni studi tentang hakikat pengetahuan
c.       Aksiologi, yakni studi tentang nilai
d.      Etika, yakni studi tentang hakikat kebaikan
e.       Estetika, yakni studi tentang hakikat keindahan
f.       Logika, yakni studi tentang hakikat penalaran[2]
Filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk masalah pendidikan. Kemudian muncul Filsafat Pendidikan. Donald Butler mengungkapkan, filsafat memberikan arah dan metodologi terhadap praktis pendidikan, sedangkan praktik pendidikan memberiakan bahan bagi pertimbangan filosofis.
John Dewey mempunyai pandangan yang hampir sama dengan Donald Butler. Bagi Dewey filsafat dan filsafat pendidikan adalah sama. Dalam Filsafat Pendidikan juga dikenal banyak pandangan dan aliran. Setiap landasan memiliki landasan metafisika, epistemilogi, dan aksiologi tentang maslah pendidikan yang berbeda.

1.      Dasar Filsafat Dewey
Cirri utama filsafat Dewey adalah konsepsinya tentang dunia yang selalu berubah, mengalir, atau on going-ness. Filsafat Dewey lebih berkenan dengan epistemologidan tekanannya terhadap proses berpikir. Proses berpikir merupakan salah satu dengan pemecahan yang bersifat tentatif, antara ide dan fakta, antara hipotesis dan hasil. 
Tujuan perkembangan manusia adalah self realization. Yaitu, suatu yang kongkret bersifat empiris tidak dapat dipisahkan dari pengalaman dan lingkungan. Hanya saja dapat diperoleh melalui pengalaman dan interaksi dengan yang lain.

2.      Teori Pendidikan Dewey
Pendidikan menurut John Dewey adalah perkembangan dari sejak lahir sampai menjelang kematiannya. Sehingga, pendidikan juga dikatakan kehidupan. Proses pendidikan bersifat kontinu, merupakan reorganisasi, rekontruksi, dan pengubahan pengalaman hidup.
Pendidikan merupakan reorganisasi dan rekontruksi yang konstan dari pengalaman. Setiap fase perkembangan kehidupan merupakan fase pendidikan. Mulai dari masa kanak-kanak, masa muda, dan dewasa, semuanya adalah fase pendidikan. Pendidikan itu tidak berakhir, kecuali kalau seseorang itu telah mati.
Syarat menyusun bahan ajaran menurut Dewey adalah:
a.       Bahan ajaran hendaknya kongkret, dipilih yang betul-betul berguna dan dibutuhkan, dipersiapkan secara sitematis dan mendetai.
b.      Pengetahuan yang diperoleh sebagai hasil belajar, hendaknya ditempatkandalam kedudukan yang berarti, yang memungkinkan dilaksanakannya kegiatan baru, dan kegiatan kegiatan yang lebih menyeluruh.
Bahan pelajaran harus mendorong anak untuk bergiat dan berbuat. Kita mengharapkan anak-anak yang aktif, yang bekerja, dan bereksperimen. Guru haru menempatkan dirinya dalam seluruh interaksinya dengan kebutuhan, kemampuan, dan kegiatan siswa. Guru juga harus memilih bahan-bahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan lingkungan.  
Al ‘Ainain (1980) menyatakan bahwa Filsafat Pendidikan merupakan aktivitas yang teratur (sistematis) yang menggunakan filsafat sebagai alat untuk mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan, dan menjelaskan nilai-nilai serta tujuan-tujuan yang mengarahkan berlangsungnya pelaksanaan pendidikan secara tepat.[3]
Kemudian, sekolah memiliki fungsi khusus sebagai bagian dari lingkungan manusia. Antara lain:
a.       Menyediakan lingkungan yang disederhanakan. Tidak mungkin kita memasukkan seluruh peradaban manusia yang sangat kompleks ke sekolah. Begitu pula sebaliknya.
b.      Membentuk masyarakat yang akan datang yang lebih baik. Siswa tidak belajar dari masa lalu, tetapi belajar dari masa sekarang untuk memperbaiki masa yang akan datang.
c.       Mencari keseimbangan dari bermacam-macam unsur yang ada di dalam lingkungan.  Sekolang memberi kesempatan kepada setiap individu/ siswa untuk memperoleh lingkungan hidupnya.

C.    Landasan Psikologis
Pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik  dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Harus  diingat  bahwa  walaupun  pendidikan  dan  pembelajaran adalah upaya untuk mengubah perilaku manusia, akan tetapi tidak semua perubahan perilaku manusia/peserta didik mutlak sebagai akibat dari intervensi program pendidikan.
Perubahan  perilaku  peserta  didik  dipengaruhi  oleh  faktor kematangan  dan  faktor  dari  luar  program  pendidikan  atau lingkungan. Kurikulum sebagai alat untuk mencapai tujuan/program pendidikan, sudah pasti berhubungan dengan proses perubahan perilaku  peserta didik.  Kurikulum diharapkan dapat menjadi alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual  peserta  didik  serta  kemampuan-kemampuan  baru  yang dimiliki dalam waktu yang relatif lama.
Pengembangan  kurikulum harus  dilandasi  oleh  asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik,  serta  bagaimana peserta didik belajar. Kondisi Psikologis adalah kondisi karakteristik psikofisik seseorang sebagai individu yang dinyatakan dalam berbagai bentuk prilaku dalam interaksinya dengan lingkungan. Prilakunya merupakan cirri dari kehidupannya yang tampak maupun yang tidak tampak, yakni prilaku kognitif, afektif maupun psikomotorik.[4]
Minimal terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Keduanya sangat diperlukan, baik didalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian.[5] Psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu pribadi anak didik berkenaan dengan perkembangannya. Dalam psikologi perkembangan yang dalam term tertentu disamakan dengan ilmu Jiwa Perkembangan, di dalamnya dikaji tentang hakekat perkembangan, pentahapan perkembangan anak, aspek-aspek perkembangan, tugas-tugas perkembangan individu, serta hal-hal lainnya yang berhubungan perkembangan individu, yang semuanya dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dan mendasari pengembangan kurikulum.
Untuk dijadikan landasan dalam mempertimbangkan bobot belajar pada masing-masing tingkatan dan jenjang serta beban belajar yang mesti diselaraskan dengan tingkat perkembangan psikologi dan kejiwaan peserta didik.[6]
a.       Psikologi perkembangan
Psikologi perkembangan membahas perkembanga individu yang dimulai sejak masa konsepsi hingga dewasa. Individu ialah anak ataupun orang dewasa yang merupakan kesatuan jasmani dan rohani yang tidak dapat dipisah-pisahkan dan menunjukkan karakteristik-karakteristik tertentu yang khas. Individu adalah manusia adalah sesuatu yang sangat kompleks tetapi unik.ia memiliki banyak aspek seperti jasmani, intelektual, social, emosional, moral, tetapi keseluruhannya membentuk satu kesatuan yang khas.[7]
Dikenal terdapat tiga teori atau pendekatan tentang perkembangan individu, yaitu pendekatan pentahapan (stage approach), pendekatan diferensial (differential approach), dan pendekatan ipsatif (ipsative approach). Menurut pendekatan pentahapan, perkembangan invidu berjalan melalui tahap-tahap perkembangan. Setiap tahap perkembangan mempunyai karakteristik tertentu yang berbeda dengan tahap yang lainnya. Pendekatan diferensial melihat bahwa individu memiliki persamaan dan perbedaan. Atas dasar persamaan dan perbedaan tersebut individu dikatagorikan atas kelompok-kelompok yang berbeda. Kita mengenal ada kelompok individu berdasarkan jenis kelamin, ras, agama, status social-ekonomi, dan sebagainya. Kedua pendekatan tersebut berusaha untuk menarik atau membuat generalisasi yang berlaku untuk semua individu. Namun dalam kenyataannya seringkali ditemukan adanya sifat-sifat individual, yang hanya dimiliki oleh seorang individu dan tidak dimiliki oleh yang lainnya. Pendekatan yang berusaha melihat karakteristik individu-individu inilah yang dikelompokkan sebagai pendekatan isaptif.[8]
b.      Psikologi belajar
Psikologi belajar merupakan suatu studi tentang bagaimana individu belajar. Secara sederhana, belajar dapat diartikan sebagai perubahan tingkah laku yang terjadi melalui pengalaman. Segala perubahan tingkah laku baik yang berbentuk kognitif, afektif, maupun psikomotor dan terjadi karena proses pengalaman dapat dikatagorikan sebagai perilaku belajar. Menurut Morris L. Bigge dan Maurice P. Hunt ada tiga rumpun teori belajar, yaitu teori disiplin mental, behaviorisme, dan Cognitive Gestalt Field.[9]
Menurut teori disiplin mental dari kelahirannya anak telah memiliki potensi-potensi tertentu seperti daya untuk mengamati, menanggap, mengingat, berpikir, memecah masalah, dan sebagainya. Belajar merupakan upaya mengembangkan potensi-potensi tersebut. Pada teori behaviorisme berangkat dari asumsi bahwa anak atau individu tidak memiliki/membawa potensi apa-apa dari kelahirannya. Perkembangan anak ditentukan oleh factor-faktor dari lingkungan. Rumpun ketiga ialah  Cognitive Gestalt Field, menurut teori ini belajar adalah proses mengembangkan insight atau pemahaman baru atau mengubah pemahaman lama. Pemahaman terjadi apabila individu menemukan cara baru dalam menggunakan unsur-unsur yang ada dalam lingkungan, termasuk struktur tubuhnya sendiri. Gestalt Field melihat bahwa belajar itu merupakan perbuatan yang bertujuan, eksploratif, imajinatif, dan kreatif. 

Tugas: Tuliskan pendapat anda di kolom komentar tentang pentingnya landasan Filosofis dan 
             Psikologis    dalam Pengembangan Kurikulum. Komentar minimal 100 karakter
( tulis nama dan kelas di akhir komentar)

Komentar

  1. Dengan adanya ilmu filsafat menjadikan kita menjadi orang yang lebih kritis dalam segala hak akan sebuah kebajikan. Filsafat mengajarkan kita untuk berpikir sampai ke akarnya dan berpikir secara mendalam. Dan dalam ilmu filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi manusia.
    Pendidikan psikologis memberikan perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Faktor perilaku peserta didik dipengaruhi oleh faktor kematangan. Filsafat fan psikologis saling berkaitan satu sama lain, dan saling melengkapi. Karena untuk berpikir sehat diperlukan psikologis yang sehat.

    BalasHapus
  2. Nama : Tri Umi Lestari
    NIM : 2186206087

    Dengan adanya ilmu filsafat menjadikan kita menjadi orang yang lebih kritis dalam segala hak akan sebuah kebajikan. Filsafat mengajarkan kita untuk berpikir sampai ke akarnya dan berpikir secara mendalam. Dan dalam ilmu filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi manusia.
    Pendidikan psikologis memberikan perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Faktor perilaku peserta didik dipengaruhi oleh faktor kematangan. Filsafat fan psikologis saling berkaitan satu sama lain, dan saling melengkapi. Karena untuk berpikir sehat diperlukan psikologis yang sehat.

    BalasHapus
  3. Diibaratkan dengan pembuatan sebuah rumah yang hampir ambruk karena tidak kokohnya bangunan rumah tersebut, hal ini serupa dengan pendidikan, jika landasan pendidikan sebagai inti kegiatan tidak sesuai maka yang ambruk adalah manusianya.
    Inilah mengapa dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan landasan yang menjadi acuan bagi seorang perumus kurikulum.
    Landasan psikologis mengkaji kesamaan antara perkembangan peserta didik, kesiapan mental serta fisik dengan kompleksitas bahan ajar sehingga kegiatan pembelajaran serta pelatihan akan berjalan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
    Sedangkan landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum adalah asumsi yang didapat dari hasil berpikir secara mendalam, analitis, logis, dan sistematis dalam merencanakan, melaksanakan, membina dan mengembangkan kurikulum.
    Pertimbangan psikologi dan filosofis diperlukan dalam memilih dan menentukan isi dari mata pelajaran yang hendak disampaikan kepada peserta didik supaya kedalaman materi sesuai dengan perkembangan peserta didik.
    Proses dalam mengembangkan kurikulum tidak hanya mengembangkan tanpa dasar, karena apabila itu terjadi maka pengembangan kurikulum tidak akan terlaksana. Pengembang wajib memperhatikan landasan-landasan pengembangan kurikulum. Karena hal itu berguna dalam mengawal proses pengembangan kurikulum agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.
    Sehingga anak tidak menjadi korban ketidak mampuan dalam memahami isi dari pembelajaran yang didapat.
    Lisa Ayu Pramesti (PGSD, 1/B)

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Pengembangan kurikulum membutuhkan unsur pendidikan khususnya, landasan yang kokoh yang secara langsung relevan dengan siswa. Tujuan dari kurikulum itu sendiri adalah untuk mengubah perilaku siswa. Dan disinilah landasan filosofis dan psikologis berperan penting dalam pengembangan kurikulum pendidikan.
    Filsafat membahas sesuatu dari segala aspek yang mendalam sampai ke akar-akarnya, tetapi kebenaran ilmu itu relatif karena hanya dilihat dari sudut pandang observasional dan hanya sebagian saja. Filsafat berfungsi sebagai praktik pemecahan masalah pedagogis. Ini juga berfungsi sebagai salah satu perspektif pemikiran yang diterapkan pada proses dan sebagai dasar untuk menentukan perencanaan dan isi kurikulum yang dibuat. Untuk mengembangkan suatu konsep kurikulum untuk mencapai segala cita-cita dan tujuan sebagai suatu kurikulum diperlukan suatu falsafah sebagai landasan acuan atau pemikirannya.
    Aspek psikologis pengembangan kurikulum perlu diperhitungkan. Proses penerapan kurikulum faktor psikologis sangat perlu diperhatikan. Psikologi memiliki dua aspek: psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan berkaitan dengan aspek motivasi siswa dalam mengimplementasikan kurikulum. Psikologi pembelajaran, di sisi lain, meneliti bagaimana siswa terlibat dalam kegiatan belajar.

    Nama : Risma Putri Cahyani
    NIM : 2186206061
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  6. Menurut saya landasan filosofis dan psikologis dalam perkembangan kurikulum itu penting.
    Yang mana landasan filosofis diartikan sebagai cinta akan kebijakan dan jika kurikulum dikaitkan dengan landasan filosofi maka dapat menjadikan manusia yang mengerti dan ketika ia akan bertindak maka akan bertindak secara bijak tentunya orang bijak perlu memiliki pengetahuan. Dilandasan ini juga membahas mengenai permasalahan yang sering terjadi termasuk masalah pendidikan. Dengan demikian kurikulum akan lebih baik dengan landasan ini yang akan dapat menghasilkan manusia yang dapat menyelesaikan masalahnya
    Selain itu landasan psikologis memiliki peran yang penting juga karena landasan ini membahas tentang pendidikan yang selalu berkaitan dengan perilaku manusia dan interaksinya terhadap lingkungan. Dan kurikulum dengan landasan ini berharap dapat menghasilkan manusia yang kreatif, inovatif, berfikir kritis dan juga berkarakter
    Mufid Indra Setiawan ( 2186206049)

    BalasHapus
  7. Saya Wista Eka Priatna, dengan NIM 2186206072. Menurut pendapat saya tentang landasan Filosofis dan Psikologis dalam Pengembangan Kurikulum itu sangat penting. Mengapa ? Karena filosofis sendiri mempunyai arti "Cinta akan Kebijakan". Yang artinya barang siapa yang belajar berfilsafat agar menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak. Selain itu barang siapa yang belajar berfilsafat juga disebut dengan berpikir secara radikal. Filsafat Pendidikan juga aktivitas yang teratur yang menggunakan filsafat sebagai alat untuk mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan, dan menjelaskan nilai-nilai serta tujuan-tujuan yang mengarahkan berlangsungnya pelaksanaan pendidikan secara tepat, sehingga dengan mengetahui pernyataan tersebut landasan filosofis saya katakan sangat penting. Sedangkan landasan psikologis pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan juga mempunyai manfaat karena adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Yang nantinya juga bisa memberikan pengaruh terhadap karteristik peserta didik.

    BalasHapus
  8. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  9. Nama : Wahyu Nugroho
    NIM : 2186206070
    Menurut saya dalam konsep pengembangan kurikulum landasan Filosofis berperan sebagai sudut pandang pemikiran-pemikiran yang diterapkan pada proses dan pelaksanaan pemecahan masalah pendidikan. Serta dijadikan salah satu dasar penentuan rencana dan segala cita-cita dan tujuan sebagai konten dari kurikulum yang dibuat. Serta kurikulum sendiri membutuhkan filsafat sebagai acuan atau landasan berpikir. Memang benar seperti yang dijelaskan diartikel tersebut bahwa pendidikan senantiasa berkaitan dengan perilaku manusia. Serta dalam setiap proses pendidikan pula terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik itu lingkungan secara fisik maupun lingkungan sosial yang ada. Maka dari itu pengembangan kurikulum juga harus dilandasi dengan asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan juga bagaimana perkembangan peserta didik serta yang paling penting bagaimana peserta didik belajar. Hal ini dalam pelaksanaan kurikulum faktor psikologi sangat perlu diperhatikan. Setidaknya ada dua bidang dalam landasan psikologis yang mendasari perkembangan kurikulum ini. Yaitu meliputi psikologi perkembangan dan juga psikologi belajar jadi apabila perkembangan kurikulum berdasarkan landasan Filosofis serta psikologis dapat menjadikan manusia menjadi lebih bijak, berpengetahuan yang luas serta mempunyai sebuah karakter yang sangat baik.

    BalasHapus
  10. Menurut saya landasan filosofis dan psikologis dalam perkembangan kurikulum sangat penting karena dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar berfilsafat agar menjadi orang mengerti dan berbuat secara bijak. Berfilsafat juga sering disebut dengan berfikir sampai ke akar. Orang yang bijak harus memiliki pengetahuan. Filsafat dapat dirumuskan sebagai kajian tentang metafisika, epistemologi,aksiologi, etika, estetika, logika. Dalam ilmu filsafat membahas segala permasalahan yang dihadapi manusia. Pendidikan psikologis memberikan perubahan perilaku peserta didik didik menuju kedewasaan mental maupun emosional. Perubahan perilaku peserta didik dipengaruhi oleh faktor kematangan dan faktor dari luar program pendidikan atau lingkungan. Untuk dijadikan landasan dalam mempertimbangan bobot belajar pada masing-masing tingkatan dan jenjang serta beban belajar yang mesti diselaraskan dengan tingkat perkembangan psikologis dan kejiwaan peserta didik.

    Nama : Saudah
    NIM : 2186206062
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  11. Menurut saya, Dalam pengembangan kurikulum landasan filosofis dan landasan psikologis sangat penting karena dijadikan acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka hasil kerja pengembangan tidak akan memiliki nilai efektif terhadap terwujudnya tujuan pendidikan.
    Karena landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum adalah rumusan yang didapatkan dari hasil berfikir secara mendalam, analitis, logis dan sitematis dalam merencanakan, melaksanakan, membina dan mengembangkan kurikulum. Sedangkan, landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum adalah upaya pendidikan yang dilakukan dapat menyesuaikan dengan hakikat peserta didik, baik dari segi materi atau penyampaian. Dalam mengembangkan kurikulum harus memiliki dasar yang tepat, pengembang wajib memperhatikan landasan-landasan pengembangan kurikulum. Karena landasan tersebut berguna dalam mengawal proses pengembangan kurikulum agar sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Sehingga peserta didik tidak menjadi korban ketidak mampuan dalam memahami isi dari materi pembelajaran yang diajarkan.

    Nama : Puji Evasari
    Nim : 2186206057
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  12. Menurut saya, landasan filosofis dan landasan psikologis sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Sebab, filosofis dapat diartikan dengan cinta akan kebijakan. Orang yang belajar filsafat akan menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak dan berpikir sampai secara lebih mendalam. Dan ini sangat penting dalam pengembangan kurikulum. Pengembangan kurikulum harus diputuskan secara bijak, dipikirkan secara mendalam, dan dilakukan pengujian terlebih dahulu supaya tidak terjadi kegagalan ketika kurikulum tersebut telah diterapkan. Karena tujuan dari kurikulum adalah perubahan perilaku peserta didik . Filosofis berperan sebagai pelaksanaan pemecahan masalah pendidikan.
    Landasan psikologis dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Walaupun pendidikan dan pembelajaran adalah upaya untuk mengubah perilaku manusia, akan tetapi tidak semua perubahan perilaku manusia atau peserta didik sebagai akibat dari intervensi program pendidikan.
    Nama : Lusi Duwi Lestari
    NIM : 2186206047
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  13. Kurikulum merupakan suatu program untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Dan untuk mencapai tujuan pasti adanya suatu pengembangan, dimana salah satu faktornya adalah landasan filosofis. Landasan filosofis atau filsafat mengajarkan menjadi orang yang mengerti dan berbuat secara bijak karena di setiap perbuatan yang pasti dipikirkan dahulu apa yang baik dan buruk. Dalam hal singkatnya filosofis berperan membantu mengetahui sisi normatif, moral dan estetika. Dalam hal ini pendidikan filsafat digunakan sebagai alat untuk mengatur dan melaksanakan tujuan juga memperoleh fungsi-fungsi khusus yang dapat digunakan untuk lingkungan manusia dan sekolah.
    Faktor berikutnya adalah psikologis yang terkait dengan perilaku. Landasan ini sangat penting karena dapat merubah perilaku peserta didik jika diterapkan dalam pendidikan, dan kurikulum digunakan sebagai alat untuk mengembangkan kemampuan potensial menjadi kemampuan aktual yang pada tingkatan, jenjang serta beban belajar disamakan dengan tingkat perkembangan psikologi dan kejiwaan peserta didik agar menghasilkan peserta didik yang baik dan cerdas.

    Nama : Asprillia Siswandani
    Nim : 2186206056

    BalasHapus
  14. Menurut saya landasan filosofis sangat penting dalam pengembangan kurikulum karena, landasan filosofis ini merupakan salah satu dasar penentuan rencana juga konsep kurikulum agar cita-cita dan tujuan dibuatnya kurikulum dapat tercapai. Kajian-kajian dalam landasan filosofis tentang kurikulum juga akan menjawab permasalahan yang ada di sekitar. Menurut jurnal yang saya baca (Safaruddin, 2015:103) landasan filsafat dalam pengembangan kurikulum memiliki 4 fungsi antara lain dapat menentukan arah dan tujuan pendidikan, dapat menentukan materi maupun isi mata pelajaran yang harus dipelajari, dapat menentukan strategi atau cara pencapaian tujuan, dan yang terakhir adalah dapat menentukan tolak ukur keberhasilan proses pendidikan.

    Landasan psikologi juga tidak kalah penting dalam pengembangan kurikulum karena, pada landasan ini memandang aspek kesiapan peserta didik dalam proses pelaksanaan kurikulum. Selain itu landasan psikologi juga belajar mengkaji Bagaimana peserta didik dapat melakukan kegiatan belajar. Pengetahuan tentang psikologi juga akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realistis dalam memilih tujuan pendidikan.

    Dalam mengembangkan kurikulum maka diperlukan landasan yang kokoh seperti landasan filosofis dan landasan psikologi. Karena, tujuan dari kurikulum yang telah disampaikan adalah perubahan perilaku peserta didik. Apabila kurikulum tidak menggunakan landasan filosofis dan psikologi maka, kurikulum tersebut tidak akan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik dan cara mereka dalam belajar.

    Nama : Hardiana Rizqiyani Listari
    Nim : 2186206044
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  15. Menurut saya landasan Filosofi dan Psikologis sangatlah penting dalam perkembangan suatu kurikulum. Dalam pengembangan kurikulum tentunya dibutuhkan landasan-landasan. Dengan menerapkan filosofis dan pskologis dalam kurikulum orang yang mengerti filsafat akan lebih berbuat dijak dan memililiki pengetahuan yang lebih. Selain itu filsafat juga membahas segala permasalahan termasuk masalah pendidikan yang kemudian muncul filsafat pendidikan. Dalam pengembangan kurikulum, diperlukan landasan landasan sebagai asas dalam melakukan kerja pengembangan kurikulum pendidikan. Ini harus dijadikan acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka hasil kerja pengembangan tidak akan memiliki nilai efektifitas terhadap terwujudnya tujuan
    Dalam pengembangan kurikulum filosofis berperan sebagai sudut pandang pemikiran-pemikiran yang diterapkan pada proses dan pelaksanaan pemecahan suatu masalah pendidikan. Serta dijadikan salah satu dasar dalam penentuan rencana dan konsep kurikulum agar tercapai segala cita-cita dan tujuan sebagai konten dari kurikulum yang dibuat. untuk itu pengembangan kurikulum membutuhkan filsafat sebagai acuan atau landasan berpikir.
    Selain landasan Fisolofis Aspek psikologi dalam pengembangan kurikulum perlu dipertimbangkan. Dalam proses pelaksanaan kurikulum faktor psikologi sangat perlu diperhatikan. Psikologi dalam hal ini ada dua aspek yakni psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi Perkembangan memandang hal kesiapan peserta didik dalam proses pelaksanaan kurikulum. Sedangkan Psikologi Belajar mengkaji bagaimana peserta didik dalam melakukan kegiatan balajar.


    Nama : Nanda Dwi Pratama
    NIM : 2186206053
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  16. Menurut saya landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum itu sangat penting dan berkaitan.
    Filosofis berperan sebagai sudut pandang pemikiran yang diterapkan dalam proses dan realisasi pemecahan masalah pendidikan serta dijadikan salah satu dasar penentuan rencana dan konsep kurikulum agar tercapai segala cita-cita dan tujuan dari kurikulum yang dibuat. Pengembangan kurikulum membutuhkan filsafat sebagai acuan atau landasan berfikir.
    Aspek psikologis dalam pengembangan kurikulum juga harus diperhatikan. Psikologis dalam konteks ini ada dua aspek, yang pertama psikologis dalam pengembangan dan yang kedua adalah psikologis dalam belajar. Psikologis perkembangan memandang kesiapan peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum sedangkan psikologis dalam belajar memuat bagaimana peserta didik melaksanakan pembelajaran seperti cara peserta didik dalam menerima informasi/rangsangan sehingga terjadi proses belajar.

    Niken Ardhinata 2186206054 (PGSD 1/B)

    BalasHapus
  17. Nama : wahyu nur aziza
    Nim : 2186206071

    Menurut saya landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum sangat penting karena dengan belajar filsafat bisa mengubah orang menjadi paham atau mengerti dan bebuat bijak dalam mengambil keputusan atau tindakan. Filsafat juga dapat membantu kita untuk berfikir kritis sampai akar dan memiliki pengetahuan yang sangat mendalam. Dan juga di jadikan salah satu dasar konsep kurikulum agar tercapainya keinginan seseorang. Sedangkan landasan psikologis juga sangat penting bagi manusia karena berkaitan dengan perilaku dan sangat berpengaruh terhadap faktor pengembangan kurikulum. Dalam psikologi ada dua aspek yaitu psikologi pengembangan dan psikologi belajar.
    Psikologi pendidikan merupakan suatu disiplin ilmu yang sangat penting dan harus dimiliki oleh guru atau seorang pendidik agar dapat memahami tingkah laku pada anak didiknya, dan juga memberi bantuan belajar kepada peserta didik guna untuk mencapai tujuan dari pendidikan tersebut.

    BalasHapus
  18. Menurut saya kedua landasan tersebut sangat berperan penting dalam proses pengembangan kurikulum.
    sesuai dengan yang sudah di jelaskan di atas bahwa landasan filosofis dan landasan psikologis memiliki peran nya masing - masing dalam pengembangan peserta didik.
    Landasan filosofis sendiri dapat di artikan dengan cinta akan kebijakan, dari sini kita belajar untuk berpikir radikal, atau lebih berpikir kritis dan menjadiborang yang bijak dalam segala hal.
    Landasan Psikologis sendiri mengkaji persamaan antara perkembangan peserta didik, kesiapan fisik, mental, dan kompleksitas bahan ajar sehingga kegiatan pembelajaran dan pelatihan berjalan sesuai dengan tujuan yang di harapkan.
    Kesimpulan yang dapat saya ambil adalah kedua landasan tersebut beperan sebagai langkah awal proses pengembangan kurikulum agar sesuai dengan tujuan yang di inginkanvsehingga di harapkan peserta didik tidak menjadi korban ketidakmampuan kita dalam memahami isi dari materi pembelajaran yang akan di ajarkan.

    Nama : Niken Dyah Ariani Kuncorowati
    NIM : 2186206055
    Kelas : IB

    BalasHapus
  19. Didalam landasan filosofis menurut saya sangat penting karena dengan adanya landasan tersebut akan menjadikan orang lebih mengerti dan akan lebih berfikir secara bijak didalam ilmu pendidikan,yang mana orang tersebut akan mendapatkan pengetahuan yang lebih luas dan akan lebih berfikir lebih dalam lagi tentang ilmu didalam pendidikan, karena pada dasarnya filsafat itu kan membahas tentang segala permasalahan yang nantinya akan dihadapi manusia khususnya pada masalah pendidikan. Kemudian didalam landasan psikologis ini juga penting karena kalau tadi landasan filosofis condong pada pola berfikir manusia sedangkan landasan psikologis ini berkaitan tentang perilaku manusia, yang mana ke 2 landasan tersebut harus ada dan saling berkaitan. Dalam proses pendidikan itu kan harus adanya sebuah interaksi dengan lingkungannya, dengan adanya interaksi tersebut dapat menjadikan adanya sebuah perubahan perilaku manusia dalam tahap proses kedewasaan nya. Yanga mana psikologis ini telah diterapkan semenjak Manusia kecil hingga ia dewasa. Dengan adanya landasan filosofis dan psikologis ini akan menjadikan manusia itu semakin berkembang menuju kedewasaan sifat berfikir nya semakin dalam dan bijak didalam berfikir kritis.
    Nama: Lailatul Muarifah
    Nim: 2186206077
    Kelas: B/1 PGSD

    BalasHapus
  20. Nama : Unisha Risna Savira
    NIM : 2186206069
    Kelas : PGSD 1B
    Matkul : Telaah & Kapita Selekta

    Menurut pendapat saya dalam pengembangan kurikulum diperlukan landasan-landasan sebagai asas dalam melakukan pengembangan kurikulum, yang digunakan sebagai acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka tidak akan memiliki nilai efektifitas terhadap terwujudnya tujuan-tujuan pendidikan. Landasan filosofis dan psikologis merupakan landasan yang sangat berpengaruh bagi pengembangan kurikulum. Perkembangan kurikulum membutuhkan filsafat sebagai acuan landasan berpikir, maksud dari landasan berpikir ini adalah berpikir secara radikal atau mendalam. Filsafat juga membahas tentang permasalahan yang dihadapi oleh manusia, termasuk masalah pendidikan, filsafat dapat memberikan arah pada proses dan pemecahan masalah pendidikan. Serta dijadikan salah satu dasar untuk mengatur dan menyusun pelaksanaan pendidikan agar tujuan-tujuan dari pelaksanaan berlangsungnya pendidikan memiliki arah yang tepat.

    Dalam proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun sosial. Landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk lebih memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan pendidikan agar tujuan pelaksanaan pendidikan tercapai secara optimal. Oleh sebab itu pengembangan kurikulum dilandasi oleh asumsi-asumsi yang berasal dari psikolog yang terdiri dari beberapa kajian yakni kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik serta bagaimana peserta didik belajar. Dengan menerapkan landasan psikologis dalam proses perkembangan kurikulum diharapkan pendidikan dilaksanakan secara relevan dengan hakikat peserta didik, baik dari segi materi atau bahan yang harus diberikan dan dipelajari. Ilmu psikologis memiliki dua cabang yakni psikologis perkembangan dan psikologis belajar, psikologis perkembangan mengkaji tentang hakikat perkembangan, aspek-aspek perkembangan, tugas perkembangan yang dijadikan sebagai bahan pertimbangan yang mendasari perkembangan kurikulum. Keluasan atau pemahaman materi serta cara yang dapat ditempuh untuk mendidik harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik. Psikologi belajar lebih mengarah pada teori-teori tentang belajar, terutama mengenai bagaimana cara peserta didik belajar atau melakukan proses pembelajaran, misalnya cara peserta didik menerima suatu stimulus atau informasi sehingga terjadi suatu proses yakni belajar. Psikologi belajar berpengaruh terhadap strategi kurikulum atau cara menyampaikan bahan ajar.

    BalasHapus
  21. Filosofis berperan membantu kita dalam mengetahui sisi normatif, moral, estetika, dan melakukan kritik. Kita akan semakin menguak berbagai sisi tersebut manakala kita mampu mengenali keragaman tradisi berfikir secara filosofis. Penyusun kurikulum turut mempertimbangkan segi - segi filosofis dalam pengembangan kurikulum. Kesadaran untuk berfilosofi sangat diperlukan ketika merencanakan pernyataan tujuan pendidikan. Dengan kata lain, filosofi pada pengembangan kurikulum akan menggambarkan kerangka kerja secara mendasar, sehingga akan sangat membantu guru ketika penerapan kurikulum berlangsung.
    Psikologi adalah salah satu faktor penting yang harus diperhatikan dalam pengembangan kurikulum. Landasan psikologis pengembangan kurikulum menuntut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Sehingga pada saat pelaksanaan kurikulum apa yang menjadi tujuan kurikulum akan tercapai secara maksimal. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia. Sedangkan kurikulum adalah upaya menentukan program pendidikan untuk mengubah perilaku manusia. Oleh sebab itu, pengembangan kurikulum harus didasari oleh landasan psikologis sebagai acuan dalam menentukan apa dan bagaimana perilaku itu harus dikembangkan.

    NAMA : YUVITA DIAN MIROSA
    NIM : 2186206074
    KELAS : PGSD 1B

    BalasHapus
  22. Menurut saya landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum sangat penting karena filsafat sebagai pengetahuan yang jarang diajarkan secara formal khususnya pada pendidikan dasar dan biasanya baru diajarkan pada pendidikan lanjut. Filsafat juga membahas semua permasalahan yang dihadapi manusia, termasuk pendidikan. Filsafat juga memberikan pengetahuan bagi manusia terhadap hal-hal yang melebihi persepsi ya.

    Sedangkan secara psikologis pendidikan selalu berkaitan dengan perilaku manusia. Dengan adanya pendidikan, dapat mengubah perilaku manusia menuju yang lebih dewasa baik dari fisik, mental, moral, intelektual, ataupun sosial. Kurikulum juga sebagai alat untuk mencapai tujuan atau program pendidikan.

    Jadi landasan filosofis dan landasan psikologis itu sangat penting untuk pendidikan karena bertujuan untuk menjadikan peserta didik yang berfikir secara kritis dan juga dapat membentuk perubahan perilaku peserta didik.


    Nama : Tri Bakrin Najah
    NIM : 2186206066
    Kelas : 1B

    BalasHapus
  23. Kurikulum pendidikan pastinya dapat berubah sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. Maka dari itu untuk memperkuat bangunan kurikulum, maka diperluhkannya landasan filosofis dan pskilogis dalam pengembangan kurikullum itu sendiri.
    Dibutuhkannya pandangan-pandangan filosofis didalam pendidikan, khususnya untuk menetukan arah pendidikan dan juga tujuannya. Yang mana tujuan pendidikan memuat pernyataan mengenai kemampuan-kemampuan apa saja yang diharapkan dapat dimiliki peserta didik dan selaras dengan sistem nilainya. Maka dengan itu, sistem nilai inilah yang akan memiliki keterkaitan erat dengan rumusan tujuan pendidikan.
    Pandangan-pandangan filsafat sangat dibutuhkan dalam pendidikan, terutama dalam menentukan arah dan tujuan pendidikan yang merupakan isi dari kurikulum. Filsafat akan menentukan arah ke mana peserta didik akan dibawa. Tujuan pendidikan memuat pernyataan-pernyataan mengenai berbagai kemampuan yang diharapkan dapat dimiliki oleh peserta didik selaras dengan sistem nilai dan falsafah yang dianutnya. Dengan demikian, sistem nilai atau filsafat yang dianut oleh suatu komunitas akan memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan rumusan tujuan pendidikan yang dihasilkannya. Sedangkan dalam landasan psikologi juga termasuk hal yang penting dalam terlaksanannya pendidikan terkhusus pengembangan kurikulum karena keberhasilan pendidikan sangat dipengaruhi oleh pemahaman dari peserta didik. Landasan ini juga merupakan suatu proses pendidikan yang membahas kehidupa manusia yang berkaitan dengan aspek kepribadian manusia untuk lebih mengenali dan memudahkan proses pendidikan. Maka dari itu hal ini berkaitan dengan pengembangan kurikulum karena pengembangan kurikulum harus dilandasi oleh asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi tentang perkembangan peserta didik berupa perilaku kognitif, afektif, maupun psikomotorik.

    Nama : Hanan Rizki Cahyani
    NIM : 2186206042
    Kelas : PGSD 1/1B

    BalasHapus
  24. Menurut saya pentingnya landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum adalah bahwa landasan filosofis atau filsafat dapat dijadikan sebagai landasan berfikir.Adapun maksud dari landasan berfikir ini adalah berfikir secara radikal/mendalam sehingga dengan adanya asumsi-asumsi dari hasil berfikir secara radikal ini dapat memecahkan masalah-masalah yang ada dalam pendidikan.Selain itu karena filsafat membahas semua permasalahan yang dihadapi oleh manusia yang mana salah satunya termasuk masalah pendidikan maka dari itu kurikulum selalu berkaitan erat dengan filsafat pendidikan karena filsafat pendidikan mengandung nilai-nilai atau cita-cita masyarakat. Sehingga jika dikaitkan dengan nilai-nilai dan cita-cita tersebut, terdapat suatu landasan/pedoman, mau dibawa kemana arah pendidikan itu. Filsafat pendidikan menjadi landasan untuk menentukan arah dan tujuan yang ingin dicapai dengan suatu alat yang dinamakan kurikulum. Jadi, landasan filosofis tidak dapat dipisahkan dari pengembangan kurikulum karena berdasarkan landasan ini dapat ditentukan arah dan tujuan penyelenggaraan pendidikan.

    Pentingnya landasan psikologis dalam pengembangan kurikulum adalah karena landasan ini berkaitan dengan perilaku manusia. Hal ini dikarenakan dalam setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, baik lingkungan yang bersifat fisik maupun lingkungan sosial. Melalui pendidikan diharapkan adanya perubahan perilaku peserta didik menuju kedewasaan, baik dewasa dari segi fisik, mental, emosional, moral, intelektual, maupun sosial. Terdapat 2 bidang psikologi yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi perkembangan berfokus pada kesiapan peserta didik dalam proses pelaksanaan kurikulum, sedangkan psikologi belajar mempelajari bagaimana peserta didik melakukan kegiatan belajar dengan cara menerima suatu rangsang/informasi.

    Nama : Sentika Ayu Papudani
    Nim : 2186206063
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  25. Landasan filosofis dan landasan psikologis dalam pengembangan sebuah kurikulum sangatlah penting, karena kurikulum sendiri diartikan sebagai seperangkat rencana dan peraturan, mengenai isi dan bahan pelajaran, serta tata cara yang digunakan dalam menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, sehingga dalam sebuah penyusunan atau pengembangan sebuah kurikulum harus memperhatikan landasan landasannya agar tercapai tujuan dari sebuah kurikulum tersebut, filosofis di jadikan acuan dalam mengembangkan sebuah kurikulum karena berkaitan dengan hakikat dari filsafat dan juga pendidikan, filsafat atau pandangan hidup dalam dunia pendidikan yang bertujuan untuk memberikan arah bagi peserta didik dalam belajar sehingga peserta didik dapat mengeksploitasi kemampuan yang ada dalam dirinya sehingga dapat mencapai hasil terbaik dan dapat membentuk karakter, cara berfikir, dan kelakuan peserta didik dengan lebih baik agar dapat menciptakan individu yang mampu memecahkan berbagai macam permasalahan yang dihadapi.
    Selain filosofis, psikologis juga berperan penting sebagai landasan dalam pengembangan kurikulum karena harus  dilandasi  oleh  asumsi-asumsi yang berasal dari psikologi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana perkembangan peserta didik, serta  bagaimana peserta didik belajar, yang terdapat dua bidang psikologi yang mendasari pengembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan merupakan ilmu yang mempelajari tentang perilaku individu pribadi anak didik berkenaan dengan perkembangannya. dan Psikologi belajar yang merupakan suatu studi tentang bagaimana peserta didik belajar. Karena keduanya sangat dibutuhkan dalam kurikulum baik didalam merumuskan tujuan, memilih dan menyusun bahan ajar, memilih dan menerapkan metode pembelajaran serta teknik-teknik penilaian.

    Nama : Luky Prastyawan
    Nim. : 2186206078
    Kelas : PGSD 1B

    BalasHapus
  26. Dalam pengembangan kurikulum, landasan filosofis dan juga psikologis sangat dibutuhkan sebagai acuan bagi seorang perumus pengembangan kurikulum. Dimana landasan filosofis sendiri dapat membahas semua masalah yang ada pada dunia pendidikan. Hal ini tidak luput dari asumsi asumsi hasil berfikir berbagai pihak secara mendalam, logis, dan juga dapat dianalisis dengan baik dalam melaksanakan atau merancang sebuah pengembangan kurikulum. Lalu landasan psikologi sangat berguna bukan hanya untuk siswanya saja, tetapi juga guru , orang tua siswa, dan juga tenaga pendidik lainnya agar dapat memberikan sebuah pengajaran yang lebih baik untuk siswa nantinya, sesuai minat, bakat, dan potensi diri mereka. Selain itu, pendidikan tentang psikologis dapat memberikan sebuah perubahan terhadap perilaku siswa baik dari segi mental maupun emosionalnya. Maka dari itu, dalam pembuatan sebuah kurikulum dibutuhkan landasan landasan mendasar supaya nantinya kurikulum di Indonesia lebih baik lagi dan siswa dapat mengembangkan minat bakat dirinya tanpa harus mendapatkan tuntutan dari orangtua.

    Nama: Yunisa Asriana
    NIM: 2186206073
    Kelas: PGSD 1B

    BalasHapus
  27. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  28. Dengan adanya filsafat seseorang atau masyarakat sebagai suatu kebenaran merupakan sesuatu yang penting untuk dijadikan acuan dalam proses pendidikan, karena di antara tujuan pendidikan yang penting adalah menanamkan nilai-nilai kebenaran. Untuk menanamkan nilai-nilai kepada peserta didik dengan efektif, maka setiap pendidik seharusnya berpegang dan mempunyai sistem nilai yang sesuai dengan apa yang diajarkan. Oleh sebab itu, kurikulum pada hakikatnya berfungsi untuk mempersiapkan anggota masyarakat yang dapat mempertahankan, mengembangkan dan dapat hidup dalam sistem nilai masyarakatnya sendiri, dan dalam proses pengembangan kurikulum harus mencerminkan sistem nilai masyarakat.

    Implikasi dari perkembangan peserta didik terhadap pengembangan kurikulum yaitu: setiap anak diberi kesempatan untuk berkembang sesuai dengan bakat, minat dan kebutuhannya. Selain disediakan pelajaran yang sifatnya umum (program inti) yang wajib dipelajari setiap anak di sekolah, disediakan pula pelajaran pilihan yang sesuai dengan minat anak. Kurikulum di samping menyediakan bahan ajar yang bersifat kejuruan juga menyediakan bahan ajar yang bersifat akademik. Bagi anak yang berbakat di bidang akademik diberi kesempatan untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan selanjutnya. Kurikulum memuat tujuan–tujuan yang mengandung pengetahuan, nilai atau sikap, dan keterampilan yang menggambarkan keseluruhan pribadi yang utuh lahir dan batin.

    Nama : Tania Chandra
    Nim : 2186206065
    Prodi : PGSD/1/1/b

    BalasHapus
  29. Menurut pendapat saya, landasan filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum sangat mempunyai dampak yang penting. Hal ini dikukung dengan beberapa aspek yaitu Filosofis yang artinya cinta akan kebijakan. Artinya landasan filosofis ini dijadikan induk dari semua pengetahuan, dengan diarahkan untuk berfikir secara radikal (berfikir sampai ke akar). Pendidikan yang berlandassan filosofis diharapkan dalam mengatur dan menyusun pelaksanaan Pendidikan dilakukan secara sistematis dan tepat. Sedangkan landasan psikologis diharapkan pada saat pengembangan kurikulum harus dilandasi dengan asumsi-asumsi yang meliputi kajian tentang apa dan bagaimana peserta didik. Dalam hal ini Pendidikan memberikan pengajaran menyesuiakan dengan hakekat perkembangan, aspek, dan hal-hal yang berkaitan. Kedua landasan ini sangat penting dalam pengembangan kurikulum karena sesuai dengan perkembangan peserta didik.

    Nama : Dhea Ananda Putri
    NIM : 2186206076
    Kelas : PGSD 1 B

    BalasHapus
  30. Kurikulum dalam dunia pendidikan mempunyai kedudukan yang sangat berpengaruh dalam seluruh kegiatan pendidikan. Dalam penyusunan kurikulum juga harus direncanakan dengan baik agar tujuanpendidikan tercapai. Maka dari itu landasan filosofis dan landasan psikologis sangat diperlukan dalam kurikulum. Karena landasan filosofis berperan yang digunakan untuk acuan atau landasan berfikir dalam penerapan pada pelaksanaan pendidikan juga pemecahan masalah. Dalam pelaksanaan kurikulum, landasan psikologis juga perlu diperhatikan. dalam hal ini psikologis dibagi menjadi 2 yaitu psikologi perkembangan yang memandang aspek dalam kesiapan peserta didik dalam proses pelaksanaan kurikulum. sedangkan psikologi belajar tentang bagaimana peserta didik dalam melakukan kegiatan belajar. apakah memahami pembelajaran ataukah tidak.
    Landasan landasan tersebut sangat penting agar kurikulum pendidikan dapat menentukan tujuan suatu pendidikan, memecahkan suatu masalah, memperlancar proses pendidikan.

    NAMA : MUSLIMAH EKA APRILIANI
    NIM : 2186206052

    BalasHapus
  31. Landasan filosofis berkaitan dengan pentingnya filsafat dalam membina dan mengembangkan kurikulum pada suatu satuan kurikulim. Aspek filsafat menjadi rujukan utama bagi landasan lainnya dalam mengembangkan kurikulum. Tujuan dan isi kurikulum pada dasarnya bergantung pada pertimbangan-pertimbangan filosofis. Pandangan filosofis yang berbeda akan mempengaruhi dan mendorong aplikasi pengembangan kurikulum yang berbeda pula. Berdasarkan landasan filosofis ini ditentukan tujuan-tujuan pendidikan.

    Landasan pisikologis terutama berkaitan dengan teori belajar dan teori perkembangan anak. Teori belajar memberikan kontribusi dalam hal bangaimana isi kurikulum itu disampaikan kepada siswa dan bagaimana siswa mempelajarinya. Teori perkembangan diperlukan terutama dalam menentukan isi kurikulum yang akan diberikan kepada siswa agar tingkat keleluasaan dan kedalammnya sesuai dengan taraf perkembangan siswa

    Nama: Rency Dilfa Rahima
    Nim: 2286206058

    BalasHapus
  32. Landasan filosofis dan landasan psikologis sangat berpengaruh dalam peran pengembangan kurikulum. Filsafat atau filosofis bisa diartikan cinta akan kebijakan, orang yang belajar filsafat akan menjadikan ia menjadi orang yang mengerti dan bijak. Selain itu orang yang berfilsafat sering disebut sebagai orang yang berfikir secara radikal dan juga memiliki pemahaman berfikir secara mendalam. Permasalahan-permasalahan hidup manusia dapat dibahas dengan ilmu filsafat, terutama masalah pendidikan, dengan seperti ini filsafat sangat berperan penting dalam pengembangan kurikulum. Psikologis pun juga sama, psikologis berkaitan langsung dengan sifat atau perilaku manusia dalam interaksi peserta didik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat atau sosial. Pendidikan dapat memberikan manfaat pada perubahan sikap dan perilaku peserta didik dari segi kedewasaan yang meliputi dari fisik, mental, emosional, moral, sosial, maupun intelektual yang nantinya juga dapat memberikan pengaruh baik dalam karakteristik peserta didik.

    Nama : GAYU WIDIYANTO
    NIM. : 2186206041
    Kelas. : 1-B PGSD

    BalasHapus
  33. Menurut pendapat saya landasan Filosofis dan psikologis dalam pengembangan kurikulum itu sangat penting dan saling berhubungan
    Filosofis mengajarkan kita untuk memiliki pandangan pemikiran yang positif dan kritis yang dapat di jadikan acuan dalam proses pemecahan masalah dalam sektor pendidikan dan menjadi unsur penentu dalam rencana
    kurikulum agar terwujud tujuan dan angan angan kurikulum yang sudah di bentuk
    Pengembangan kurikulum memerlukan Filsafat untuk suatu teladan dalam landasan berasumsi
    Perspektif intelektual di dalam pengembangan kurikulum harus di cermati psikologi dalam hal ini memiliki beberapa aspek contoh yang pertama aspek psikologis Dalam pengembangan dan yang ke dua ialah aspek psikologis dalam belajar psikologis memiliki arti kesiapsiagaan siswa dalam melaksanakan proses kurikulum sementara itu psikologis dalam belajar lebih mengacu pada bagaimana siswa melakukan kegiatan pembelajaran sebagai contohnya mengajarkan cara siswa untuk menerima hubungan/interaksi sehinga dapat terjadi kegiatan belajar mengajar
    Nama:HANUNG ALDY ATAMA
    NIM : 2186206043
    KELAS: 1-B PGSD

    BalasHapus
  34. dalam mengembangkan kurikulum diperlukan landasan yang kokoh, terutama landasan yang berhubungan langsung dengan unsur pendidikan, yaitu peserta didik. Karena tujuan dari kurikulum itu sendiri adalah perubahan perilaku peserta didik. Dan disinilah psikologi mengambil peran sebagai suatu disiplin ilmu yang mengkaji tentang tingkah laku manusia. Jika suatu kurikulum tidak menggunakan landasan psikologis, kurikulum tersebut tidak akan menyesuiakan dengan tingkat perkembangan peserta didik dan cara mereka dalam belajar.
    Filosofis berperan sebagai sudut pandang pemikiran-pemikiran yang diterapkan pada proses dan pelaksanaan pemecahan masalah pendidikan. Serta dijadikan salah satu dasar penentuan rencana dan konsep kurikulum agar tercapai segala cita-cita dan tujuan sebagai konten dari kurikulum yang dibuat. Pengembangan kurikulum membutuhkan filsafat sebagai acuan atau landasan berpikir.
    Aspek psikologi dalam pengembangan kurikulum perlu dipertimbangkan. Proses pelaksanaan kurikulum factor psikologi sangat perlu diperhatikan. Psikologi dalam hal ini ada dua aspek yakni psikologi perkembangan dan psikologi belajar. Psikologi Perkembangan memandang aspek kesiapan peserta didik dalam proses pelaksanaan kurikulum. Sedangkan Psikologi Belajar mengkaji bagaimana peserta didik dalam melakukan kegiatan balajar. Misalkan cara dia menerima suatu rangsangan atau informasi sehingga terjadi suatu proses belajar.

    Nama: Muhammad Habiburrahman
    Nim:2186206051

    BalasHapus
  35. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  36. Nama : Revan Reva'i
    NIM : 2186206059
    PRODI :PGSD/1/1/B
    Kurikulum sebagai rancangan dari pendidikan, mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam keseluruhan kegiatan pendidikan, menentukan proses pelaksanaan dan hasil daripada pendidikan. Mengingat begitu pentingnya peranan kurikulum didalam pendidikan dan didalam perkembangan kehidupan manusia, maka pengembangan kurikulum tidak dapat sembarangan. Demikian pula dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Salah satu landasan yang berkaitan dengan peranan anak dalam pengembangan kurikulum adalah landasan psikologis. Implikasi dari psikologis merupakan salah satu landasan pengembangan kurikulum yakni kepada para guru sebagai desainer, developer dan sekaligus sebagai barisan paling depan yakni sebagai implementor kurikulum

    BalasHapus
  37. Dari materi di atas kita dapat memahami bahwasannya filosofis (filsafat) dapat kita artikan dengan cinta dan kebijakan. Tujuan mempelajari ilmu filsafat adalah agar menjadikan seseorang mengerti dan malakukan tindakan secara bijak, berfilsafat juga sering di sebut dengan berfikir secara radikal dan berfikir sampai ke akar, dan seseorang dapat di anggap bijak apabila dia mempunyai pengetahuan yang luas, sedangkan pengetahuan akan bisa di dapatkan dengan berfikir secara mendalam, adapun rumusan yang dapat di kaji dalam ilmu filsafat antara lain : Metafisika, Epistimologi, Aksiologi, Etika, Estetika, Logika.
    Di dalam ilmu filsafat membahas tentang segala permasalahan yang di hadapi oleh manusia salah satunya adalah masalah pendidikan
    Landasan psikologis
    Setiap proses pendidikan terjadi interaksi antara pendidik dan lingkungannya, perubahan peserta didik di pengaruhi oleh faktor faktor kematangan dan faktor faktor dari luar program pendidikan dan lingkungan. Terdapat dua bidang psikologi yang mendasari perkembangan kurikulum yaitu psikologi perkembangan dan psikologi belajar.
    Nama : Shanti Rosarudin
    Nim : 2186206064
    Kelas : 1-B PGSD

    BalasHapus
  38. Dalam pengembangan kurikulum, diperlukan landasan-landasan sebagai asas dalam melakukan kerja pengembangan kurikulum pendidikan. Ini harus dijadikan acuan bagi seorang perumus kurikulum, jika tidak maka hasil kerja pengembangan tidak akan memiliki nilai efektifitas terhadap terwujudnya tujuan – tujuan pendidikan. Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam pendidikan memiliki posisi yang strategis, karena seluruh kegiatan pendidikan bermuara kepada kurikulum , begitu pentingnya kurikulum sebagaimana sentra kegiatan pendidikan, maka didalam penyusunannya memerlukan landasan atau fondasi yang kuat, melalui pemikiran dan penelitian secara mendalam dari setiap landasan pengembangan kurikulum yang telah dibahas dalam makalah ini, maka dapat disimpulkan bahwa begitu pentingnya suatu landasan dalam sebuah kurikulum, karena kurikulum adalah sebuah rencana pendidikan dan diperlukan landasan yang sangat akurat agar nantinya bisa membantu dalam pengembangan dan kemajuan proses pendidikan serta tujuan pendidikan yangsebenarnya.Oleh karena itu landasan yang digunakan untuk mengembangkankan kurikulum harus dicari dengan seleksi yang ketat agar menghasilkan landasan yang kuat dan tepat. Pemahaman dan cara implementasi yang tepat adalah awal yang baik untuk menajalankan kurikulum karena kerugian pendidikan sangat besar jika kurikulum tersebut tidak dilakukan dengan baik. Peran kurikulum ini sangat berpengaruh, jadi dibutuhkan landasan yang kokoh dan kuat serta implementasinya yang tepat.

    MELY SAPUTRI (2186206048)

    BalasHapus
  39. Kurikulum sebagai rancangan dari pendidikan, mempunyai kedudukan yang cukup sentral dalam keseluruhan kegiatan pendidikan, menentukan proses pelaksanaan dan hasil daripada pendidikan. Mengingat begitu pentingnya peranan kurikulum didalam pendidikan dan didalam perkembangan kehidupan manusia, maka pengembangan kurikulum tidak dapat sembarangan. Demikian pula dalam pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Pengembangan kurikulum membutuhkan landasan-landasan yang kuat, yang didasarkan atas hasil-hasil pemikiran dan penelitian yang mendalam. Salah satu landasan yang berkaitan dengan peranan anak dalam pengembangan kurikulum adalah landasan psikologis. Implikasi dari psikologis merupakan salah satu landasan pengembangan kurikulum yakni kepada para guru sebagai desainer, developer dan sekaligus sebagai barisan paling depan yakni sebagai implementor kurikulum
    Nama : Rino Cahyono
    Nim : 2186206060

    BalasHapus
  40. Menurut saya landasan filosofis dan psikologis sangat penting dalam pengembangan kurikulum karena landasan psikologi mengembangkan kurikulum menurut kurikulum untuk memperhatikan dan mempertimbangkan aspek peserta didik dalam pelaksanaan kurikulum. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkat laku manusia, pengetahuan tentang psikologi akan membantu para pengembang kurikulum untuk lebih realitas dalam memilih tujuan pendidikan. Jika suatu kurikulum tidak menggunakan landasan psikologi, kurikulum tersebut tidak akan menyesuaikan dengan tingkat perkembangan peserta didik dan cara mereka dalam belajar. Sedangkan landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum menentukan kualitas peserta didik yang akan dicapai kurikulum, sumber dan isi dari kurikulum, proses pembelajaran, posisi peserta didik, penilaian hasil belajar, hubungan peserta didik dengan masyarakat dan lingkungan alam di sekitarnya.
    Nama: Triana Herawati
    Nim: 2186206068
    Prodi : PGDS 1/B

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25