Cinta dan benci
Antara cinta dan benci........
Bila air adalah pelipur dahaga bagi raga, maka rasa cinta adalah pelipur dahaga bagi jiwa.
Jika yang kita lihat dan kita dengar dalam hidup tiap hari adalah kata cinta dan cinta serta perwujudannya, niscaya hidup terasa nyaman dan sejahtera.
Jika yang kita lihat dan dengar adalah kata benci dan kebencian terus menerus, yang terekam dalam benak pikiran maka yang ada adalah kegalauan berkepanjangan
Sungguh celaka jika kebencian menjadi kebiasan harisn.
Sia-sia dan buang energi positif kehidupan bila kebencian menjadi kesenangan dan popularitas seseorang.
Rusaklah reputasi dan integritas pribadi seseorang dengan kebencian.
Begitulah cinta, sedap dan manis, kadang dihiasi air mata ketika berpisah dan bertemu.
Jika sebuah cinta tulus dan suci jsuh dari rasa iri dan dengki maka cinta itu bisa menghapuskan dosa.
Cinta bisa menghilangkan keras di hati dan juga bisa menghilangkan aib diri.
Cinta sejati bukan dorongan nafsu dan birahi.
Cinta suci hadir dari yang maha suci
Jika yang kuat dominasi duniawi maka cinta adalah fatamorgana.
Jika dominasi kedekatan jiwa dengan yang maha suci maka yang ada adalah cinta sejati. Yang membimbing cinta nafsu duniawi menjadi bermakna bagi jiwa.
Nandur pari Melu tukhul suket teki.
<
Komentar
Posting Komentar