Angel Temen Tuturanmu....

Tantangan Pendidikan Karakter di masa pandemi

Saya akan mencoba mengawali tulisan ini, dengan beberapa pertanyaan renungan. Mungkinkah kehadiran guru tergantikan dengan gawai, links, vidio dan peralatan/aplikasi yang lain? mungkinkan aspek sikap dan keterampilan bisa di sampaikan dalam BDR/PJJ? bagaimana menanamkan pendidikan karakter di masa pandemi?

Pertanyaan di atas tidak perlu kita jawab, karena kita sedang berjuang keras menemukan formula jawaban dalam kegiatan nyata di lapangan. semua serba mungkin kita perlu mencoba mencoba multi metode, aplikasi, strategi dalam melaksanakan belajar dari Rumah. 

Koordinasi dan pemberian rambu rambu kepada orang tua dalam pendampingan di rumah juga perlu diberikan secara terus menerus agar sinergi guru dan orang tua berjalan dalam penanaman pndidikan karakter. 

kita juga menyadari kondisi orang tua sangat sibuk dan menghadapi kesulitan beragam, kondisi psikologis mereka sangat rentan jika kita tambah beban peadagogik kepada mereka. Yang terjadi adalah yang penting intruksi tugas dari guru segera diselesaikan dengan cepat dan tidak mengganggu aktivitas orang tua. hal ini kita maklumi karena orang tua dalam kondisi serba sulit dan tidak memahami peadagogik. Mereka bisa melakukan dan menjawab yang diperintah dari guru anaknya tetapi mereka tidak memiliki kemampuan mengajarkanya dengan runtut mulai penanaman konsep hingga anak menemukan. Sehingga mimpi jika orang tua mampu membimbing anak dengan pendekatan saintifik dalam sebuah pembelajaran. Dalam kondisi ektrim orang tua mencari praktisnya dengan memberikan jawaban da bahkan yang mengerjakanya. waduh terus piye...? lawong mumet dan stress kulo pak guru? makanya guru juga bingung semua tugas kok selesai dengan jawaban yang baik. Bagi siswa yang bisa mandiri jawaban atas tugas guru tersedia banyak di google.

Kembali ke pendidikan karakter, pada kondisi normal penanaman karakter sudah dimulai dari bangun tidur, disiplin waktu, tertib di rumah, disiplin dan tertib di sekolah, dengan berangkat sebelum pukul 07.00. melatih mandiri dengan piket harian,  Upacara hari senin, berbaris rapi sebelum masuk, berdoa , membaca ikrar, disiplin mematuhi tata tertib sekolah, menghargai guru, berinteraksi sosial dengan teman, keteladan nyata dari guru, dan masih banyak lagi. 

Bagaimana suasana penanaman pendidikan karakter ini kita bawa dalam BDR. Keluan orang tua tentang  anaknya susah diatur, tidak disiplin, susah dinasihati, semangat belajar turun, dan kegiatan anak yang tidak teratur serta banyak keluan lainya yang tidak bisa semua diurai dalam tulisan singkat ini.

Sehingga target BDR bukan sekedar out put tugas terselasaikan tetapi ada nilai pendekatan pembelajaran yang ramah anak dan orang tua, ada penanaman karakter dan pendidikan keterampilan. semua akan tecapai jika kita menemukan formula yang bisa dipahami dan dilaksanakan, siswa, orangtua dan guru. Formula yang bagaimana mari terus uji coba formula sampai menemukan yang tepat.  Saling berbagi antar guru dan sekolah tentang efektifitas BDR mari terus kita lakukan tiada henti.


 

Komentar

  1. Buat Penelitian nggih pak sebaiknya biar semangat

    BalasHapus
  2. Betul p guru ndang gawe proposal penelitian

    BalasHapus
  3. Guru tidak akan pernah tergantikan...karena guru tidak hanya mengajar yang terpenting adalah mendidik...menanamkan karakter bagi siswa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25