Berjuang Melawan Kejenuhan

Bagaikan kapal di lautan lepas,  gelombang kadang  turun dan naik...

Bahkan badai datang, karang menghadang... 

Seperti sinyal kadang penuh kadang hilang ...

Itulah dinamika kehidupan, pasang dan surut...

Hadapi saja kawan, dengan peluh keringat, pedih jiwa dan raga...

Lalui saja kehidupan ini dengan sedikit meredam keluh dan kesah, agar hatimu tak lelah...

Ada banyak saudara yang mengadu, curhat atas beratnya kehidupan akhir-akhir ini. 

Sebagian sudah tumbang usahanya 3 bulan selepas pandemi, 

Sisanya kini menjerit, 6 bulan sudah hidup dari tabungan

UNTUNG KITA MASIH PUNYA IMAN...

Kita Yakin pandemi ini tak sedikitpun mengurangi rezeki kita, atau mendekatkan ajal kita,

Karena semua sudah tertulis.

Tapi wabah ini menjadi kesempatan bagi kita untuk meningkatkan taat dan ingat

Perjalanan Harus maju ke depan 

Bukan behenti tetap maju walaupun merangkak...

hindari diri dari sengaja mundur ke belakang, apalagi sampai balik badan...

Karena masa depan, ada di depan,

Berperang melawan jenuh dan bosan

bukankah kita juga akan mengeluh, tatkala jadwal penuh dan terus bekerja

suatu saat ingin santuy....

Jika merasa kesepian...!

Mungkin saatnya lebih inten lebih dekat kepada Allah, Sang Pengabul Semua Impian

Ujian tahun ini berbeda, ujian yang rumit

Tidak hanya material , yang paling menyiksa adalah tekanan psikologis 

belum lagi banyak berita tak jelas yang beredar

Bukan ujian bila tak sampai membuat kita bingung, merasa lemah dan sampai titi terendah

jadi Ingat Pesan Allah SWT, "Kami pasti akan menguji kamu semua, dengan sesuatu semisal rasa 

khawatir, kelaparan, dan kekurangan dari harta, jiwa, dan buah-buahan", 

Karena pada kenyataannya, seseorang lebih mudah mendapatkan keimanan sejati saat ia merasa tak 

punya apapun selain Allah. 

Mungkinkah ini yang Allah inginkan dari kita?

Mengambil pelajaran atas kekurangan, 

Mengetahui lemahnya kemampuan kita. 

Mengambil jarak dari kesombongan,

Mari segera hening di bumi....dan berbisik ke langit

KITA BUTUH ALLAH SWT

Sedeng, 21-09-2020

Komentar

  1. Saya memaklumi jeritan puisi itu.mari kita sama2 berjuang tuk memerangi pandemi yg menyiksa kehidupan kita.semoga qouta paketan enternet sgra realisasi sesuai sasaran.

    BalasHapus
  2. Sebuah puisi yang menggugah diri untuk selalu introspeksi diri dan menyadarkan kepada kita untuk menyadari bahwa hidup ini adalah ujian Alloh tidk akan membiarkan hambanya setelah berkata iman dan dibiarkan saja tanpa adanya ujian, untuk mengetahui iman seseorang itu benar atau kasih (bohong) dan yang penting adalah wabah pandemi ini kita jadikan sebagai momentum hijrah artinya hijrah dari yang tidak ditunjukkan menuju yang dicontohkan dan Alloh pelinding bagi hambanya yang hijrah.

    BalasHapus
  3. Betul saudaraku kita tidak boleh mengeluh, mengeluh tandanya kurang bersyukur
    Cobaan yang selalu datang pada kita sebetulnya kalau kita terima dengan sabar dan tawakal, Allah akan mengganti keberkahan dan kenikmatan yang lebih baik dari yang

    BalasHapus
  4. Astaghfirulloh haladzim,Allohuakbar,Laa Ilaaha illalloh,Subhanalloh, Alhamdulillahirobbil'alamiin, lakhaulawalaquata illabilahil aliyiladzim.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25