PAIKEM NGENES HADAPI PEMBELAJARAN DARING

Pembelajaran Daring dengan segala kelebihan dan kekurangannya belum bisa menggantikan kehadiran guru di depan siswa. Guru bukan sekedar tranfer materi, atau copy paste dari komputer guru ke HP siswa, guru hadir memberikan keteladanan, inpirasi, tranfer perasaan, memberikan perhatian, merubah suasana hati siswa, bahkan membangkitkan siswa yang tidur dan malas belajar. Lebih dari itu guru bekerja intensif untuk merubah karakter siswa menginternalkan perilaku kepada siswa, guru juga melatih siswa terampil hidup dan adpatasi dalam lingkungan apapun. Guru sedang menyiapkan dan membekali siswa bekal kehidupan sekarang bahkan duapuluh lima tahun yang akan datang. Semuanya terasa semu, hambar dan tdak hidup dala pembelajaran daring. 

Penulis  jadi ingat Mbak Paikem yang selalu hadir dalam tatap muka dengan siswa, guru mendasain pembelajaran menarik, menyenangkan, siswa beperan aktif dan menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran guru memotivasi, mendorong, menggiring siswa menemukan sendiri suatu materi inti. sehingga siswa bangga dengan proses yang dia ikuti, siswa sangat berkesan dengan pemeblajaran yang memberdayakan potensi siswa. PAIKEM (Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan) – Pembelajaran PAIKEM adalah model pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. PAIKEM adalah sebuah pembelajaran yang memungkinkan peserta didik untuk mengerjakan kegiatan yang beragam dalam rangka mengembangkan keterampilan dan pemahamannya, dengan penekanan peserta didik belajar sambil bekerja, sementara guru menggunakan berbagai sumber dan alat bantu belajar (termasuk pemanfaatan lingkungan), supaya pembelajaran lebih menarik, menyenangkan dan efektif (Masitoh, 2009).

Jadi dapat dikatakan bahwa hasil belajar merupakan  salah satu ukuran berhasil tidaknya seseorang telah menempuh kegiatan belajar di sekolah dan untuk mengetahui tingkat keberhasilannya maka perlu dilakukan penilaian berupa tes.“Hasil belajar adalah prestasi aktual yang ditampilkan oleh murid”. Selanjutnya dikemukakan bahwa “hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh murid setelah melalui kegiatan belajar” lalu pertanyaanya mungkinkah....mungkinkah..... lagu ini ...harus dojawab oleh siswa guru dan orang tua.

Dalam rencana pelaksanaan pembelajaran biasa guru menyusun kegiatan pembuka dengan desain bagaimana mengondisikan siswa siap belajar dengan game, bermain, cerita inspiratif, memutar vidio, kalmat kalimat semangat lainya. Bagaimana substansi appersepsi ini bisa masuk dalam pembelajaran daring misalnya guru sudah menginformasikan melalui WAG agar siswa persiapan sebagaimana sekolah, mandi sarapan dan alat tulis rapi tertata. Guru menyapa dalam vidio youtube supaya biasa dirasakan kehadiranya, yang bisa zoom meeting ini lebih efektif. yang kesulitan  sinyal, kuota, da perangkat dilayani dengan bentuk tulisan penyemangat di WAG. masalah muncul yang tidak ada perangkat, sinyal dan kuota bagaimana, Home visit solusinya tapi tentu tidak bisa menjangkau tiap hari. Karena hakekat home visit sebenarnya untuk asesment diagnostik, berlaku untuk siswa yang memerulkan penanganan khusus dan privat yang melibatkan lingkungan rumah sebagai lingkungan belajar siswa.

kita baru bicara kalimat kegiatan awal dalam sebuah desain pembelajaran, bagaimana nanti kegiatan inti supaya PAIKEM bisa masuk. paikem biar tidak ngenes walaupun pembelajaran daring, namun tetap siswa aktif, kreatif,inovatif dan menyenangkan. Supaya proses terukur kolaborasi guru orang dan siswa menjadi syarat wajib. masalah muncul lagi bagaimana jika orang tua tidak bisa terlibat dalam proses ini.... ( Bersambung ke judul berikutnya . ....Guling beresiko maksimalkan daring)



Komentar

  1. Sabar sementara,karena bagaimanapun juga kita mengikuti kebijakan pemerintah.mudah2an covid segera berakhir dan kita terbebas dari wabah .motivasi siswa dengan segala kemampuan semampunya dengan sgl keadaan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25