Kumenangis...Membayangkan..

 Suara Hati Pembelajaran Daring

Tanpa bermaksud melo, curhat apalagi  Nggedumel atas pembelajaran Daring, judul ini hanya sepintas gambaran betapa suara hati guru, orang tua dan siswa dalam pembelajaran dari rumah. Tanpa masa pandemi sekalipun kita harus menyadari kita harus segera beradaptasi dengan perubahan-perubahan di semua sektor dengan sangat cepat. Yang tidak cepat beradaptasi juga akan tertinggal dengan cepatnya arus perubahan. Perubahan di dunia pembelajaran begitu cepat juga, sampai saat ini kita semua mungkin belum mempunyai formula yang tepat akan hasil dan tujuan pembelajaran. 

Sebagian besar para pendidik segera beradaptasi dengan dunia digital, tapi orang tua dan siswa cepat atau lambat juga akan segera  mengikuti. Saat ini berbagai metode, aplikasi, konten sudah disusun sedemikian rupa, bahkan pada suasana sedang menikmati suasana virtual sebagai dunia baru yang mengasyikkan. Mencoba berbagai aplikasi tatap muka langsung virtual dengan saling melihat atau berbicara langsung dari jarak dan tempat yang berbeda, juga berkomunikasi dengan gambar,vidio, tulisan emotikon. Kita asyik dengan masyarakat baru di dunia maya ini, sampai kita mengenal lebih dekat kepribadian teman melalui virtual yang sangat berbeda dengan dunia nyata.  

Ada yang belum bisa kita mengerti setelah kita maksimal melakasanakan pembelajaran daring,  yaitu tentang :

1. Bagaimana tingkat ketercapaian Tujuan pembelajaran ?

2. Mungkinkah Proses Pembelajaran siswa aktif?

3. Bagaimana menanamkan pendidikan karakter dalam pembelajaran daring ?

4. Bagaimana melaksanakan aspek ketrampilan dalam pembelajaran daring?

5. Bagaimana menanamkan disiplin?

6. Bagaimana memberikan keteladanan pada pembelajaran daring ?

7. Bagaimana mengontrol perilaku negatif anak dalam pembelajaran Daring?

8.  Bagaimana  penilaian dalam pembelajaran daring?

9. Bagaimana membangkitkan semangat belajar siswa?

10. Bagaimana mengajarkan kehidupan sosial dalam pembelajaran daring


Banyak lagi pertanyaan yang masih tersimpan, namun  sengaja saya tulis sepuluh saja, semoga ditulisan berikutnya bisa menjawab pertanyaan di atas.  Kalau saja nanti bisa kita rumuskan jawaban di atas tentu baru berupa ide karena kita memang sedang dalam proses mencari jawaban dalam pembelajaran daring.

Kalo ide saja tidak bisa kita rumuskan maka mari kita menagis bersama...membayangkan ..betapa generasi kita nanti bagaimana? 

Mari kita rumuskan dengan cinta, cinta pada dunia pendidikan,dan  cinta akan kualitas generasi. Dengan cinta akan mampu menelurkan ide, ide akan kita lanjutkan menjadi kerja nyata dan akan kita terus berorientasi pada hasil yang nyata karena hasil tidak pernah membohongi usaha.

Dengan cinta beban berkurang, menutup kekurangan dan aib, memperpanjang sabar kita menghadapi masa pandemi, memberi energi pada lidah untuk berbicara, mencerahkan pikiran untuk ide-ide yang membara, menggerakkan kita berkarya dengan kerja keras yang terukur dan terencana. siapkah menjawab pertanyaan di atas. 

Komentar

  1. Betulll... Para guru, ortu dan siswa pada galau ini... Kapan covid segera berlalu. Sukses selalu Mr. Catno. Maju terus pantang mundur...

    BalasHapus
  2. Itu kegalauan kita para insan pendidikan yang sangat khawatir akan keberhasilan tujuan pengajaran dan tujuan pendidikan, banyak dilema dan tantangan. Semoga kita tetap bisa memunculkan dan mengembangkan kreativitas demi keberhasilan perjuangan kita.
    Salam satu jiwa

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25