Agar pembelajaran Daring Tidak Garing

Pandemi menuntut semua harus beradaptasi, atau istilah terbarunya adaptasi kebiasaan baru. Dunia pendidikan mengharuskan pembelajaran juga beradaptasi dengan kebiasaan pembelajaran baru. Beberapa bulan terakhir, terjadi perubahan besar dalam proses belajar-mengajar di sekolah. Kita dihadapkan kenyataan bahwa banyak pihak yang belum siap sebagaimana gambaran tulisan saya sebelumnya " semua glageban, nggendadapan" menghadapi situasi baru diluar perkiraan kita semua.

Guru harus beradaptasi,  merasa tidak nyaman dengan perbedaan cara mengajar sekarang dengan kebiasaan sebelumnya. Para orang tua tidak kalah heboh banyak vidio viral beredar betapa ribetnya dan beratnya beban dalam pembelajaran daring.  Ruang kelas fisik berganti menjadi layar, diwakili oleh kamera dan pengeras suara. Belum lagi, para orang tua perlu sediakan waktu khusus dan tambahan pulsa untuk fasilitas putranya belajar dari rumah. 

Para siswa, tidak kalah bingungnya. Pengalaman belajarnya  minim interaksi dengan guru dan teman-temannya. Hal itu membuat minat belajarnya luntur. Hari masuk dimasa pandemi dikira libur, tutur guru dan orang tua tidak lagi manjur. Oleh karena itu, sekolah secara manajerial dan guru di ujung terdepan yang langsung bersentuan dengan siswa dan orang tua perlu melakukan pendekatan berbeda. Para pendidik perlu beradaptasi dengan paradigma dan cara yang berbeda dalam penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi khususnya dan era disrupsi. 

Berikut beberapa tips agar pembelajaran daring tidak garing : Pertama kepala sekolah menyusun manajemen konversi kurikulum adaptif     dari kelas tatap muka menjadi kelas dari rumah. Kementrian  pendidikan juga sudah meluncurkan kurikulum darurat, artinya    sekolah langsung bisa mengadaptasi ke lapangan dengan  mendetailkan materi esensial  untuk panduan guru dalam masa belajar dari rumah. quality control pembelajaran perlu dibuat sistem miaslnya bagaimana kepala sekolah monitoring siswa dan guru perlu ada wadah. Monitoring bisa dilakukan secara daring dengan melihat aktivitas guru dan siswa kalau di sekolah kami dengan satu guru satu Blog semua materi, perangkat pembelajaran, tugas, hasil siswa , foto dan vidio di upload di blog guru. Kepala Sekolah dan pengawas tinggal melihat aktivitas pembelajaran melalui tautan Blog Pribadi guru.  Kedua Guru segera mendesain kelas tatap muka menjadi kelas digital dengan langkah beradaptasi dengan tekhnologi, menyusun rencana yang menarik dan desain pelaksanaan pembelajaran daring yang menarik. Ketiga Pilihan waktu yang tepat, kelas digital mengharuskan memilih waktu yang luwes  bisa pagi, siang dan malam, terkait sesuai dengan waktu ada perangkat di rumah siswa misal jika Hand phone dan laptop harus menggunakan milik orang tua. Sangat memungkinkan guru harus melayani lebih dari satu shif kelas karena menyesuaikan waktu siswa ini. Keempat Orang tua segera beradpatasi Belajar dari rumah menyebabkan orang tua harus banyak mendampingi dengan jujur dan telaten. Jujur artinya biarlah anak berekpresi, mengaktualisasikan kemampuannya apa adanya sehingga hasil belajar siswa orisinil dari anak bukan arahan orang tua yang biasanya langsung menunjuk jawaban atas pertanyaan tugas, aktivitas dan perintah dari guru. Tidak semua orang tua memahami psikologis anak, kemampuan dan ketidakpahaman pedagogik  menjadi masalah tersendiri dalam pendampingan belajar dari rumah. kelima Semua pihak harus memaklumi model pemebelajaran baru ini yang sangat memungkinkan terjadi perubahan setrategi, berganti-ganti metode dan bermacam aplikasi yang super ribet. 

Terakhir mari kita terus menjaga kesehatan, mengikuti protokol kesehatan, dan terus berdoa agar kita bisa melewati pandemi dengan senang hati untuk hidup lebih berarti. (Sedeng  11 agustus 2020)

Komentar

  1. Menurut pengalaman saya pribadi dan keadaan dilapangan, pembelajaran dengan kelas maya memang tidaklah ribet seperti yang digambarkan, sebab dengan reverensi yg tinggal ketik kata kunci dan klik, maka tinggal ambil itu materi yg dibutuhkan.... Tapi kenyataan ketika yang diklik adalah iklan atau konten selain yg dicari muncul kebih mengarahkan mata untuk mengambil kesempatan dalam kesempitan..... Maka akan terjadi waktu the time is dolanan bagi anak" seusia SD....
    Salam berbagi....

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25