“Menjadikan Sekolah Sebagai Tempat yang menyenangkan ”

“Menjadikan Sekolah Sebagai Tempat yang menyenangkan ”

  (SUKATNO,MM.Pd)

(Kepala Sekolah SD Negeri 2 Sedeng Pacitan)

Bulan juli ini adalah teramat istimewa bagi peserta didik, perasaan gembira, penasaran, atau bahkan perasaan cemas atau takut karena memasuki sekolah baru atau kelas baru. Di balik aneka perasaan yang dirasakan peserta didik ketika memasuki hari-hari awal masuk tentu Sekolah harus menyiapkan bentuk penyambutan yang menyenangkan bagi mereka, Bagi Sekolah Dasar yang harus melakukan penyambutan peserta didik baru anak yang baru keluar dari komunitas Taman kanak-kanak yang lekat dengan dunia bermain bukan pembebanan.

 Walaupun penulis juga kaget ternyata anak TK Juga ada PR (pekerjaan rumah) menyebutkan lima alat komunikasi elektronik yang kamu ketahui?. Menurut penulis juga tidak mengapa asal dibungkus dengan sesuatu yang menyenangkan dan terbungkus dalam bingkai pendidikan yang indah.

Penulis memberikan solusi bagaimana membuat Sekolah sebagai suatu tempat baru bagi anak yang indah dan menyenangkan. Sambutan awal harus menyesuaikan filosofi orang jawa dalam menyambut tamu  “ gupuh, aruh, suguh, pasugatan yang mirasa”.  Apalagi anak dari komunitas lama TK yang kental dengan suasana menyanyi dan bermain dengan menyisipkan materi ajar di tengah-tengahnya.  Anak harus menyesuaikan tempat, guru, teman suasana hati, baju seragam, dan yang lebih penting adalah suasana materi belajara yang serba baru.

“Gupuh” bagaimana Sekolah yang terdiri dari guru dan karyawan menyambut peserta didik dengan senyum hangat, seolah merindukan sang anak kandung yang lama tidak bertemu sehingga setiap anak yang masuk Sekolah merasa senang bahkan mungkin gak ada yang “mogok” lagi. Semuanya menyatu penuh rindu menyambut hari baru dengan suasana baru yang membahagiakan.

“Aruh” atau tegur sapa, tentu guru harus mernyiapkan rangkaian kata-kata yang indah dan sejuk di dengar anak. Sehingga berubahlah perasaan anak sedih menjadi gembira, yang gembira tambah merona, yang bingung menjadi jelas dan nyata, yang cemas menjadi  semangat, yang takut menjadi berani. Bimbinglah anak memasuki hari-hari di Sekolah dengan tegur sapa yang menyenangkan Tebarkan salam, jabat erat tangan anak, pegang pundak dengan penuh kasih sayang.

“Suguh” tentunya yang dimaksud bukan jamuan makanan dan jajan yang enak yang dimpikan anak, tetapi adalah jamuan suasana belajar yang enak dan menyenangkan.Kurikulum kita mengharuskan dalam proses belajar mengajar harus tercipta suiasana “PAIKEM” Pembelajaran akti, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Suguhan inilah semakin langka dimiliki guru sehingga peserta didik menjadikan hari-hari di Sekolah adalah hari yang tidak menyenangkan, penuh beban, bahkan pada saat menghadapi beban materi ajar yang harus selesai sedang anak merasa belum bisa. Anak bukanlah botol kosong yang harus diisi guru tetapi di dalam diri mereka menyimpan potensi yang perlu dibangkitkan. Maka pada posisi ini guru hanyalah fasilitaor dan teman belajar anak. Anak dibimbing untuk menemukan sesuatu dalam setiap pembelajaran kalau ini dilakukan anak akan merasaklan makna belajar yang mendalam.

 

Selain Penyambutan hari-hari pertama masuk anak yang lebih penting adalah bagaimana kita meramu pembelajaran agar anak menjadikan sekolah sebagai tempat yang menyenangkan. Kalau kita urai sebenarnya anak memerlukan berbagai macam layanan yang bersifat individu, grop/kelompok, dan kerjasama.

Struktur tujuan individualistic jika pencapaian tujuan itu tidak memerlukan interaksi dengan orang lain dan tidak bergantung pada baik buruknya pencapaian orang lain. Ia yakin upaya mereka sendiri untuk mencapai tujuan tidak ada hubungannya dengan siswa lain dalam mencapai tujuan tersebut. Pada layanan ini guru harus menyediakan ruang yang cukup akan keanekaragaman potensi anak sesuai degan tingkat kemampuannya, jangan sampai setelah melihat hasil ada 5 anak misalnya ketinggalan tidak menguasai kompetensi tertentu kemudian kemudian guru mekanjutkan ke kompetensi lain sembari membiarkan 5 anak ini tidak menguasai kompetensi. Kalau ini yang dilakukan tentu ini adalah simpanan buruk karena ketika masuk ke kelas di atasnya dia akan mengalami kesulitan pada kompentensi yang sama. Kalu kejadian ini menumpuk tentu akan menjadi tumpukan ketidakberdayaan anak. Maka tingkatkan dan pastikan layanan inidividu guru mampu menjangkau seluruh individu.

Struktur tujuan kompetitif terjadi bila seorang/sejumlah siswa dapat mencapai suatu tujuan, sementara siswa lain tidak mencapai tujuan. Dengan demikian, setiap usaha yang dilakukan oleh suatu individu untuk mencapai tujuan merupakan saingan bagi individu lainnya. Maka layanan Remidial dan pengayaan harus dilakukan guru.

Struktur tujuan kooperatif terjadi jika siswa dapat mencapai tujuan jika siswa bekerjasama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan. Tiap-tiap individu ikut andil menyumbang pencapaian tujuan itu. Siswa yakin bahwa tujuan mereka akan tercapai jika siswa yang lain juga mencapai tujuan tersebut. Pola proses dan pencapaian tujuan dalam pembelajaran kooperatif itu diilustrasikan dua orang memikul balok. Keberhasilan/kegagalan mencapai tujuan salah satu dari kedua orang itu, berarti keberhasilan/kegagalan mencapai tujuan keduanya/bersama. Pembelajaran ini bermakna sangat mendalam karena sebenarnya kelas/Sekolah adalah minatur kehidupan anak kelak, berarti dia aharus belajar menghargai orang lain, menerima kekurangan dan kelibihan, berbagi, empati, kerjasama, bahkan berlatih menjadi pemimpin dan anggota.

Struktur penghargaan tergantung dari model pembelajaran, bila model pembelajarannya individualistic suatu penghargaan bisa dicapai oleh siswa manapun tidak tergantung pada pencapaian individu lain. Struktur penghargaan pembelajaran kompetitif terjadi bila penghargaan itu diperoleh sebagai upaya individu melalui persaingan dengan orang lain. Contoh, pemberian nilai berdasarkan ranking dalam kelas. Sedangkan penghargaan kelompok dimaksudkan agar anak terbiasa bekerjasama dan tidak individualistik bahwa keberhasilan kelompok adalah bagian dari kerja tim.

            Akhirnya Selamat memasuki suasana baru yang menyenangkan, karena “ Barangsiapa yang menyambut hari-harinya tidak ada perbedaan dengan hari sebelumnya maka dia adalah sedang didera miskin inovasi dan kreatifitas”


Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25