Guru Jangan GLagepan Hadapi Pembelajaran Daring

Masa Pendemi Telah merubah semua sektor kehidupan termasuk Pendidikan, semua dipaksa keadaan harus segera beradaptasi. Lalu siapa yang harus beradaptasi? semuanya Guru, siswa, orangtua, masyarakat dan yang tidak kalah penting tentu Kurikulum. Bagaimana semua segera move on ini masa yang harus dilewati, bukan masa untuk dihindari atau yang paling malas dan pasrah adalah menunggu tanpa greget sampai pandemi berakhir. Guru sebagai agen perubahan harus merasa gelisah terhadap keadaan ini, bukan untuk tidur menunggu pandemi berakhir tapi segera njenggelek bangun, bukan njenggelek kembali tidur. Maka sebagai yang terdepan dalam perubahan guru segera beradaptasi terhadap situasi ini. Ambil peran kreatif menciptakan pemebelajaran dari rumah yang mudah adaptif terhadap kondisi siswa dan orang tua. Pilihan dimasa sulit perlu dicoba Daring full, atau semi daring (kombinasi luring) untuk memandu siswa belajar mandiri. Tentu tanpa tatap muka banyak hal yang tidak bsa dilakukan tapi bagaimana dalam situasi ini kita bisa berbuat. Beberapa Kendala berikut mari kita rubah menjadi peluang daan tantangan dan mencoba berbagai solusi: Penguasaan tekhnologi minim Harus diakui guru yang lahir pada masa X sebelum tahun 1980, yaang pada masanya teknologi belum sepesat ini tentu glagepan menghadapinya walaupaun generasi setelahnya belum tentu lebih baik. Yang paling baik adalah segera belajar lagi, karena guru yang tidak mau belajar sebenarnya sudah tidak layak menjadi guru lagi. Maka mau tak mau segera belajar walaupun dengan tertatih tatih karena yang wajib beradaptasi dulu adalah guru. Guru yang menjadi ujung tombak pelayanan pendidikan tentu harus yang terdepan. satu satunya jaalan ya belajar lagi, dan terus belajar. Sarana Terbatas kepemilikan sarana bagi guru juga harus dialokasikan sebagai kebutuhan utama. Ibarat Petani ini adalah cangkulnya , bagaimana mana mungkin guru melayani siswa dengan baik sementara sarana minim. Sarana yang jadul sgera diperbarui supaya suport dengan keadaan terkini. PR berikutnya sarana siswa dan orang tua dengan kondisi yang tidak merata. Solusinya Guru memberikan layanan berbeda sesuai dengan kondisi orang tua dan siswa . Siswa yang sudah bisa dilayani dengan daring gunakan sebagai media untuk pembelajaran bukan sekeddar mengirim tugas, ingat tujuan kita tetap aspek kogniti, afektif, dan psikomotorik, pendidikan karakter semua bisa di masukkan dalam desain daring.Siswa yang tidak bisa lewat daring bagaimana? mereka juga harus dilayani dengan cara luring yang kreatif dan butuh kerjasama dengan orang tua. Internet Masalah berikutnya jaringan internet yang tidak merata, geografis siswa menjadi masalah tersendiri. Berati multi layanan kreatif guru yang perlu didesain bersama termasuk materi esensial dan substantif yang dipilh. ini butuh waktu dan ketrampilan tersendiri. Biaya Baiaya paket internet Guru, siswa dan orang tua menjadi membengkak, sementara kondisi ekonomi tentu juga semua serba mengalami kesulitan yang sama. Ketrampilan manajemen dan sklala prioritas menjadi bermakna di masa Pandemi. Ayo segera beradaptasi, Guru Beradaptasi, siswa ortu beradaptasi Sambut Pandemi dengan Kreatif dan sejuk Di Hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

D-Administrasi

NOTULEN KKKS Kec. Pacitan, 05-08-25